eleven.

87 40 24
                                        

Hasil nilai ujian akan dibagikan Minggu depan dan hari ini hari ke empat dilaksanakannya ujian.

Lelaki berseragam sekolah SMA itu pun segera menuruni anak tangga dan bersiap untuk makan pagi bersama keluarganya, mungkin.

"Pagii,,, dunia lucuu!" teriaknya setelah membuka pintu kamarnya.

"Sepi sekali. Apa ini masih di alam mimpi?"

Dengan cepat ia melangkah ke dapur, namun tak ada makanan yang tertera di meja makan dan bahan makanan pun tidak ada.

"Ayah!! Bunda!!" panggilnya namun tak ada jawaban. Tak berselang lama pun, lelaki dengan setelan jas hitam rapi keluar dari kamarnya.

"Bunda dirawat. Semalam dia pusing dan sesak. Kau makan saja disekolah, ayah berangkat sekarang." hanya itu kalimat yang dikeluarkannya.

Selepas pulang sekolah, ia berniat untuk pergi menemui sang bunda di rumah sakit favorit keluarganya. Karena rumah sakit itu sangat modern dan banyak peralatan canggih untuk mempermudah kegiatan.

"Gue pergi ke RS dulu. Bunda gue dirawat."

"Tiba-tiba?! Yasudah, gue ikut."

"Yaudah terserah."

"ARKA!!"

Dua sejoli yang kini berada di koridor pun menengok kebelakang dan mendapati seseorang yang tengah berlari sambil meneriaki nama 'ARKA'

"Ada apa fans?" ucap Arka tak terduga membuat Mirza mual.

"A-anu,, kamu dipanggil sama pa jeje ke gudang." balasnya dengan nafas terengah-engah karena telah berlari sepanjang koridor.

"Hah? Kenapa banyak sekali orang yang merindukan ku?" Arka sambil melipat tangannya.

"Heh oncom! Buat ape si pa jedag jedug itu manggil si Arka?" tanya Mirza.

"K-katanya,, suruh bersihin gudang."

"Ffft,,, yaudah babu, sono bersihin." ledek Mirza membuat Arka menampol kepala belakangnya.

"Lu bantuin dong za!"

"Ta-tapi kata pa jeje yang dibutuhinnya Arka doang. Mending kamu cepet ke gudang deh, soalnya kalo telat dia pasti bakal ngamuk. Digudang udah banyak murid yang ikut bantuin."

Sampai akhirnya, Arka pergi ke gudang sendiri, sedangkan Mirza menunggu di parkiran sembari menikmati cilung pedas yang amat BEUH!

"Ckk, katanya banyak murid yang bantuin, kok sepi?"

"Pak! Pak Jeje! Hello! Anyyeong! Woii!" penggil Arka karena tak menemukan sosok pa jeje di dalam gudang.

"Cabut ae lah. Gak jelas." ia pun berbalik badan dan menghampiri pintu keluar.

"OII!" belum melanjutkan langkahnya, lelaki itu terdiam dan langsung melihat sekeliling.

"Halow lelaki ambis." ia pun langsung berbalik badan dan menunjukkan sosok Janson dan Hanson tepat didepannya.

"K-kalian! Mau apa kalian?" tanya Arka sembari mundur perlahan.

"Tadi, gue dihukum karena gue ketahuan nyontek ke internet. Maka dari itu gue butuh sansak sekarang." ucap Janson.

"Gue belum olahraga dari tadi pagi. Jadi sekarang gue peregangan terlebih dahulu." dilanjut dengan kembarannya, Hanson.

"Heh! Jadi kalian yang nyuruh orang lain buat ngejebak gue? Dasar kembar biadab."

Duagh!

"Enak banget nih cilung. Makanan terfavorit sih ini."

Titt

LOOKING FOR HAPPINESS (HIATUS)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang