11 - Trust between Them

1 0 0
                                        

Kesunyian memenuhi seluruh koridor lantai tiga, bahkan tidak terdengar apa pun dari setiap kamar yang dilewati Oliver dan Beryl. Mereka semua berpencar untuk mencari Violetta yang kabur dan penyusup yang tiba-tiba menghilang, Juan. Sepertinya jika ada satu saja masih ada di kamar, dia akan dibakar hidup-hidup oleh Vicente.

“Apa yang kau cari, Oliver?” tanya Beryl yang habis mendobrak pintu kamar satu-persatu dan Oliver masuk ke salah satu kamar. Beryl hanya bisa mengelilingi kamar saat Oliver sedang membongkar apa pun yang ada.

“Kau tahu, mansion ini milik Fonz Group. Aku yakin para monster itu juga mendapatkan surat dari mereka,” jawab Oliver yang tidak sekalipun berpaling ke Beryl.

Tidak tahan dengan Oliver yang sudah membongkar seisi kamar sejak sepuluh menit yang lalu tanpa menemukan sesuatu, Beryl terpaksa membantunya. Ia mencari di sekitar ranjang tidur, meraba-raba di kasur.

“Hei, apa aku boleh tanya sesuatu?” Oliver memecah keheningan di antara mereka yang berlangsung selama lima menit.

“Awas saja pertanyaanmu aneh,” jawab Beryl yang sebenarnya enggan.

“Bagaimana bisa kau berteman dengan Violetta? Kalian baru kenalan, kan? Setahuku, Violetta itu orangnya sulit didekati, tapi kau mudah membuatnya dia menyukaimu.” Oliver berhenti sejenak dari aktivitasnya, memperhatikan reaksi Beryl.

“Kau pikir ada tekniknya begitu? Aku hanya mengajaknya berkenalan dan aku tidak menduga kita bakal sedekat itu. Aku tidak sepertimu yang hanya menggodanya setiap saat, bahkan berdiri di depan kamarnya seharian.” Beryl sengaja membuat Oliver sebal.

Tentu saja, Oliver merasa tersinggung dan langsung beranjak berdiri dan mengacungkan jari telunjuk ke arah Beryl. “Kau! Itu namanya pendekatan, bukan menggoda. Lagi pula, waktu itu aku sedang melindunginya dari bahaya.”

Beryl mendengus tertawa. “Memangnya kau pangeran berkuda putih?” Lalu, diikuti suara terkikik yang tertahan.

Wajah Oliver makin memanas. Pada detik itu, ia menyesal mengajak bicara dengan Beryl meski sudah tahu sifat Beryl seperti itu sejak awal. “Terserah kau.” Oliver kembali lagi menghamburkan barang-barang di lemari baju, lalu dilanjutkan ke meja rias.

Tawa Beryl terhenti, bukan karena merasa bersalah. Tak lama, dia mengungkapkan, “Justru, aku iri padamu, tahu. Violetta selalu mengandalkanmu. Dia tidak pernah mengutarakan keinginannya padaku dan dia selalu menuruti perkataanku.”

Diam-diam, Oliver melirik ke Beryl. Dia tidak pernah menduga Beryl akan berkata seperti itu. Apa benar Violetta selalu mengandalkannya? Jika dipikir baik-baik, sejak malam pertunjukan sulap itu, Violetta makin terbuka padanya. Tanpa disadari, bibirnya merekah membentuk senyuman tipis dan dalam hatinya menjerit senang. Ia berhasil melewati langkah pertama. Meski begitu, dia berharap Violetta memiliki perasaan yang sama dengannya.

“Kutebak sekarang kau memasang wajah menjijikkan. Sepertinya aku salah bicara,” ejek Beryl sekali lagi.

Kali ini, Oliver benar-benar jengkel dan tidak lagi mengajaknya bicara kecuali hal yang penting. Surat undangan dari Fonz Group berhasil ditemukan oleh Beryl, ada di balik cermin rias. Lalu, mereka pindah ke kamar lainnya dan ternyata surat undangan tersebut di tempat yang sama. Mereka mengumpulkan sepuluh surat undangan di satu tempat dan mulai membacanya satu-persatu. Semua isi sama, tetapi berbeda dengan surat undangan manusia. Para vampir diundang untuk menghadiri pesta atas selesainya pembangunan mansion. Pengirimnya bukan Fonz Group, tetapi dengan inisial ‘JF’.

“Hm… ini kurang cukup.” Tidak disengaja, mereka berpapasan dengan kamar yang memiliki besar yang berbeda. Oliver bisa menebaknya bahwa itu kamar Vicente. “Ayo satu lagi,” ajak Oliver seraya menunjuk ke pintu kamar yang tampak besar.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 19, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Bloody BanquetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang