Genre: Spiritual-Romance-Comedy
Start: 12 Mei 2023
Revisi: 29 Desember 2023
Ending: 10 Mei 2024
❥Mendadak Ning
Aku tidak pernah sekalipun menyesali takdir yang mempertemukan kita meskipun dengan cara yang salah bahkan mengikat kita dalam satu ikatan...
بسم الله الرحمن الرحيم Halooo... Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh... Selamat datang di cerita kedua Author.
Cerita ini murni imajinasi Author jika ada kesamaan nama, tokoh, latar, karakter dan cover tanpa sengaja mohon maaf. Tidak ada unsur menciplak!
Mohon jangan jadi silent readers! Hargai karya author dengan cara vote dan komen! Terimakasih sudah mampir buat baca& semoga suka :)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pertemuannya begitu singkat, namun tiba-tiba saja takdir mengikat kita berdua dalam sebuah hubungan yang begitu sakral.
~Mendadak Ning~
🌼🌼🌼
Seorang perempuan cantik bergaun merah maroon selututnya berjalan mengendap-endap keluar rumah dengan mata yang melirik ke sana kemari memastikan keadaan sekitar. Setelah dirasa aman, perempuan itu memutar kunci pintu utama secara perlahan agar tak menimbulkan suara yang bisa membuat orang lain menangkapnya.
Namanya, Arumi Hilya Nafisah, berumur 18 tahun dua hari yang lalu. Gadis periang dengan omongan ceplas-ceplos tanpa disaring terlebih dahulu sebelum berucap. Dalam kamus seorang Arumi, tidak ada kata tidak di dalamnya. Pokoknya jika Arumi menginginkan hal itu, maka Arumi harus mendapatkannya.
Arumi itu gadis yang sedikit nakal, keluar masuk club sudah menjadi hal biasa baginya. Bukan untuk bersenang-senang dengan segerombolan pria, melainkan hanya sekedar minum menghilangkan beban pikirannya.
Jika ditanya untuk apa Arumi berjalan mengendap-endap padahal di rumah sendiri? Ya tentu saja untuk menghindari kemungkinan tertangkapnya oleh kakaknya yang cerewetnya minta ampun. Selalu melarang Arumi ini dan itu yang kadang membuatnya sakit telinga mendengar ocehannya yang begitu berisik.
"Mau kemana lo?!"
Kan! suara berat itu muncul dari arah belakang. Menghentikan pergerakan Arumi yang baru saja akan memutar handle pintu.
Mendengar suara itu Arumi memejamkan mata sambil menghela napas berat. Gadis itu menegakkan badan lalu berbalik menatap sang Abang tanpa rasa takut.
"Banyak tanya lo kayak Dora!" ucapnya sambil memutar bola matas malas. Tangannya menyilang di dada.
"Gue tanya mau ke mana?"
Arumi menghela napas. Drama dimulai lagi. "Mau kemana gue itu bukan urusan lo Abangku tersayang... jadi please, lo gak usah banyak bacot. Mending sana lo kerja yang rajin cariin gue duit biar bisa foya-foya terus."
Terdengar helaan napas berat dari lawan bicaranya. Laki-laki dengan nama lengkap Altaf Mahendra tersebut mengepalkan tangannya menahan emosi.
Dengan cepat Altaf menahan pintu, berdiri menghalangi akses Arumi untuk keluar. "Lo kalau dibilangin ngelawan mulu ya! Jangan keluar lagi. Lo baru pulang Arumi!"