Love Maze

49 7 0
                                    

Riuh dari para murid yang sedang kesal dengan permainannya atau saling lempar umpatan saat kalah dalam gamenya memenuhi sebuah warnet yang menyewakan komputer, yang kebanyakan isinya para berandalan yang malas belajar atau hanya sekedar ingin bermain game online saja.

"Oppa!"

"Yak! Aishh sibal! Ke kanan begok!"

"Oppa~!"

"Em sebentar- arghh berengsek! Bisa main gak sih lo!"

"Yak kuda aku ingin menanyakan sesuatu!"

"Auhhh wae wae?!" Heseok meletakkan headphone gaming nya sebelum memutar kursinya menghadap Yoona, gadis yang sudah 2 minggu ini menyandang status sebagai kekasihnya itu.

"Apa yang kamu lihat dari ku sampai bertahan sampai hari ini?" Heseok diam lalu menatap Yoona dari atas sampai bawah beberapa kali setelahnya menghentikan pandangannya pada dua gundukan dibalik kain yang menutupi tubuhnya itu.

"Yak!! Dasar mesum apa yang lo liat!" Teriak Yoona membuat sedikit keributan namun hanya beberapa yang memperhatikan karena mereka sedang berada di dalam warnet yang notabene nya selalu ribut itu.

Heseok terkekeh "apa? Itu hal wajar untuk semua laki-laki. Aku memang menyukai itu tapi aku lebih suka uang kamu" jawab Heseok acuh kembali memutar kursinya menghadap komputernya lagi.

"Dasar kuda! Sudahlah aku pergi dulu, aku sudah membayar untuk beberapa jam kedepan"

"Eo.. gomawo!!" Heseok sedikit berteriak saat Yoona keluar dari warnetnya.

.....

Jungkook yang sedikit berlari dari kelasnya menuju ke kelas Jimin.

Brukhh

"Uhh!"

Jungkook mendongak dan melihat Taehyung yang tidak sengaja bertabrakan dengannya "lo gak-"

"Gak papa, Jimin dimana"

"Itu-"

"Kook ngapain disini?"

Taehyung belike : sat! Dua orang ini gue belum selesai ngomong udah dipotong-potong aja

Jungkook mengalihkan perhatiannya saat mendengar suara Jimin "Jim kayaknya kita harus ke rumah sakit sekarang"

"Rumah sakit?" Jungkook mengangguk "akan ku jelaskan nanti dalam perjalanan, ayo" Jungkook menarik tangan Jimin mengikutinya "tunggu gue ikut" Taehyung mengejar mereka sebelum menaiki mobilnya.

.....

Di rumah sakit Yibo dan Xiaozhan duduk tidak tenang, bagaimana tidak pagi-pagi tadi rumah sakit menghubungi mereka mengabarkan jika Seokjin mendapatkan serangan dari orang yang tak dikenal dan mendapat luka tembak yang mengharuskannya untuk operasi.

Yibo benar-benar sangat marah besar karena rumah sakit terbesar di Korea bisa-bisanya sampai kecolongan seperti ini.

"Bunda apa yang terjadi!" Jimin berlari ke arah Xiaozhan dan memeluknya erat, dia benar-benar terguncang dengan kabar kakaknya yang tiba-tiba mendapat serangan dari orang yang tidak dikenalnya.

"Kalian istirahatlah dulu" Yibo menepuk pundaknya Jungkook dan menghampiri Jimin "sayang ayah, bunda dan Kookie disini, berdoa saja semua akan baik-baik saja" Yibo mengelus kepala Jimin sayang.

"Yah sebenarnya bagaimana ini bisa terjadi dan kenapa tidak ada yang memberi tahukan ku tentang Hyung yang masuk rumah sakit sebelum penyerangan ini"

Yibo diam sebentar sebelum berbicara "sebenarnya Seokjin tadinya hanya kelelahan saja dan hanya butuh beberapa hari untuk memulihkan tenaganya, namun ayah juga dikejutkan saat pagi-pagi tadi perawat rumah sakit ini menghubungi ayah dan.."

Destiny Bond [YoonMin]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang