Chapter 6

448 28 0
                                        

Beberapa hari setelah pesta ulang tahun pernikahan Mr. dan Mrs. Landydn, Aelius dan Elatha akhirnya akan pulang ke Indonesia, meninggalkan Nala yang akan kembali menjalani hari-harinya seperti biasanya. Hari dimana dia sibuk dengan segala macam yang berhubungan dengan perkuliahannya.

Dalam perjalanan menuju bandara, Elatha dan Eckart yang berada di depan sibuk berbicara mengenai proyek yang sedang mereka jalankan. Nala dan Aelius duduk di belakang sambil berpegangan tangan. Aelius bersandar pada pundak Nala sambil menatap lurus kedepan. Sedangkan Nala sibuk memperhatikan mobil-mobil yang bergerak melalui kaca mobil.

"Kak."

"Hmm..."

"Kamu udah ngobrol soal 'itu' sama dia?" Tanya Aelius ragu.

Tubuh Nala menegang setelah mendengar pertanyaan yang meluncur dari mulut adiknya. "Aku gak berani Al." Jawabnya.

"Tapi kamu tetep harus ngasih tau dia. Mau gak mau." Ucap Aelius sambil menegakkan kepalanya.

"Ya, nanti aku kasih tau kalau udah waktunya."

"Jangan ditunda-tunda, kamu tau kan Papa sama Mr. Robert udah ngobrolin tentang pertuna- bukan, tapi pernikahan kalian? Semakin kamu nunda ngasih tau ke dia, semakin rumit nanti jadinya. Cukup Aa' Jora aja yang bikin kita pusing kak."

"Iya, iya, aku kasih tau, tapi nanti bukan sekarang, okay?"

"Tap-"

Sebelum Aelius melanjutkan kalimatnya Nala sudah membekap mulut saudaranya itu dengan tangannya. "Bisa gak sih ga usah bawel, mending kamu tidur aja."

"Apa kita tukeran tempat duduk aja Nal?" Tanya Elatha menawarkan diri.

"All good, Aelius cuma butuh tidur kok."

Mendengar hal itu, Aelius langsung beringsut menjauh dari kakaknya, tapi masih sambil mengeluarkan protes dari mulutnya.

Nala kembali pada posisinya sejak masuk ke dalam mobil. Menatap keluar kaca mobil dengan kepala yang di topang oleh tangan kanannya.

Pikirannya masih seputar percakapannya dangan Aelius beberapa saat tadi. Benar kata Aelius, mau tidak mau, siap tidak siap, hal 'itu' memang harus dibicarakan dengan Eckart. Apalagi sekarang beredar kabar kalau mereka akan segera menikah.

###

Anala Wicaksana, mahasiswa tingkat pertama yang sangat bersinar pada saat itu. Seorang omega jenius yang baru berusia lima belas tahun tapi sudah menduduki bangku perkuliahan. Pada umumnya omega akan segera mencari pairnya dan kemudian menikah setelah lulus sekolah menengah atas, maka Nala menolak semua aturan itu. Dia membuktikan pada orang-orang negaranya bahwa seorang omega juga bisa bersinar, seperti para alpha.

Permbuktian itu terwujud, Nala menjadi sosok yang benar-benar bersinar sangat terang dan bahkan menjadi sosok inspiratif bagi para omega di luar sana.

Bukan hanya omega yang memuja Nala, segelintir beta dan bahkan alpha juga turut memuja sosok Nala si 'omega cemerlang' ini.

Nala mulai menerima banyak ajakan untuk berkencan, bertunangan dan bahkan menikah. Namun sayang, hati Nala sudah terikat pada sosok alpha yang sudah menemaninya sejak Nala masih kecil. Alpha itu bernama Ernawa Darmasunya.

Ayah Ernawa, Baskara, adalah sekretaris dari Agnibrata, ayahnya Nala. Mengingat ayah Ernawa adalah single parent, jadi ketika Brata dan Baskara sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota, Ernawa akan dititipkan pada keluarga Brata atas permintaan Brata sendiri. Hal inilah yang membuat keduanya – Ernawa dan Anala, menjadi dekat.

Di keluarga Wicaksana sendiri, Ernawa sudah dianggap sebagai anak sendiri oleh Brata dan pasangannya Gardana. Bahkan, ketika Anala sudah mencapai umur yang legal untuk menikah, Gardana sampai meminta Baskara untuk menjodohkan Ernawa dengan Anala. Tentu saja hal ini disambut baik oleh Baskara, mengingat bagianya kebahagiaan anaknya adalah kebahagiaan Baskara juga.

Moving On (BL - Omegaverse) - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang