04. Balap liar

178 87 59
                                        

Pagi yang sangat cerah, matahari mulai menampakkan dirinya dan burung mulai berterbangan di awang bersama keluarganya yang hangat.

Seperti biasa, lelaki yang hanya memakai kaos dan celana pendek itu masih tertidur walaupun alarm berbunyi tiga kali dan ia mematikannya lalu melanjutkan kegiatan rebahannya yang entah sampai kapan.

Dorr

Dorr

Dorr

Suaranya bukan terdengar lagi ' tok tok tok' lelaki paruh baya yakni ayahnya itu menggedor pintu kamar Arka dengan sangat kasar.

Alarm dari ayahnya pun membuat Arka terbangun,,

"Arka!" teriak ayahnya dari luar kamarnya.

Arka mengerjap sampai bangun dan melihat jam menunjukkan pukul 06.30
30 menit kemudian ia akan telat datang ke sekolah.

Pria yang masih linglung itu membuka pintu dan siap mendengar ocehan sang ayah.

Cklek

"Kamu itu! Bangun lebih pagi bisa gak sih?"

"Liat Kansha! Dia bangun awal, bersih-bersih rumah, belajar."

"Cepet mandi!"

Sang empu kamar hanya diam menunduk meratapi kesalahannya.

Pintu ditutup kembali olehnya setelah melihat ayahnya pergi menjauh dari pintu kamar.

Waktu terasa cepat, ia pun bergegas merapikan seragamnya dan merapikan buku pelajaran hari ini karena malamnya ia tak sempat.

Ia menuruni anak tangga, melempar tasnya kearah sofa ruang tamu dan pergi ke meja makan untuk makan.

"Bunda gak makan?!" pekik Arka melihat sang bunda tidak ikut makan bersamanya dan melihat televisi disofa ruang tamu.

"Bunda gak enak perut, nanti aja deh makannya." jawaban itupun dianggukan oleh Arka mengerti.

Berita terkini, sejumlah orang dewasa dan remaja yang masih dibawah umur tertangkap kamera tengah menonton balap liar pada dini hari, hal itu digerebeg oleh beberapa polisi di kota z*** yang sedang bertugas pada malam itu.

"Loh, kota z*** kan kota kita?" ujar sang Bunda.

"Iya Bund, biasalah orang-orang kaya gitu mah pergaulannya gak bener." jawab Kansha melahap makanannya.

"Itu ciri orang yang gak berotak." sahut Ayahnya yang mendengar berita tersebut dari tv.

Kini Arka sedikit mengingat pada dirinya, bukankah malam itu dia memang sedang melihat balap liar?

Sang ayah selesai melakukan kegiatan makannya dan pergi duduk di samping istri tercintanya.

Begitu juga dengan Kansha yang selesai makan lalu pergi ke ruang tamu karena penasaran akan berita itu.

Ini dia potret dari salah satu polisi yang saat itu tengah ricuh penonton yang berhamburan lari entah kemana. Kini yang tertangkap hanya 10 orang saja.

"Wait, itu motor si Arka bukan si?" tanya Kansha membuat Arka yang masih duduk di meja makan itu seketika langsung tersedak.

"Hah bener?" ayahnya pun memicingkan matanya melihat bahwa itu adalah motor Arka.

Yang tertangkap kamera dengan jelas hanya pemuda satu ini.

Lalu tv itu pun memperbesar Poto yang ternyata itu adalah wajah Arka. Meski samar-samar, mereka yang sudah sangat kenal dengannya pasti akan mengenalinya.

"Itu Arka ya? Meskipun sedikit blur tapi itu Arka kan? Mana mungkin itu Arka? Mungkin mirip?" bunda bertanya tanya tak percaya.

"Arka!" pekik Ayahnya kesal lalu berdiri dan berkacak pinggang.

LOOKING FOR HAPPINESS (HIATUS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang