Rewind
Blue Exorcist © Kazue Kato
Story by me
genre: Angst, Time Travel.
Dalam hidup kadang kenyataan adalah hal yang paling menyakitkan bahkan kenyataan adalah penyakit yang tidak terobati. Meskipun kebohongan merupakan racun yang terasa manis namun ada kalanya menjadi obat untuk penyakit tak terobati.
Nagatomo memutuskan membawa pedang itu kepada Rin. Shiro saat ini masih di Vatikan karena urusannya sebagai Paladin. Sementara Yukio saat inj sedang berada dalam misi hanya Rin yang sedang berada di asrama. Rin telah menunggu hari ini pedang itu sudah pernah menjadi miliknya dan hari ini akan menjadi miliknya lagi.
Rin akhirnya sebentar lagi kita akan memulai dunia.
Rin tidak sama sekali heran melihat pedang itu. Sudah lama dia merindukannya. Sejak dia terjebak di event horizon. Waktu disana terasa sangat lama bahkan seperti selamanya. Hukum fisika bekerja secara berbeda disana. Ketika dia merasa dirinya menjadi partikel kecil seluruh dunia seperti bisa dia lihat dalam satu lubang jarum. Kehidupannya hari ini bagai mimpi setelah melakukan perjalan dengan waktu yang tak terhingga. Dia hanya melihat dirinya tersedot ke satu titik pusat. Rin si anak satan dalam tubuh manusia Rin nampaknya mulai bersemangat. Ketika Rin menerima pedangnya.
"Jangan buka dulu pedangnya Rin itu.... " Perkataan Nagatomo terpotong karena Rin membukanya.
Ekor dan bentuk telinga Rin berubah. Tapi ketika dia memasukan pedangnya kembali telinga kembali normal tidak beruncing dan ekor biru pucatnya hilang.
"Rin kubilang jangan." Nagatomo panik.
"Iya aku tahu. Tapi pedang ini suatu hari harus kubuka jugakan, apa fungsinya jika hanya kubawa, apa hanya agar terlihat keren. Tidak kan" Rin.
Nagatomo merasa aneh kenapa Rin seolah sudah tahu. Dia tahu Rin itu bukan orang yang suka ambil pusing tapi dia bahkan tidak bertanya pada perubahan fisiknya barusan.
"Rin sebenarnya aku mau bilang bahwa kau itu...." Nagatomo mencoba menjelaskan.
Braaak.
"Nii-san.." Yukio datang terburu-buru.
"Hi Yukio. Kau datang terlambat." Rin tersenyum menyambutnya.
Sementara pedang masih di gengaman Rin. Yukio marah tidak diberitahu.
"Apa yanh kau pegang." Yukio bertanya.
"Pedang." Rin menjawab santai.
"Iya apa kau sudah membukanya." Yukio bertanya lagi.
"Iya dan aku berubah jadi beruban." Jawaban itu sontak membuat Rin si anak satan dalam dirinya memukulnya. Jawaban konyol yang sama sekali tidak lucu.
"Beruban? Maksudmu." Yukio semakin kesal.
"Bukan aku menjadi tua. Rambutku menjadi biru muda, kulitku tetap sama tapi aku jadi imut karena ekor dan telingaku yang lucu." Sontak jawaban itu membuatu Yukio gantian memukul kepalanya
"Kau itu sedang dalam bahaya tahu." Yukio marah padanya.
"Iya aku tahu, tidak perlu memukulku." Rin mengusap kepalanya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Time Rewind
FantasiaRin berengkarnasi kembali ke usianya yang ke lima belas tahun dia memutuskan mengubah masa depannya dengan menyembunyikan apa yang terjadi di kehidupan sebelumnya. Tapi karena suatu hal Rin tak mau menatap mata adiknya.
