Chapter 5

527 32 1
                                        

Eckart bangun sambil terengah-engah. Sudah lama sekali Eckart tidak memimpikan mimpi buruk yang dulu sempat menghantuinya hampir disetiap malam. Mimpi tentang omeganya yang dulu sangat dicintainya. Eckart melirik jam digital di atas nakas di samping tempat tidurnya. Sudah jam lima pagi dan dia sudah tidak bisa tidur lagi. Eckart kemudian mengecek ponselnya. Ada beberapa pemberitahuan masuk, salah satunya dari Nala.

Berbicara tentang Nala, besok sesuai janji waktu itu, dia akan pergi bersama Eckart untuk menghadiri acara ulang tahun pernikahan orang tua Eckart.

"Al, gawat."

"Kenapa gawat sih kak?"

"Aku pake baju apa? Besok mau ke pesta anniversarynya orang tua Eckart."

"Lah, ini acaranya formal apa cuma pesta keluarga apa gimana?"

"Eh..." Nala menatap Aelius bingung, yang ditatap jauh lebih bingung lagi. "Aku gak tau Al."

"Si anjir. Tanyain lah La, gimana sih."

"Oh, bentar aku tanyain." Ucap Nala sambil mengambil ponselnya. Tangannya sibuk mengetik pesan untuk Eckart dan langsun mengirimnya.

Nala menghela nafas, "Belum dibales Al."

"Ya mikir kak, baru juga dikirim chatnya. Gimana sih, kadang aku heran kamu tuh pinternya darimana sih sebenernya."

"Biasanya langsung dibales kok."

"Emang kamu chat dia tiap saat ya kak? Apa gimana?"

Nala mengingat-ingat waktu yang biasanya dia pakai untuk bertukar kabar dengan Eckart, "Biasanya pagi, jam makan siang sama malem aja sih."

"Nah, sekarang kan lagi jam kerja, bisa aja dia lagi sibuk atau lagi ada meeting." Jelas Aelius gemas. Nala ini seorang asisten dosen dan sedang menempuh program magisternya, sudah pasti pintar. Tapi, kenapa urusan seperti ini dia terlihat bodoh. Aelius sampai gemas sendiri jadinya.

"Gimana? Udah ada jawaban apa belum?" Tanya Aelius. Sengaja biar Nala terlihat cemas.

"Belum Aaaal." Jawab Nala penuh harap.

Aelius tertawa terbahak-bahak melihat respon Nala. Menggelikan, dia tidak percaya, sosok Nala yang terkenal cool dan juga acuh ini, tiba-tiba tidak dapat mengontrol emosinya hanya karena chat yang belum dibalas oleh Eckart.

Ting!

Terdengar suara notifikasi yang menandakan pesan masuk dari ponsel Nala. Tanpa babibu lagi, Nala lansgung membuka chat tersebut.

To: Eckie

Eckart, maaf mengganggu waktumu.
Aku hanya ingin bertanya
soal pesta anniversary sabtu nanti
acaranya formal atau semi formal?
aku takut salah memilih pakaian

From: Eckie

Semi formal
Kamu pakai pakaian santai saja
Acaranya outdoor

To: Eckie

Okay, I got it!
Kamu sedang sibuk? Maaf
aku mengganggu waktumu. Have
a great day!

From: Eckie

Ya, aku baru selesai meeting
maaf jika lama membalas chatmu
You too, have a great day, sweetie!💕

Okay, anggap saja Nala lebay. Tapi memang sebahagia itu membaca chat masuk dari Eckart. Apalagi dengan tambahan emoji love-love yang ada pada akhir kalimatnya.

Sudah diputuskan, Nala akan memakan pakaian semi formal saja. Walaupun Eckart memintanya untuk mengenakan pakaian santai, Nala tetap merasa was-was.

Selama tiga hari ini Nala sibuk dengan pakaiannya. Ini pesta pertamanya yang dia hadiri selama tinggal di sini. Bukan karena Nala tidak biasa berpesta, Nala rajin berpesta, bahkan dia adalah tumbal keluarga Wicaksana ketika mendapatkan undangan untuk menghadiri pesta kolega Papanya, tapi karena dia ingin tampil sempurna di depan kedua orang tua Eckart.

Moving On (BL - Omegaverse) - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang