Assalamu'alaikum, apa kabar, Teman-teman?
Si yang suka ngilang akhirnya balik lagi, alhamdulillah. Semoga kalian nggak pada kesel sama aku yaaaa. Emang minta digeplak online nih. Wkwkwk.
Maaaaaafin yaaa pada nunggu update-nya sampai berganti tahun, baru update lagi. 🙏😬
Nggak nyangka ternyata work ini banyak yang nungguin update-nya. Doain semoga segera kelar, ya. Aamiin.
Makasih juga buat support dan doanya. Aku sungguh terharu. Huhuhu. Doa terbaik buat kalian semua.
Sebagai permintaan maafku, langsung update tiga bab sekaligus.
Sehat-sehat buat kalian semua.
Happy reading! ♥️♥️♥️
--------------------------------------------------------
"Gemintang Kanessa Adhitama dari Universitas Indonesia."
Butuh waktu tiga detik bagi Nessa untuk menyadari namanya dipanggil oleh pembawa acara saat pemenang olimpiade sains nasional diumumkan. Jantungnya berdetak keras ketika mengetahui medali apa yang telah berhasil diraihnya. Ini bukan medali perunggu atau perak seperti yang diperkirakannya. Melainkan ... medali emas.
Raihan ini melebihi ekspetasinya. Meski dia berjuang penuh untuk memperoleh medali emas, jauh hari dia sudah menyiapkan hatinya andai capaian itu belum bisa diraihnya. Ini olimpiade sains tingkat universitas pertama yang diikutinya. Andai gagal, dia masih punya kesempatan di tahun berikutnya. Tetapi, rupanya Allah tidak ingin menundanya. Dia kabulkan doanya di tahun ini. Kerja keras benar-benar terbayar tunai hari ini.
Suara tepuk tangan meriah menyambutnya. Teman-teman kontingen kampus satu per satu memberikan ucapan selamat kepadanya. Ketika langkahnya mencapai panggung, ada perasaan yang meletup-letup dalam hatinya. Dan semua terasa sempurna saat medali itu dikalungkan di lehernya yang terbalut hijab.
Nessa tak kuasa menahan senyumnya saat melihat medali emas itu tergantung di sana. Senyumnya tak luntur ketika dia keluar dari gedung. Langkahnya berjalan tak sabar untuk mencari seseorang yang menunggunya di luar.
Dia seketika terlonjak saat konfeti berhamburan di depannya. Seseorang yang mengejutkannya itu hanya tertawa seakan puas dengan ulahnya.
"Ngelihat ekspresi kamu yang kaget gitu harusnya aku ajakin temenku buat motoin momen langka ini," seloroh Magani berlagak takjub.
Nessa mendengus. Dia sontak menoleh ke belakang. Ada beberapa orang yang memperhatikan mereka. Namun, dia sedikit lega karena tidak ada dosen ataupun teman-teman kampusnya yang melihat ulah Magani ini.
Nessa kembali menatap Magani. "Lantainya jadi kotor karena ulah kamu, Gani."
"Aku tahu," jawab Magani enteng. Sejurus kemudian, perempuan itu mengambil sapu dan pengki berbahan plastik dari balik dinding di sisi kiri.
Nessa hampir terbengang. "Kamu nyiapin semua ini?"
"Jelaslah. Kalau ngasih kejutan temen itu harus tanggung jawab. Ada konfeti harus sepaket dengan sapu sama serokan sampahnya," tukas Magani sambil menyapu konfenti ke pengki, lalu membuangnya ke tempat sampah.
Mau tak mau Nessa tertawa tanpa suara karena jawaban Magani. Setelah membuang sampah, temannya itu segera kembali ke arahnya.
Magani menganjurkan tangannya. "Anyway, congrats, Gemintang Kanessa Adhitama," ucap Magani tersenyum lebar. Ada kilat bangga dalam sorotnya. "Aku denger namamu dipanggil tadi waktu pengumuman pemenang," lanjut Magani kemudian.

KAMU SEDANG MEMBACA
Inertia
General FictionSelalu ada banyak pertanyaan yang muncul dalam pikiran seorang Gemintang Kanessa Adhitama. Apa? Mengapa? Lalu, bagaimana?Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar dalam benaknya seakan seperti milyaran bintang yang mengelilingi pusat galaksi. Namun...