🌪️HE IS MINE🌧️
Rain membuka matanya dan dia kini berada di sebuah ruangan yang sangat asing baginya.
Ruangan berwarna putih tanpa apapun di dalamnya dan diterangi oleh cahaya lampu, Rain duduk di tengah ruangan itu dengan tangan terikat ke belakang.
"Aku dimana?"tanyanya entah pada siapa.
"Oh, kamu sudah bangun"sebuah suara tiba-tiba muncul dari arah pintu yang perlahan terbuka.
Rain terkejut karena ternyata itu Zenith, kekasih Phayu.
"Tolong lepaskan saya, apa salah saya?"
"Salahmu adalah, kenapa kamu tidak mati saja bersama kakakmu waktu itu"jawab Zenith dengan menekan kata 'mati'.
Rain ketakutan sekaligus bingung dengan perkataan Zenith, apa maksudnya waktu itu? dan kenapa Zenith tau soal kakaknya?
🌪️HE IS MINE🌧️
Saat Phayu kembali dia tidak melihat Rain jadi dia bertanya pada semua maid dan ternyata tidak ada yang menyadari bahwa Rain seharian ini tidak terlihat.
Phayu pun menyuruh para bodyguardnya untuk mencari Rain disekitar rumah itu, namun hingga tengah malam Phayu tidak dapat menemukan Rain.
"Kamu kabur dariku?"tanpa sadar Phayu melempar gelas wine ke arah maid dan hampir saja kena.
Saat Phayu tengah pusing memikirkan Rain, Zenith datang dan menyuruh orang yang ada disana untuk pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa?"tanya Zenith.
"Bukan urusamu"jawab Phayu ketus.
"Kemana anak itu? kenapa aku tidak melihatnya?"tanya Zenith lagi berlagak seperti tidak mengetahui apa-apa.
"Dia menghilang"jawab Phayu singkat.
"Hilang atau melarikan diri?"
"Bagaimana bisa dia melarikan diri, dia tidak tau apa-apa tentang korea, dia bahkan tidak tau bahasa inggris apalagi korea"
"mungkin saja dia tau dan dia menggunakan kesempatan ini untuk lari darimu"
"Tidak usah sok tau dan pergi dari sini jika tidak ada hal penting yang ingin kamu katakan"
"ayahku datang"Phayu terkejut mendengar perkataan Zenith.
'kenapa harus sekarang?'batin Phayu.
"Ada apa?"tanya Phayu dan Zenith hanya menggeleng kepala.
Mereka berdua pun pergi kerumah Zenith.
🌪️HE IS MINE🌧️
Rain duduk dan menangis disebuah taman.
Beberapa saat lalu
"Kenapa anda tau saya punya kakak?"
"Kamu harusnya ikut mati bersama kakakmu menggantikan kakakku saat kecelakaan itu terjadi"
FLASHBACK ON
9 tahun lalu
Dua siswi wanita kakak beradik bernama Marin dan Zenith akan menyebrang namun saat lampu tanda boleh menyebrang masih berwarna merah seorang anak laki-laki terlihat langsung berlari mengejar mainannya yang terjatuh.
Tanpa sadar Marin langsung mengejar anak kecil itu diikuti oleh seorang wanita yang merupakan kakak anak kecil itu.
Dan...
BRAKKKK
Kecelakaan tak terhindari, kedua wanita dan 1 anak laki-laki itu harus menjadi korban kecelakaan.
Dirumah sakit
Marin dan kakak anak kecil itu mengalami luka parah, terlebih lagi Marin karena dia sempat memeluk anak laki-laki itu hingga dia tulang rusuknya hancur dan dinyatakan meninggal ditempat, sang kakak mengalami luka benturan keras di kepala dan dinyatakan meninggal saat dalam penanganan.
Sedangkan anak kecil itu selamat dan ajaibnya dia tidak mengalami luka parah, hanya sedikit luka goresan.
"KAKAK, TIDAK, HIKS INI TIDAK MUNGKIN TERJADI HIKS"Tangis Zenith pecah saat mendengar perkataan dokter.
"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun karena pasien tidak mengindari mobil itu sebabnya dia terkena benturan yang cukup keras"
"Ini semua karena anak sialan itu!"teriak Zenith.
"Kamu tidak bisa menyalahkan anak kecil, lagipula Marin pasti memikirkan resikonya, tapi dia tetap menolong anak kecil itu"kata Phayu sambil memeluk Zenith.
"Kakakku, Phayu, kakakku hiks"Zenith memeluk erat Phayu.
FLASHBACK OFF
"Bagaimana bisa anda tau saya anak kecil itu?"tanya Rain terkejut dengan cerita Zenith.
Rain memang tidak pernah melupakan seseorang yang telah menolongnya, dia bahkan selalu mengunjungi kuburannya hingga Rain harus menjual dirinya di pelelangan demi kelangsungan hidup anak-anak di panti asuhan.
"Aku sudah melacakmu sejak kamu masuk panti asuhan. Itu sebabnya anak buahku menawarimu jika kamu mau jadi budak kehidupan anak-anak di panti akan lebih baik, itu semua rencana ku agar saat kamu jadi budak, kamu jadi lebih menderita" Zenith mengepalkan tangannya "Tapi ternyata yang membelimu adalah Phayu!" Lanjutnya sambil berteriak.
"Setelah mengambil kakakku, kamu juga ingin mengambil Phayu dariku"wajah Zenith langsung sedih.
Rain bingung dan ketakutan, dia tidak tau harus menjawab apa.
"Aku akan melepaskanmu, tapi aku mau kamu menderita disini, tidak mengenal siapapun, tidak tau bahasa Korea hahahaha"ekspresi Zenith seketika berubah dari sedih langsung tertawa.
Zenith pun menyuruh anak buahnya untuk membawa Rain jauh-jauh dari Seoul dan mereka membawa Rain ke Jeju.
Sesampainya di Jeju Rain ditinggal begitu saja.
"Aku mau mati saja hiks"
TBC.
Maaf ya wak, Rain menderita dulu hiks😭
Maap wak, karena belum biasa ngetik banyak jadi setiap chapter paling banyak cuma 800kata
