09.

199 19 25
                                        



ෆ ෆ ෆ


Soobin kembali ke apartment pukul 1 siang dan ternyata sudah ada yeonjun dan yang lainnya di sana.

"Muka lo kusut banget" Kata Yeonjun yang menyempatkan untuk pulang ke Korea seminggu sebelum acara pernikahan Soobin dan Beomgyu.

"Habis dari mana lo, Kak?" Sungchan yang muncul dari arah dapur.

"Kantor" Jawab Soobin terdengar lelah. Pikirannya masih dipenuhi tentang pertemuan dengan salah satu saingan Ayahnya yang tiba-tiba saja memintanya untuk bertunangan dengan anak perempuannya.

"Kak" Soobin bisa merasakan tepukan pelan di bahunya membuat dia tersadar dan menoleh ke samping. Di sana Beomgyu memandanginya khawatir.

"Mikirin apa?" Tanyanya sementara Soobin hanya terdiam. Menimbang-nimbang apakah dia harus mengatakan hal itu kepada Beomgyu. Tapi dia takut membuat kekasihnya menjadi sedih dan malah kembali menjauhinya.

"Bukan apa-apa. Ayah cuma minta bantuin kerjaan dia" Jawab Soobin tidak sepenuhnya bohong. Dia memang akan mencoba membantu Ayahnya untuk memenangkan proyek yang sedang diperebutkan oleh beberapa pihak, termasuk Ayahnya dan pria bernama Minho. Choi Minho, saingan bisnis Ayahnya.

"Tumben banget? Emang kerjaan apa?" Tanya Yeonjun penasaran karen tidak biasanya Choi Namjoon meminta Soobin untuk membantunya, malah Pria itu menyuruh anaknya untuk fokus berkuliah.

"Proyek besar. Pembangunan Mall" Jawab Soobin kali ini menyadari kalau proyek ini benar-benar besar dan dia mulai berpikir apakah dia bisa memenangkan proyek ini.

Soobin melirik tangannya yang tiba-tiba digenggam oleh Beomgyu, dia menatap pemuda manis itu yang tersenyum padanya.

"Semangat, Kak. Aku yakin Kak Soob pasti bisa" Ucapnya memberikan semangat pada Soobin. Itu membuat pemuda tampan tersebut ikut tersenyum.

'Iya. Pokoknya aku harus bisa. Demi Beomgyu' Pikirnya.

.

Angin malam berhembus menerpa kulitnya. Namun dia tidak merasakan dingin. Dia terlarut dalam lamunannya sampai tidak menyadari seseorang berdiri di sampingnya.

"Lo daritadi banyak ngelamun" Soobin menoleh, menemukan Yeonjun berdiri di sampingnya.

"....gue bingung" Ujar Soobin.

"Kenapa? Masalah proyek? Ada yang lain di balik itu?" Mungkin memang Yeonjun yang paling peka di antara semuanya. Sahabatnya itu pasti akan cepat sadar kalau dirinya sedang dalam kesulitan atau ada masalah.

"Gue tadi ke kantor Ayah dan ketemu sama salah satu saingan bisnisnya" Soobin akhirnya memilih untuk bercerita karena dia sangat kebingungan harus berbuat apa.

"Ayah gak ada bilang apapun dan gue juga gak paham apa tujuan orang itu minta ketemu. Tapi dia tiba-tiba aja minta gue tunangan sama anaknya" Mendengar penuturan Soobin, Yeonjun sedikit mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka ada hal seperti ini terjadi.

"Gue kaget dan tentu aja langsung nolak. Tapi dia bilang meskipun gue nolak dan kalau nanti perusahaan Ayah kalah dan dia menang, mau gak mau perusahaan Ayah harus berbagi dan bekerja sama sama dia. Dan yang pasti dia bakal tetap maksain kehendak dia itu" Soobin kembali merasa kesal mengingat pertemuannya dengan Minho. Begitu piciknya Pria tersebut.

"Kok bisa gitu? Apa anaknya kenal sama lo?" Tanya Yeonjun penasaran.

"Namanya Choi Arin. Dia pernah sekelompok sama gue tapi gue gak terlalu kenal dia. Entah gue bingung sama itu cewek" Kata Soobin frustasi. Ada apa dengan gadis itu? Apakah dia yang meminta Ayahnya, Minho, untuk mendatanginya dan meminta Soobin untuk bertunangan dengan Arin.

REDAMANCYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang