Rin Hiding Secret

1.6K 169 9
                                        

Time Rewind
©Blue Exorcist Kazue Kato
©Story by me
Genre: Au!, Timelooping!, PTSD!Rin

Rin Pov
Aku pulang ke rumahku aku tahu akan ada dua kemungkinan aku dimarahi karena terluka dan akan ada Yui dan ayahnya sambil aku membawa syal Yui aku sudah bisa melihat kalau ada Ayah Yui didepan pintu dengan Yukio dan ayahku seingatku aku datang lebih lebih lambat dari kejadian sebelumnya makanya ayah sudah disini.

"Nii-san kau sudah pulang kau baik-baik saja". Kata Yukio.

Aku yakin ayah Yui sudah menceritakan semuanya.

"Aku tadi mengalami sedikit kecelakaan dan kebetulan aku membawa ini ini milikmukan". Kataku menunjukkan syal Yui dan Yui terlihat senang sekali.

"Bagaimana kau bisa luka seperti ini kau bukan berkelahikan". Kata ayah.

"Tidak ayah aku baru saja mengambilkan syal anak ini yang tertiup angin sehingga aku tanpa sengaja terjatuh". Kataku.

"Tidak usah ditutupi kau menolong Yui yang hampir tertabrak bukan". Katanya.

"Ah soal itu aku hanya lihat sepertinya ada yang mengganggunya". Kata Ayah Yui.

"Benarkah siapa dia". Kata Yui.

"Aku tidak tahu aku tidak sempat melihatnya mungkin saat Yui mengejarnya dia sudah pergi jauh". Kata Rin.

"Lain kali kau abaikan saja dia ya nanti kalau kau takut padanya dia semakin berani padamu pura-pura saja tidak lihat". Kataku.

"Baiklah ini sudah keterlaluan aku akan melaporkannya ke Sekolah Yui". Kata ayah Yui.

"Kurasa bukan anak sekolah Yui". Kataku.

"Benarkah". Katanya.

"Iya kurasa mana mungkin anak sekolah Yui anda hanya harus lebih memperhatikannya saja". Kataku.

"Terima kasih sudah menolong Yui selama ini Yui suka berkhayal". Kata ayahnya.

Aku melihat sosoknya tapi tak mau mereka tahu aku bisa melihat iblis belum saatnya.

"Ini ambilah bawa ini kemanapun". Kata ayahku pada Yui ayah memberikannya liontin semanggi.
Tak lama ayah Yui dan Yui pergi dari biara.

"Rin kau obati lukamu dan kami menunggumu untuk makan Sukiyaki bersama dan Yukio bantu kakakmu mengobati lukanya". Kata ayah.
Ini berbeda dengan dimasa lalu ku dulu aku harusnya dimarahi dan dilarang kemana-mana.

---

"Nii-san bagaimana kau bisa hampir tertabrak begini kau lihat lukanya parah". Kata Yukio.

"Dia hampir tertabrak mobil mana mungkin aku diam saja". Kata Rin.

Saat itu aku melihat mata Yukio dengan jarak dekat untuk sekilas aku teringat siapa yang ada didalam mata itu aku langsung merebut kotak P3K darinya dan menghindari tatapannya.

"Kurasa aku bisa sendiri Yukio". Kataku.

Kuharap dia tidak tahu kalau aku sedang menyembunyikan sesuatu dan saat ini keringat dingin menuruni pelipisku kuharap dia tidak melihatnya.

"Nii-san tapi lukamu sangat parah biarkan aku membantumu". Katanya.

"Tidak apa-apa aku bisa sendiri dari kecil kau selalu membantuku kupikir aku harus bisa melakukannya sendiri dan kurasa aku akan mengobati lukaku dikamar dan aku juga mau sekalian mandi ". Kataku sambil pergi terburu-buru.

Aku tak tahu kenapa aku harus seperti ini tanganku bergetar aku hanya teringat saat Satan bicara melalui mata Yukio seharusnya aku tidak boleh begini kini aku hanya terdiam didalam bak mandi membiarkan luka-lukaku terendam air tanpa mempedulikan sakit dilukaku.

"Kuharap dengan hidupku yang sekarang aku dapat melindungimu Yukio". Kataku.

Setelah aku mandi dan membalut lukaku aku aku segera berpakaian dan makan bersama semuanya saat itu Yukio duduk bersebrangan denganku sesekali mata kami bertemu tapi aku selalu memalingkan pandanganku.

-Tengah Malam-

Aku masih terbangun aku masih belum bisa tidur aku hanya menatap langit-langit kelihatannya Yukio juga sedang tidak ada misi jadi dia tidur nyenyak malam ini.

"Nii-san kau belum tidur". Katanya.
Aku langsung pura-pura tidur.

"Aku tahu kau masih bangun kenapa kau tidak tidur biasanya kau tidur paling awal". Kata Yukio.

"Ini juga mau tidur Yukio". Kataku.

Dia hanya diam saja saat itu aku tak tahu apakah Yukio mencurigaiku atau tidak sampai pagi menjelang aku hanya tidur selama dua jam saja dan kali ini aku bangun mendahuli Yukio aku mengusap dahinya sudah lama sekali rasanya tak melihat wajahnya mengingat saat itu Yukio meninggalkanku demi bergabung dengan Iluminati membuatku takut sekali tanpa terasa aku sedikit menangis.

"Aku berjanji Yukio aku tidak membiarkanmu pergi kakakmu ini akan melindungimu". Kataku.

Aku menuliskan surat di meja ini lucu dulu dia lah yang menuliskan surat saat aku belum bangun dan aku pergi kekamar mandi bersiap untuk bekerja lagi tinggal memikirkan rencana selanjutnya aku yakin ayahku cepat atau lambat akan mengirimku juga ke True Cross karena usia 15 tahun sekarang batas pedang Kurikara menahan kekuatan apiku.

Yukio pov
Aku tak nengerti ada apa dengannya pagi ini dia bangun lebih awal dariku dan lagi dia mengatakan ingin melindungiku sambil menangis ada apa dengannya dia juga biasanya memanggil ayah kakek tua dan sikapnya berubah 180 derajat aku langsung terbangun saat dia mengusap dahiku tapi tetap berpura-pura tidur.

Setelah sekitar setengah jam aku melihat Nii-san dari jendela pergi ketempat kerjanya dia meninggalkan surat untukku.

Maaf Yukio tidak membangunkanmu aku tahu kau sangat lelah dan hari ini kau harus bersiap untuk pindahan ke asrama True Cross bukan jadi aku tak ingin membangunkamu

Rin

Tumben kakak menulis surat begini dan lagi tumben tulisannya rapi dan gaya tulisannya dewasa meskipun bahasanya kekananakan seperti diatas 20 tahun.

Author Pov
Sementara itu Shiro Fujimoto berada ruang rahasianya memeriksa pedang Kurikara yang kini berlubang dan mengeluarkan asap.

"Ternyata memang benar padang ini sudah mencapai batasnya Rin sudah 15 tahun". Kata Shiro.

"Tidak ada cara lain aku harus memasukkan Rin ke True Cross sampai dia bisa melihat aku akan memasukkannya ke kelas Cram". Kata Shiro.

Shiro memikirkan banyak dengan ini dia masih belum tahu apakah Rin bisa melihat iblis atau belum tanpa terasa waktu begitu cepat saat Rin mulai melihat Iblis Rin harus diasah menjadi senjata untuk mengalahkan Satan.

Sementara Rin ditempat kerja ingat sekali ini adalah hari dan tanggal yang sama saaat Astharoth datang ketempat tinggalnya untuk menjemput ke Gehenna seharusnya itu tidak terjadi karena dia tidak berhadapan dengan Reiji orang yang dirasuki Astharoth tapi tetap harus waspada dengan hari ini karena dia tahu mungkin karena perubahan ini akan ada kemungkinan kejadia yang lain.

Tanpa orang tahu Rin sebenarnya sudah bisa mengeluarkan apinya karena pengalaman hidup sebelumnya kini meskipun dia belum membuka pedang Kurikara dia mengendalikan apinya asalkan dia konsentrasi.

"Kupastikan hari ini ayah akan hidup satan tidak akan merasukimu". Kata Rin sambil menatap pantulan dirinya dicermin kamar mandi pegawai.

Author Note
Hai semua siapa yang nungguin fanfic ini maaf ya author suka lama update soalnya author sekarang mulai TA nih doain Author sukses ya semoga berhasil S1. Yaps dalam fanfic ini akan terdapat beberapa teori fisika quantum.
Dan seperti biasa kalau sering Typo maaf author dan bahasa rancu maafkan author. Dan terima kasih ternyata fanfic ini banyak yang nungguin terima kasih ya. Ditunggu komennya dan dilarang bashing

Time RewindTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang