Chapter 4

529 34 1
                                        

"NALAAA!!" Teriak Nuri dari kejauhan.

Nala yang mendengar panggilan itu langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ke arah Nuri.

"Bagaimana sekolahnya, hmm?" Tanya Nala sambil menyambut uluran tas dari Nuri. Nala kemudian menggenggam tangan Nuri dan mengajakanya berjalan menuju mobilnya.

"Ada tugas menggambar dan juga mengarang." Jawab Nuri lemah.

Melihat wajah Nuri yang terlihat tidak bersemangat membuat ide muncul di kepala Nala, "Mau main ke rumahku? Nanti aku bantu Nuri buat menggambar."

"Benarkah?" Tanya Nuri antusias.

"Iya. Nuri mau beli snack dulu atau langsung ke rumahku?"

"Mau, Nuri mau beli banyak sn-." Nuri berhenti dan kemudian menutup mulutnya cepat.

"Nuri?"

"Daddy bilang aku tidak boleh makan banyak snack." Nuri menundukkan kepalanya, raut wajahnya terlihat sedih.

Nala langsung menghentikan langkahnya dan berjongkok menyesuaikan tinggi badan Nuri. "Ssstt.. Ini rahasia kita berdua. Nuri boleh beli camilan yang banyak dan aku janji tidak akan mengadu pada Daddy asalkan Nuri tidak nakal. Bagaimana?"

Wajah Nuri langsung sumringah, "Janji, Nuri bakal jadi anak yang baik."

Keduanya kemudian ber-hi-five dan kembali berjalan menuju mobil sambil bergandengan tangan.

Hari ini Nala menjemput Nuri atas permintaan Eckart. Untung kelasnya dibatalkan, jadi Nala langsung meng'iya'kan permintaan Eckart tersebut. Nala sempat ragu, dia takut Nuri tidak ingin dijemput olehnya, tapi ternyata rasa takutnya itu hanyalah bayangan Nala semata. Nuri justru terlihat senang melihat Nala.

Sebelum ke apartemen Nala, dia mengajak Nuri membeli banyak camilan. Mulai dari coklat, permen, biscuit, hingga cookies, semua di beli Nala untuk Nuri. Bahkan, Nala juga membelikan macaroon untuk Nuri.

Setelah membeli camilan, Nala mengajak Nuri untuk menemaninya berbelanja sebentar. Dia membeli beberapa bahan untuk membuat dim sum. Aelius merepotkan itu memintanya untuk membuat dim sum kali ini.

Sesampainya di apartemen Nala, keduanya langsung disambut dengan gembira oleh Aelius. Adik Nala yang satu ini memang menyukai anak kecil. Nuri dan Aelius langsung akrab begitu saja. Keduanya duduk di ruang keluarga, Nuri mulai berceloteh dengan gembira.

Merasa Nuri sudah ada pawangnya, Nala kini mulai sibuk menyiapkan makan siang dan juga dim sum untuk Aelius.

Acara masak memasak Nala tidak memakan banyak waktu. Kini makan siang sudah siap dan dim sum juga sudah matang, tinggal mengajak kedua orang yang sekarang tidak terdengar suaranya lagi itu untuk menikmati hidangannya.

"Nuri, Al, ayo kita makan siang!" Teriak Nala dari dapur dengan tangan yang masih sibuk membereskan peralatan yang dia pakai untuk memasak.

Saking fokusnya dengan mencuci alat masak, Nala tidak menyadari seseorang berdiri tepat di belakangnya. Sebuah tangan sukses melingkar di pinggang Nala dan memeluknya erat.

"Al, jangan peluk-peluk. Kamu bukan anak kecil lagi tau."

"..."

Nala membeku karena tidak mendapatkan respon dari sosok yang memeluknya. Walaupun samar, hidungnya menangkap aroma yang sangat familiar dan juga sangat ia rindukan.

Sejak kejadian makan malam waktu itu, komunikasi Nala dan Eckart tidak begitu lancar. Bahkan sebenarnya untuk menghubungi Nala untuk menjemput Nuri saja rasanya Eckart butuh keberanian lebih. Padahal dia tidak seperti ini sebelumnya.

Moving On (BL - Omegaverse) - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang