Disclaimer : Cerita ini adalah fiksi dan murni dari fikiran penulis. Seluruh adegan dan pemerandisesuaikan dengan kebutuhan penulis. Credits untuk seluruh gambar yang digunakan diambil dari Pinterest.
Don't forget to VoMent Happy Reading!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bahkan setelah kepergian dua kontestannya, kesibukan di Kalingga harus tetap berlangsung. Ketegangan yang sempat timbul karena pertengkaran Paramitha dan Nancy pun sudah hilang entah kemana. Para peserta yang tersisa juga kembali bersikap biasa.
"Siapa sih Cher yang nelpon pagi-pagi gini? Kok nama kontaknya aneh gitu?" Chery diam-diam mengelus dada. Beruntung ia tidak menamakan kontak Liam dengan bahasa yang akan dimengerti siapapun di Kalingga. Akan jadi masalah besar jika teman sekamar kepo tukang intipnya itu mengetahui siapa yang sering mengirimkannya pesan.
"Orang iseng. Udah, mandi aja sana."
"Ih pelit." Bunga menjulurkan lidahnya kesal sebelum masuk ke kamar mandi.
Sementara Chery dibuat semakin pening ketika denting ponselnya kembali muncul. Saat mengintipnya, lagi-lagi nama kontak Liam yang Chery temukan.
Chery tidak mengerti apa yang terjadi di antara mereka. Kenapa seolah-olah, hubungan mereka sudah begitu dekat sampai harus tukar informasi tentang agenda setiap minggu. Kenapa juga Chery harus merasa tidak nyaman, dan sampai menghindari Liam, hanya karena melihat nama Sarah di layar ponsel pria itu.
Seolah masalah Liam belum cukup membuatnya pusing, persoalan foto yang dikirimkan nomor asing kemarin juga membuat semuanya semakin buruk. Kepala Chery serasa akan meledak jika Liam dan si peneror itu terus dibiarkan. Chery benar-benar hanya ingin fokus dengan kompetisi.
Hari ini, agenda para peserta adalah untuk melakukan evaluasi menu yang sudah mereka kumpulkan hari Rabu kemarin. Entah Chery akan mendapat menu apa dan milik siapa, ia tidak terlalu khawatir. Setidaknya sepanjang hari ini, ia akan sibuk dan tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak perlu.
Pada pukul 8 para peserta sudah duduk bersama di meja makan. Mereka berbincang sambil menyantap nasi goreng buatan Tante Henny dan juga Alamanda.
"Betul besok kau dak balik, Di?"
"Iya Tante. Lagi nggak ada agenda apa-apa, jadi mending disini aja. Istirahat."
"Emang kamu ora kangen keluarga, Di? Kan dekat. Aku nek jadi kamu, mesti mulih. Turu neng kamar sendiri lebih uenak." Dion terkekeh mendengar ucapan Bobby.
"Bukannya nggak kangen Mas. Tapi orang tua lagi nggak di Jakarta. Rumah kosong, jadi kalau pulang juga percuma, nggak ada orang."
"Sambil dimakan makananya, Di. Nanti Mbak Kamila keburu datang." Tante Henny memperingati karena sejak tadi Dion sibuk dengan ponselnya dan setelahnya, malah sibuk menjawab pertanyaan teman-temannya.