Time Rewind
Blue Exorcist © Kazue Kato
Story by me
genre: Angst, Time Travel.
Yukio mengomeli Rin dengan kesal, karena tidak mendengarnya. Tapi sepertinya Rin diam saja. Sikapnya terlihat acuh tapi Rin terlihat patuh.
"Mengapa kau tidak bilang padaku kalau kau pulang ke biara." Yukio mengomel.
"Ada apa sih, toh itu rumah kita, aku sudah besar tidak semua hal yang kulakukan aku harus minta izin padamu. Lagi pula kau dan aku seumuran." Rin menjawab Yukio dengan raut tanpa ekpresi.
"Tidak seharusnya paling tidak kau beri tahu aku sebelum pergi." Yukio masih tidak suka Rin tidak mendengarnya.
"Baiklah lain kali aku akan bilang padamu." Rin tidak mau ambil pusing akhirnya memilih menurut saja.
Yukio Pov
Nii-san akhir-akhir ini mulai memberinya jarak yang lebih jauh lagi dari pada sebelum dia mengekorinya sepanjang hari, sampai dia pergi tanpa izin ku. Dia ada benarnya kalau dia sudah besar. Nii-san juga mulai bicara omong kosong mengenai banyak hal saat kami bersama, bertopeng bodoh padahal aku tahu dia sedang menyembunyikan sesuatu, walaupun agak terlambat menyadari hal itu. Sikapnya yang menjadi menyenangkan membuat aku bahkan terkecoh. Dia kadang seperti peramal tahu apa yang aku pikirkan. Dari bagaimana dia terlihat menerima begitu mudah fakta dia adalah anak Satan seperti dia sudah tahu sejak lama. Dulu dia selalu mudah untuk di bodohi dan tidak peka pada keadaan tapi kali ini dia seperti membalasku, membingungkan orang dengan tindakannya dan memanfaatkan ketidak tahuan orang lain untuk bergaul. Masuk pada perkumpulan orang yang tidak mengenalnya sebagai Rin Okumura yang dianggap berandalan, dia sepertinya mengumpulkan informasi tentang apa yang orang tahu tentang dirinya sendiri, sepertinya itu cara dia untuk membuat jari diri baru dengan tahu apa yang di pikirkan orang lain tentangnya dengan kata lain dia sedang berpura-pura. Aku sadar akan sesuatu dia akan lebih sering tersenyum dari pada tertawa terbahak-bahak saat mendengar hal lucu. Aku sering melihat dia menanggapi hal konyol dengan wajah datar baru setelah orang lain memperhatikan dia akan mulai menjadi orang yang konyol. Aku lebih sering melihat dia terlihat jijik pada beberapa hal yang biasanya dia sukai, seperti pernah mengalami pengamalan buruk tentang itu. Gaya sopan yang dia tunjukan seperti mempresentasikan dia bukan orang yang sama, senyumannya kadang agak menyeramkan dan sering menghindari saling tatap denganku, walaupun dia terlihat memulai hubungan baik dengan Ayah angkatnya bahkan dia tidak pernah memanggilnya dengan sebutan Chichi dengan memanggilnya dengan panggilan Otou-san. Dia menjadi orang yang pengertian pada saat ini, meskipun aku mulai ragu biasanya Nii-san tidak pernah punya cara membalik omonganku dengan pintar atau bersikap patuh padaku, apakah dia mulai punya niat tertentu. Dia mungkin bodoh, tapi siapa yang tahu waktu telah mengubahnya dia yang terbiasa dalam kondisi kekurangannya itu mungkin tanpa orang tahu telah memikirkan segala cara agar dia lepas dari keadaan, mungkin dia mencoba keluar dari Zona lamanya saat dia sudah tahu keadaan yang tepat. Aku pikir aku telah lengah sepertinya dia tahu banyak hal yang mungkin aku juga tidak tahu.
"Aku penasaran apa yang kau lakukan saat kau tidak ada." Aku mencoba memancingnya.
"Hah kenapa kau penasaran sih." Dia mulai terusik.
"Kurasa sangat aneh sekali kau tidak seperti biasanya, aku tahu kau orang yang heboh." Aku beralasan
Dia nampak mengerutkan dahi dan terlihat berpikir, aku baru sadar kalau aku tidak pernah melihat wajah berpikir kakakku, karena dia malas berpikir. Untuk sesaat dia seperti menyadari pancinganku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Time Rewind
FantasiaRin berengkarnasi kembali ke usianya yang ke lima belas tahun dia memutuskan mengubah masa depannya dengan menyembunyikan apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Tapi karena suatu hal Rin tak mau menatap mata adiknya.
