Chapter 12

377 25 0
                                        

"Baby you good?"

Eckart mengelus punggung sang omega lembut. Menatap khawatir sosok yang sedang terduduk lesu setelah menekan tombol flush. Sarapan yang baru saja masuk terbuang sia-sia.

"Kenapa bisa muntah ya? Padahal aku baik-baik saja kemarin."

"Mungkin karena kelelahan, karena beberapa hari ini kita sibuk karena mau pindah kan?"

"Hmmm.. Maybe."

Eckart membantu Nala untuk berdiri dan kembali ke tempat tidur. Agak heran juga kenapa bisa muntah-muntah pagi ini, padahal kemarin baik-baik saja, sehat, segar bugar.

"Masih ada satu jam lagi, kamu lebih baik istirahat dulu sebelum kita berangkat. Lagipula ada Mom dan Daddy yang akan membantu kita."

"Mkay. Thanks Eckie."

"Aku tinggal dulu ya, masih ada beberapa barang yang harus dicek ulang."

"Iyaa~"

Eckart mendaratkan sebuah kecupan di dahi Anala dan kemudian pergi meninggalkan Anala sendirian.

Benar kata Eckart beberapa minggu ini Anala sangat sehat. Tidak ada muntah, tidak ada lemah, letih, lesu, dan lunglai. Tapi entah kenapa hari ini, pagi ini tepatnya, tiba-tiba saja muntah-muntah dan merasa tidak berdaya.

Padahal dalam satu jam lagi, mereka, Anala, Eckart, dan Nuri akan segera bertolak ke bandara mengambil penerbangan pagi ini ke Indonesia.

Tidak mungkin membatalkan jadwal, karena semuanya sudah dipersiapkan dengan matang, jauh-jauh hari.

Apa jangan-jangan..

Anala menepis pemikiran itu dari kepalanya, tidak mungkin, itu tidak mungkin terjadi karena memang keduanya sepakat untuk menunda dulu memiliki momongan.

Nanti saja, kalau sudah menetap di Indonesia dan semua tetek bengek tentang pekerjaan dan lain-lain rampung. Jadi fokus keduanya sudah tidak terbagi lagi. Selain itu, Eckart dan Nuri juga masih harus adaptasi dengan suasana baru, pasti ada culture shock, terlebih untuk Nuri. Anala khawatir nantinya tidak maksimal dalam menjalankan perannya sebagai orang tua untuk Nuri saat Nuri melewati fase adaptasinya.

"Ayah." Suara Nuri terdengar ketika Nala baru akan memejamkan matanya. "Bagaimana perasaanmu sekarang?"

"Aku baik-baik saja, cuma sedikit lemas saja. Nuri sudah membereskan barang-barang Nuri?"

"Sudah Ayah, Nuri sudah membereskan mainan dan juga buku-buku favorit Nuri. Dimasukkan ke dalam kardus yang sudah Ayah tandai."

Nala mengacak rambut Nuri, gemas. "Good job!

"Ayah, kalau misalnya, Ayah sakit, Nuri tidak apa-apa kalau keberangkatan hari ini dibatalkan."

Nala menatap Nuri lembut, "Tidak apa-apa, kita tetap berangkat hari ini ya? Kan Ayah sudah janji, sampai di Indonesia nanti kita jalan-jalan, sama Aelius juga."

"Mkay, sekarang Ayah istirahat, biar Nuri dan Daddy yang membereskan sisanya di luar, sama Ganny dan Ganpa juga."

"Semangat yaaa kesayangan Ayah." Nala mengacak rambut Nuri pelan sambil tersenyum lembut menatap anaknya ini.

"Ayah istirahat ya, jangan lihat-lihat ponsel ya."

"Roger that!" Nala mengangkat tangannya menirukan gerakan hormat ala-ala militer kepada sang anak.

Nuri yang mendapat respon seperti itu tertawa cekikikan dan kemudian mengecup pipi Anala, "Selamat istirahat Ayah."

###

Moving On (BL - Omegaverse) - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang