Chapter 11

384 26 0
                                        

Banyak hal yang telah Anala dan Eckart lewati selama beberapa bulan terakhir, terutama untuk Anala. Ia mulai belajar bagaimana mengatur waktu antara mengurus rumah tangga, Nuri, Eckart dan perkuliahan. Namun, berkat dukungan kesayangannya, Eckart dan Nuri, Anala mampu menghadapi semuanya dengan penuh suka cita. Hingga tidak terasa, minggu depan Anala akan menjadi salah satu dari ratusan wisudawan yang akan diwisuda di universitasnya.

Nala sangat bersyukur, Tuhan mengirimkannya dua sosok yang mampu memberikan kebahagiaan kepada Nala. Hidup yang tadinya sudah abu-abu, kini menjadi lebih berwarna, kadang merah, kadang kuning, sesekali biru juga, serta warna-warna lainnya. Jangan kau tanya apa Nala bahagia, jawabannya sudah pasti "ya, Nala bahagia, sangat!"

"Eckie, perutku sepertinya semakin buncit." Ucap Nala sambil memperhatikan perutnya di depan kaca.

"Wajar, karena sejak pulang ke sini nafsu makanmu bertambah."

"Hmmm..." Nala masih mengusap lembut perutnya, sesekali memposisikan tubuhnya sedikit menyamping untuk memastikan perubahan pada bagian perutnya itu. "Kenapa aku baru sadar ya?"

Tiba-tiba saja Nala merasakan usapan hangat di perutnya, Eckart kini sudah menempel manja di punggung Nala, dengan kepalanya yang bertumpu pada salah satu pundak sang omega.

"Walaupun perutmu buncit, aku tetap mencintaimu."

Kedua mata mereka bertemu di cermin. Saling memandang penuh cinta dan kasih.

"Aku juga mencintaimu Eckie, walaupun kentutmu selalu bau."

Eckart menggembungkan pipinya sambil menguncupkan bibirnya ke depan, pura-pura sedang merajuk kepada Nala. Melihat reaksi Eckart, Nala terkikik geli.

"Tolong, hentikan. Kamu sama sekali tidak cute." Ucap Nala di sela cekikikannya.

"Tidak apa-apa kalau tidak cute, asalkan masih tetap dicintaimu."

Senyum terkembang di wajah manis sang omega mendengar ucapan sang alfa.

Nala membalikkan tubuhnya, kini keduanya saling berhadapan, dengan manik yang saling menatap sang suami penuh puja. Dengan sedikit berjinjit, Nala memberikan sebuah kecupan hangat penuh cinta untuk sang suami.

"Ewww..." Terdengar suara Nuri dari pintu, "Berhenti bermesraan, kita akan terlambat Dad."

Keduanya cekikikan melihat wajah Nuri yang memandang keduanya dengan tatapan bosan, bagaimana tidak, hampir setiap hari, entah itu pagi, siang, sore, atau malam, keduanya akan dengan sangat senang hati berciuman dimanapun dan kapanpun mereka mau. Terkadang Nuri memergoki keduanya sedang berciuman mesra di dapur, terkadang sedang menonton TV bersama, atau ketika sedang bersantai di halaman belakang, namun yang paling sering ya setiap pagi ketika Nuri dan Eckart meninggalkan rumah untuk beraktifitas.

Nuri paham, keduanya memang sedang dimabuk asmara, tapi tolong, jika mereka tidak berangkat sekarang, mereka akan terlambat untuk menghadiri upacara kelulusan Nala.

"Ayo Ayah, pakai jasmu, lalu kita pergi. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu Akung dan Uti."

"Iya, iya."

Nala langsung memakai jasnya. Merapikan dasi dan tatanan rambutnya, sekarang Nala sudah siap.

"Ayo kita berangkat."

###

Setelah selesai mengikuti upacara kelulusannya, kini Eckart, Nala dan Nuri berkumpul bersama keluarga besar di kediaman utama Landyn untuk merayakan kelulusan Nala yang kini sudah resmi menyandang gelar PhD di belakang namanya, sekaligus mendapat status baru, pengangguran berpendidikan.

Moving On (BL - Omegaverse) - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang