Canapé

3.6K 518 90
                                        

Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemeran disesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.

Don't forget to VoMent
Happy Reading!!!

"Break!" Liam keluar dari studio sesaat setelah break diberikan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Break!" Liam keluar dari studio sesaat setelah break diberikan. Jalannya terburu-buru menuju toilet, membuka salah satu biliknya tidak sabar lalu memuntahkan isi perutnya. Entah berapa macam hidangan yang ia muntahkan, tapi bentuknya jelas-jelas belum tercerna dengan baik.

"Liam. Come on dude, syutingnya udah mau dimulai lagi." William datang menyusul 5 menit kemudian. Kedatangannya bukan membantu, malah membuat Liam semakin kesal.

"Ada berapa banyak lagi makanan sampah yang harus gue cobain?"

"Bro, come on. Ini kan lagi nyaring peserta yang lolos audisi online. Jadi wajar kalau nggak semua peserta bisa bikin makanan yang bener-bener enak sesuai standar lo." Liam berdecak tidak terima.

"It doesn't have to be my standard, it's just need to be a food! Sate alot, mie setengah jadi, omelet cangkang telur. I'm gonna f***ing die, William!"

William mengusak rambut serba salah. Mau bagaimana pun kebasnya lidah mereka, tapi inilah resiko pekerjaan sebagai juri kompetisi masak. "Iya, gue juga tahu seenggak enak apa ramen yang lo cobain tadi. Gue sama Sarah kan juga ikut makan. But, lo udah taken kontrak. Please, be professional. Like you always do."

Liam berdecak, meninggalkan William yang menghembuskan napasnya lelah. Ia mulai memikirkan lagi keputusannya membawa Liam ke dalam acara ini. Ia serasa punya job desk baru sebagai pengasuh anak manja yang suka ngambek. Capek.

Saat mereka kembali ke studio, syuting kembali dilanjutkan. Mereka sudah membuang banyak waktu karena Liam yang berulang kali pergi dari studio.

"Silakan masuk." sambut William pada peserta selanjutnya.

Tak lama sosok Chery muncul. Penampilannya yang terlihat gugup tapi tetap berusaha tersenyum itu membuat mood di dalam studio sedikit naik setelah sempat anjlok karena kemarahan Liam. Tubuhnya yang kurus tinggi, dahi yang ditutupi poni tebal dan senyum manis pada wajah kecilnya sungguh menarik perhatian. 

 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cherry On TopTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang