Yibo yang tadinya sedang berbincang dengan Xiaozhan istrinya, bangkit dari duduknya saat melihat kehadiran Jimin "aya~!" Jimin berlari ke dalam pelukan Yibo yang menyambutnya hangat.
"Aya kenapa baru datang? Tidak rindu dengan Jimin??" Jimin mendongak menatap wajah tampan Yibo "aigoo anak ini. Tentu saja aya sangat merindukanmu" Yibo mengusap kepala Jimin dan memeluknya erat menyalurkan rasa rindunya pada Jimin yang sudah di anggap seperti anak sendiri.
"Sepertinya tidak ada yang merindukan ku ya" Xiaozhan wanita cantik dan manis itu mencebikkan bibirnya seolah sedih "hehe Jimin juga rindu buna" Jimin mencium pipi Xiaozhan membuat wanita manis itu tersenyum "buna juga sangat merindukanmu sayang" Xiaozhan memeluk Jimin dan mengecup pucuk kepalanya.
"Maa!!- Nchim~!"
"Yak!! Kelinci Jangan lari seperti itu" Xiaozhan melotot melihat anaknya berlari menuruni tangga. Jika sampai dia terpeleset bisa-bisa tuh anak geger otak lagi atau lebih parahnya lagi mungkin mati kali.
"Kookie~!" Dua laki-laki dengan tubuh sedikit berisi itu saling berpelukan erat sambil meloncat-loncat kegirangan "aku merindukanmu"."nado" keduanya sudah seperti anak kembar yang sudah lama berpisah dan baru bertemu saja.
"Sudah sudah ayo kita makan malam bersama. Buna sudah buatkan makanan kesukaan kalian semua"
"Jjinja?! Buna yang terbaik" Jimin mengangkat kedua jempolnya pada Xiaozhan yang mengusap kepalanya sayang "tentu saja"
Kenapa Jimin memanggil Yibo dan Xiazhan, aya(ayah) dan buna(bunda)? Jawabannya karena dulu saat dirinya masih berusia satu tahun dia tinggal bersama Yibo dan Xiaozhan di China selama hampir tiga tahun sebelum dirinya kembali ke Korea. Dan selama dirinya tinggal bersama Yibo dan Xiaozhan, Jimin memanggilnya ayah dan bunda namun karena dulunya ia cadel jadilah dirinya memanggil Yibo dan Xiaozhan aya buna dan sampai sekarang dia masih menggunakan panggilan tersebut walaupun dirinya sudah bisa menyebut ayah bunda. Yibo dan Xiaozhan tentu saja menyukai hal itu, walaupun bukan anak kandungnya namun mereka sangat menyayangi Jimin bahkan terkadang terlihat lebih menyayanginya dari pada anaknya sendiri. Jungkook?? Anak laki-laki manis bergigi kelinci itu tidak mempermasalahkannya dirinya juga sangat menyayangi Jimin.
…
Tok tok tok
"Ck kebiasaan banget nih si pucet. Untung gue anaknya baik hati suka menolong dan tidak sombong mau berteman dengannya, jika tidak dia tidak akan memiliki teman satu pun" Heseok menggerutu di depan pintu asrama Yoongi yang tak kunjung membukakannya pintu.
"Elahh lama bener lu. Habis coli ya!"
"Thanks" Yoongi membuka pintunya dan berjalan lebih dulu "jadi anak yang tinggal di sebelah lo ini.." Heseok menggantung ucapan dan menatap Yoongi. Yoongi mengangguk "woahhh daebak!! Apa mungkin mereka twins sibling?"
Yoongi menoleh yang hendak memasukkan makanan ke dalam mulutnya "gak mungkin. Dia tidak pernah mengatakan tentang hal itu" Heseok mengangguk-angguk tapi bisa aja kan" Yoongi menggeleng "itu gak mungkin gue pernah ke rumahnya beberapa kali dan selalu ketemu sama orang tuanya dan kakaknya"
Setelah terdiam sejenak Heseok kembali berucap "terus sekarang gimana" Yoongi menolehkan sebentar sebelum melanjutkan makannya "em biarkan saja seperti itu" Heseok tidak mengerti "seperti apa?" Yoongi menggeleng "lupakan"
"Ahh!! Gak seru banget ngomong sama lo. Dah lah gue balik sekarang" Yoongi hanya mengangguk "thanks makanannya"
"Em!"
…
Taehyung melenggang masuk ke dalam rumah sahabat satu-satunya "bantet!! Cepetan turun!" Taehyung berteriak menganggap dirinya hidup seperti di hutan, sangat berisik.
![Destiny Bond [YoonMin]](https://img.wattpad.com/cover/333143095-64-k935512.jpg)