ten

1.2K 110 0
                                        

VOTEEEEE

HAPPY READING
~~~

Keadaan senang kini menyelimuti Indri.

Dengan segera Indri meniggalkan resto tersebut. Karna khawatir ketahuan pas lagi romantis-romantinya mereka. Kan Indri mana tega mengganggu rencananya sendiri~

_____________________

Keklek

"Kenapa tidak mengabari saya kalau kamu pergi!?" Tanya Roberto yang sepertinya khawa-

Nggak mungkin sih Roberto bisa khawatir, secarakan Indri Anak yang diabaikan.

Dan tanpa menjawab apapun, Indri segera masuk kekamarnya dan memulai ritualnya.

Malam kemudian~

Ohhh Indri langsung tidur, ia pun tak makan malam, karna mungkin bisa mati esoknya. Walau itu mustahil sih hehehe.

_____________________

Esoknya kemudian

Indri. Saat ini sedang duduk menunggu Rayhan. Tentu saja karena ingin tahu sampai mana perjuanggannya.

Ia duduk di gazebo dekat area parkiran.

Brumm

Brum

Brum

Brummmm

Oke, datanglah Rayhan yang membonceng Ale. Mereka terlihat mesra.


Indri suka itu!

Dengan rasa senang Indri meninggalkan gazebo.

"Ck, kan udah gw bilang! Indri jelas bakal pergi kalo kayak gini." Kesal Ale

"Ya mana gw tau, padahal kan dia bakal suka.... Coba kita cari cara yang lebih romantisme biar Indri lebih pingin liat. Dan lu ajah yang cari idenya, gw harus antar bekal ini ke Indri." Ucap Rayhan tak tau malu!

Ya, yang memberi ide boncengan berdua itu Rayhan.

"Enak aja! Ya ya ya gw bakal cari idenya. Tapi dengan syarat gw yang kasih bekal itu!" Ancam Ale

"Ck dasar lu makhluk kutub!" Dengan terpaksa Rayhan memberikan bekal berwarna pink kesukaan Indri kepada Ale.

Tanpa menjawab, Ale segera membawa bekal Indri dan pergi ke kantin.

Ya, karna Ale sudah tau kebiasaan Indri yang sekarang. Ia selalu pergi ke kantin.

-----

"Indrii~ aku bawain bekal untukmu, dimakan yaa" ucap Ale malu malu

Terlihat Indri saat ini meminum es teh. Lagi.

"Hmmm" Indri terpaksa ok?

Karna ia memang lagi laparrr

Tanpa berkata apapun Indri segera mengambil bekal itu dan memakannya. Ternyata itu capcay ya? Indri suka!

Sedangkan Ale? Ia duduk diseberang tempat duduk Indri. Menatap Indri.

"Emmm Dri, kan kemarin kamu tidak jadi datang ke resto highwee.... Aku sama Rayhan ngomong-ngomongan, seru banget!" Ucap Ale dengan nada diceriakan.

Karna sebenarnya Ale menahan muntah saat mengatakan itu! Dia seperti seorang homo tau!

"Benarkah!? Apakah seru?" Tanya Indri dengan nada semangat

Oke. Ale tahu topik apa yang akan dibahas jika bersama Indri!

"Iya! Seru banget... Aku... Ngak tau jika bersama Rayhan akan seseru itu" malu-malu Ale

"Astaga astaga asgataaa! Trus? Apa yang dilakuin Rayhan Ama elu sampai kek gitu?" Penasaran Indri.

Saat ini Indri menjelma menjadi fujoshi oke?

"Emm i-itu a-ak-"

"Gak usah lu beritahu sedetail itu gppe kokk"

"Gw duluan ya! Thanks bekalnya" kesambet apa Indri hingga mengucapkan itu?

"Iya, besok aku bawa lagi ya?"

"Hmm"

"Yessss Indri udah terbuka Ama gw" seru Ale pelan

Ia segera mengechat Rayhan untuk-

















Apa ya?

~~~~~

VOTEEEEEE

Go To The-Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang