Chapter 3

594 43 0
                                        

Hari ini libur, harusnya Nala bisa duduk bersantai. Namun, pada kenyataannya Nala harus membuatkan makan siang untuk Aelius yang sedang ngidam. Nala mengira Aelius hanya ingin menu seperti biasanya, sandwich, chicken salad atau pasta. Tapi, ketika dia baru akan membuka kulkas, Aelius tiba-tiba sudah berada di dapurnya sambil terisak.

"Nala, aku mau makan gepuk." Kalimat itu meluncur bebas dari mulut Aelius tanpa merasa bersalah sama sekali. Dia pikir dia sedang berada di Indonesia?!

Dan di sinilah Nala, di dalam Asian Market dengan selembar kertas berisi catatan bahan yang harus dibelinya. Tangannya memegang kertas catatan, yang satunya lagi sibuk memilih bahan yang akan di belinya. Trolley berada di tangan yang aman. Ya, tugas menjaga trolley jatuh pada Eckart yang kini dengan sabar dan setia berdiri di samping Nala.

Bukan Nala yang mengajaknya belanja, tapi Eckart yang menawarkan dirinya sendiri untuk menemani Nala.

Setelah puas dengan belanja, keduanya langsung pulang ke apartemen Nala. Kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh Eckart untuk berkunjung ke apartemen yang katanya kecil dan berantakan.

Eckart tidak bodoh, apartemen Nala berada di kasawan elite. Tidak mungkin apartemennya kecil dan juga tidak nyaman. Itu hanya alasan klasik yang sengaja di buat-buat oleh Nala untuk mencegah Eckart masuk ke area pribadinya.

"Aku tidak menyangka apartemen sebesar ini terasa kecil untukmu." Ucap Eckart yang sedang mengekor di belakang Nala.

"Kamu menyinggungku."

"Oh, sorry, aku tidak bermaksud menyinggungmu."

Nala menghela nafas, "Maaf, itu hanya alasanku untuk menolakmu berkunjung. Aku sebenarnya belum siap."

"Jadi sekarang sudah siap, hm?" Goda Eckart.

"Entahlah." Ucap Nala pelan.

Eckart bisa melihat semburat merah yang kini sedang merambat ke telinga dan juga leher Nala. Membuat Eckart semakin tergelitik untuk menggodanya.

"Kamu bisa meletakkan belanjaannya di meja pantry." Ujar Nala sambil berjalan menuju kulkas dan kemudian membukanya, mengecek ada minum apa di dalam. "Kamu mau minum apa?"

"Air dingin saja." Jawab Eckart sambil meletakkan kantong belanjaan di atas meja pantry seperti yang dikatakan Nala.

Nala berjalan dengan membawa dua gelas yang berisikan air dingin. "Duduklah." Ucapnya sambil mengulurkan gelas yang berisi air tadi kepada Eckart.

"Terimakasih." Eckart menerima gelas itu dan langsung menenggak habis isinya.

"Mau tambah lagi?" Tanya Nala yang melihat Eckart langsung meminum habis air dingin yang dia berikan.

"Tidak, ini sudah cukup."

"Aku punya orange juise dan apple juice kalau kamu mau."

"Tidak usah repot-repot Nala."

"Baiklah, katakan padaku jika nanti kamu berubah pikiran. Aku mau membereskan belanjaanku dulu dan memasak setelahnya."

"Baiklah. Kamu bisa mengerjakan pekerjaanmu. Anggap saja aku sebagai lebah tak kasat mata."

"Pfftt.." Nala tertawa kecil, "Bagaimana aku bsia menganggap tuan alpha sekeren dirimu sebagai lebah tak kasat mata. Lucu sekali."

"Coba katakan lagi, kamu bilang aku apa?"

Nala menghentikan tawanya dan kemudian merasa gugup. "T-tidak ada. Aku tidak mengatakan apa-apa."

"Hmm... Apa aku sekeren itu hingga kamu jadi amnesia seperti ini?"

Moving On (BL - Omegaverse) - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang