Di ruang tamu rumah Veren saat ini sambil belajar mereka berbincang – bincang soal murid – murid baru di sekolah, Jeong mulia bertanya duluan. "Bagaimana menurut kalian soal murid – murid baru di sekolah kita?"
"Mereka ramah – ramah dan juga cantik – cantik hehe," jawab Yoonji dangan wajah sok imut.
"Kau ini tak pernah berubah soal cewek dasar mata keranjang," Jawab Seung kesal.
"Kau seperti tidak kenal dia saja," jawab Jun dengan memukul pensil di kepala Yoojin di ikuti dengan yang lain dan sang pemilik kepala hanya pasrah karena jadi sasaran.
"Bagaimana dengan kau Jun, apa ada cewek yang mencuri hatimu?" jawab Ujin dengan menaikkan satu alisnya.
"Aaah itu, belom ada sih sejauh ini."
"Dia bohong padahal tadi dia kepergok memperhatikan cewek di sekolah saat pertemuan di lapangan, ngaku..." saut Jeong dangan menyenggol pundaknya.
"Tampaknya Jun sudah jatuh cinta lagi setelah sekian lama, akhirnyaaa," jawab Seung
"Benarkah. Bagus kalo begitu siapa cewek itu bagaimana orangnya?" Tanya Veren dengan penasaran.
"Diaaa orangya caaa," jawab Jeong sepotong dan Jun langsung menutup mulutnya.
"Anniyeyo... bukan siapa – siapa. Jangan asal bicara kau," saut Jun ke Jeong berbisik.
"Aaaahhh," jawab serempak sambil memegang kening mereka.
"Padahal aku sudah penasaran tadi..." jawab Veren dan Ujin dengan kecewa.
"Gak seru nihh, padahal aku pengen banget tau karena sudah lama kau tak berbicara soal cewek semenjak 9 tahun yang lalu," saut Yoonji dengan meletakkan wajahnya di meja.
"Mian teman – teman, memang sejauh ini belum ada yang ku suka. Hyung hanya bercanda, iya kan?" sambil melirik ke Jeonghan dengan puppy eyes-nya dengan arti memohon jangan memberi tahu mereka. Jeong langsung luluh melihat Gojun seperti itu dan tidak membicarakannya lagi.
"Bagaimana dengan prince ice kita?" saut Seung dengan melirik ke arah Veren yang sedang sibuk menulis di sebelahnya, mereka langsung membalikkan pandangan ke arahnya dengan muka manis mereka dan ia langsung memutar matanya kepada mereka.
"Wae? Kenapa menatapku begitu ada apa?" Dengan muka datarnya sambil memutar bola matanya.
"Beri tahu kami apakah ada yang kau taksir di sekolah? Ayoolah beri tahu kami," saut Ujin dengan muka imutnya dan puppy eyes-nya.
"Emmm, belum ada hehe," tersenyum lebar dengan menggaruk kepalanya, ekspresi mereka berubah menjadi murung dan suasana hening seketika dan Ujin baru sadar ada satu kata – kata yang menganjal di pikirannya.
"Aaaah, masih ada kata 'belum' berarti ada kesempatan untuk siswa – siswi baru doong," saut Ujin.
"Aaah ne, kau benar juga Ujin bisa jadi dia sudah ada incaran mangsa yang siap di terkam. Hup," dengan gaya menangkap andalan Seung.
"Bagiku itu tidak penting sekarang, lebih baik fokus ke sekolah dulu dan mengejar karirku," jawab Veren dengan tidak mengubah pandangannya dari buku yang sedang dia buka. Mereka menghela napas panjang sambil menggelengkan kepala mereka, dan kembali menulis tugas mereka, hingga larut malam mereka mengerjakan tugas sambil bermain game, Gojun dan teman – teman memutuskan untuk menginap di rumah Veren sampai besok pagi.
Keesokkan paginya, mereka serapan bersama dengan keluarga Veren di meja makan yang lebar seperti meja kerajaan pada jaman dulu, mereka menyantap sarapan buatan Ibu Veren dengan hikmat. Di sertai gelak tawa, yang memenuhi ruang makan. Biasanya mereka hanya berempat di rumah suasana pun tidak serame ini. Setelah selesai mereka pergi ke sekolah bersama, Veren sudah menggunakan seragamnya sedangkan yang lain belum tapi mereka menyimpan seragam cadangan di loker mereka untuk cadangan, setelah sampai di sekolah mereka langsung berganti pakaian di ruang ganti khusus pria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Love [ SVT Ff ]
Novela JuvenilAttention 💎 karya ini republish dari akunku Senachwehansol26 🌻🌻 Seorang gadis pindahan dari Indonesia yang bersekolah di Seol karena pekerjaan orang tuanya, sejak SMP pergi ke Korea adalah impiannya dan akhirnya terkabul. Saat di sekolah baru di...
![Hidden Love [ SVT Ff ]](https://img.wattpad.com/cover/337938353-64-k875222.jpg)