🌪️HE IS MINE🌧️
Phayu dan Rain kini tiba di apartement pribadi Phayu dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh Rain.
"S-saya bisa sendiri"kata Rain.
"Kamu yakin?"tanya Phayu memastikan dan Rain mengangguk.
Phayu pun menurunkan Rain perlahan.
BRAKKK
Rain langsung terjatuh, ternyata tubuhnya masih lemas dan sakit lalu dia mulai menangis.
"Maaf, maafkan aku. ini semua salahku"Phayu memeluk Rain kemudian mengangkatnya menuju kamar mandi.
Biarkan aku yang membersihkan tubuhmu"kata Phayu.
"T-tapi, anda bisa masuk angin, Tuan"
"Kamu menghawatirkanku saat ini?"
"T-tidak"
"Tidak perlu khawatir, aku tidak selemah itu"
Phayu mulai membersihkan tubuh Rain secara perlahan hingga tiba di hole-nya yang masih berdenyut-denyut.
"B-biar saya yang bersihkan tuan"ucap Rain malu.
Phayu tetap membersihkan tubuh Rain, sedangkan Rain pun tidak melawan lagi karena dia masih lemas.
Setelah membersihkan tubuh Rain, Phayu membuatkan secangkir coklat hangat dan memberikannya kepada Rain.
"Terima kasih, Tuan. aku tidak tahu lagi harus bagaimana jika tuan tidak datang"Kata Rain.
"Sudah, tidak perlu berterimakasih, dan lebih baik malam ini kamu menginap disini. keluargamu akan khawatir jika melihatmu saat ini"Balas Phayu dan Rain mengangguk.
Phayu memeluk tubuh Rain yang masih bergetar karena ketakutan dan Rain tidak menolak pelukan hangat Phayu, tak lama kemudian mereka tertidur.
Esoknya Rain terbangun dan tidak menemukan Phayu disebelahnya, ia pun keluar kamar dan melihat Phayu yang sedang menyiapkan sarapan. Phayu menyadari kedatangan Rain.
"Apa kamu baik-baik saja?"katanya sambil menghampiri Rain, dia mengusap-usap halus rambut Rain.
"I-iya, tuan"balas Rain.
"Ayo makan, kamu pasti lapar"
Mereka pun sarapan, lebih tepatnya Phayu hanya menyeruput kopi sambil terus menatap Rain, sedangkan pria manis itu makan dengan malu-malu karena terus ditatap oleh Phayu.
"K-kenapa saya diliatin?"tanya Rain.
"Entahlah, mungkin karena kamu cantik"balas Phayu sambil mengelus rambut Rain "Sampai kapan kamu akan terus memanggilku Tuan? kamu sudah lama tidak bekerja denganku, lebih baik kamu langsung panggil nama saja"lanjutnya.
Rain menggelengkan kepalanya "Saya belum terbiasa"balasnya.
"Kamu harus mencobanya, Rain. atau kamu bisa memanggilku, phi? hyung? atau bagaimana dengan oppa?"Telinga Rain langsung memerah mendengar Phayu menyebut oppa.
AN: phi itu panggilan kakak dalam bahasa thailand, anak raikan pasti paham lah yaaaaa(人*´∀`)。*゚+
sedangkan hyung itu panggilan kakak dalam bahasa Korea, oppa juga, cuma oppa biasanya kebanyakan dipake buat manggil pasangan gitu ngehek( ꈍᴗꈍ)"H-hyung aja"Phayu tersenyum tipis lalu mengangguk setuju.
Setelah sarapan Rain mandi dan memakai baju pemberian Phayu, mereka pun pergi ke rumah Rain. Sebenarnya Rain tidak mau diantar tapi Phayu memaksanya.
Mereka pun sampai dan tidak ada curiga karena Rain mengarang cerita soal kemarin, sedangkan Phayu memutuskan untuk pergi karena ada pekerjaan.
Rain pun masuk kekamarnya setelah mengucapkan terimakasih kepada Phayu.
Jujur saya sebenarnya Rain masih teringat kejadian kemarin, tapi saat memikirkan Phayu entah kenapa semua ketakutannya perlahan sirna.
'ada apa ini?'batin Rain.
Beberapa hari setelah kejadian itu Rain mulai kembali bisa beraktivitas seperti biasa, namun entah kenapa setelah mengantar Rain. Phayu belum pernah menemui Rain, uke itu tidak bisa menghubunginya dia tidak berani.
"Rain? kamu ngapain melamun disini?"tanya Sena ketika melihat Rain melamun didepan restoran mereka.
"Gak kok noona, ini lagi siap-siap mau kuliah. aku berangkat dulu ya, oh iya, hari ini aku pulangnya langsung ke apartemen ya"Balas Rain lalu dia pun berangkat.
Kehidupan kuliahnya berjalan seperti biasa, Rain mengikuti kelas dan saat kelas selesai dia pun jalan bersama Miira dan Dohyun. kedua sahabatnya itu tidak tahu soal kejadian yang dialami Rain dan rain sendiri tidak ingin memberitahu mereka, yang diketahui keluarga dan teman Rain hanya cerita palsu tentang Rain yang ketiduran di apartemen Phayu saat dia mencharger ponselnya namun dia lupa mengabari teman dan keluarganya.
"Kamu kenapa, Rain"tanya Miira membuyarkan lamunan Rain.
"Hm? gapapa, lagi mikir soal skripsi aja sih hehe"jawab Rain, sebenarnya bukan itu yang dipikirkan Rain tapi dia tidak mungkin bilang kalau sebenarnya dia sedang memikirkan Phayu.
Mereka pun berbincang-bincang hingga Rain sadar sebentar lagi shiftnya kerjanya jadi dia pun pamit dan berangkat kerja.
Shift Rain akhirnya selesai dimalam hari dan dia pun berjalan, sebenarnya Rain masih ketakutan saat pulang malam tapi dia berusaha melawan rasa takutnya.
'jangan takut Rain, kamu pasti bisa'batin Rain.
Untungnya daerah sekitar kampusnya itu selalu ramai jadi Rain bisa pulang dengan selamat.
Tapi jujur saja Rain selalu merasa ada yang mengejarnya.
Rain pun tiba direstoran keluarganya, dan Rain melihat ada seseorang yang berdiri tepat didepan restoran yang sudah tutup itu.
Rain mendekat perlahan dan wajah pria itu mulai samar-samar terlihat, Rain mengenali wajah ini.
"Phayu Hyung?"ucapnya pelan.
TBC~~~~
Akhirnya aku selesain 1 chapter ini huhuhuuhuhuhu:,>
Maaf kalo gak srek, soalnya aku bener-bener lupa ceritanya tau hikd:,<
Kritik dan saran silahkan DM ke @/ copishushu
c u~~~~
