"Kakak tahu, aku mikirin banyak solusi tentang kita."
"Oh ya? Tapi aku gak lihat ada masalah di antara kita."
"Ralat. Bukan di antara kita tapi... Yah... Kakak tahu kan. Aku juga tahu ini gak akan mudah. Papi masih gak suka kakak dan mami jadi ikut-ikutan papi. Papi bahkan mau balik lagi ke Bandung atau kemana aja asal gak di Jakarta lagi."
"Oh no... that's bad."
"Iya kan. Aku yakin ayah kakak apalagi opa kakak juga gak akan setuju kalau kita sama-sama."
"I've already told them to stay away from us. Mengingat apa yang udah mereka lakuin sama kamu dan keluarga kamu, mereka gak berhak mencampuri apalagi menghalangi urusanku."
"Kakak berantem sama mereka?"
"Aku gak pernah sependapat sama mereka. Apa itu terhitung berantem juga? Rasanya sepanjang hidupku aku selalu berantem sama mereka."
"Emang bener harusnya kabur aja."
"What? Not again Mia!"
"Maksud aku kita kabur sama-sama aja."
"You mean eloping?"
"Eloping itu...apa?"
"Nevermind. Pokoknya enggak. No run away, alright?"
Melarikan diri bersama? Saran yang sungguh menggoda akal sehatnya tapi tentu saja Adrian tidak akan melakukannya. Meski Adrian suka bersembunyi di rumah Eddie tiap kali membuat masalah tapi dia tidak pernah benar-benar melarikan diri. Menunda hukuman lebih tepatnya. Adrian pasti akan kembali pulang dan menerima konsekuensinya. Jadi kabur bukanlah pilihannya.
Matanya kembali fokus pada dua perempuan yang duduk tak jauh darinya. Salah satunya adalah gadis yang tadi mengajaknya kabur sekaligus mengatakan akan melindunginya. Satunya lagi tentu saja adalah kakaknya yang garang layaknya singa. Clara salah besar kalau menganggap Adrian tidak tahu apa-apa. Adrian tahu pasti bagaimana cara keluarganya mengumpulkan informasi dan melakukan hal-hal menyebalkan jadi tentu dia juga akan menggunakan cara yang sama.
"Aku sayang kak Ian. Aku gak akan pernah ninggalin kak Ian."
Oh, gadis kecilnya sungguh berani. Adrian bangga padanya. Senyumnya bahkan terkembang tanpa bisa dicegah.
"Bodoh! Kamu tahu apa yang akan kamu hadapi nanti?"
Ancaman lagi. Kenapa keluarganya suka sekali mengancam orang? Apa itu semacam kebiasaan turun temurun?
"Aku gak tahu tapi aku akan siap apapun itu."
Adrian berusaha keras menahan tawanya. Dia menyukai kepolosan Mia yang menggemaskan di matanya itu.
"Oh my, look at this little girl. Apa yang membuatmu jadi berani begini?"
"Kak Ian." Jujur sekali kan pacar kesayangannya.
"Ah, right. My stupid little brother. Kamu gak akan berani kalau Adrian gak ada di belakangmu."
Tentu saja. Apa Clara atau anggota keluarganya lain mengira Adrian akan diam saja melihat gadis kesayangannya di ancam seperti ini? Enak saja!
"Salah. Aku berani demi kak Ian. Kak Ian selalu kelihatan baik-baik aja tapi sebenernya enggak."
What did she say?
"Iya, gara-gara kamu."
"Bukan. Kak Ian sedih dan kecewa sama keluarganya."
"Tahu apa kamu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Chained To You
RomanceTrauma di masa lalu membuat Amelia Renata (Mia) menghindari apapun yang berhubungan dengan darah. Cairan merah mengerikan itu selalu membuatnya panik dan ketakutan. Maka ketika Adrian Arthadinata masuk dalam lingkaran pertemanannya, Mia berusaha men...
