Dinner Berempat

7 1 0
                                        

Next Chapter

Happy Reading

*****

Vanya POV...

Setelah berpamitan kepada orang tua Sheira, Vanya, Elang dan Daniel pun pulang kerumah masing masing, Vanya yang pulang diantar oleh Elang balik mobil milik Elang karna sewaktu kerumah Sheira tadi Elang dan Daniel berangkat menggunakan kendaraan pribadi masing masing.

"Yang besok temenin aku cari kado buat tante Vanda yaa" Ucap Vanya membuka topik obrolan antara dirinya dan sang kekasih.

"Boleh, sekalian aku juga mau nyari, besok biar aku jemput yaa" Jawab Elang sambil menoleh ke arah Vanya.

"Okee, oiya aku mau nanya boleh?" Ucap Vanya kembali.

"Boleh yang, kamu mau nanya apa hm?" Jawab Elang.

"Menurut kamu kalau Daniel sama Sheira gimana yang?" Tanya Vanya, sebenarnya ia sedikit ragu menanyakan hal ini.

"Hmmm... Mereka cocok cocok aja kok, cuma aku kayak ngerasa ada yang aneh deh dari sikapnya Sheira ke Daniel" Jawab Elang yang sebenarnya ia sedikit penasaran dengan Sheira.

"Aneh maksudnya?" Ucap Vanya kembali dengan sedikit tidak mengerti ucapan sang kekasihnya itu.

"Ya aneh aja, kayak Sheira lebih diem gitu pas kita ngobrol waktu ada Daniel, contohnya kemaren pas kita ngedate aku ngeliat Sheira agak sedikit ga suka sama Daniel" Jawab Elang menjelaskan ucapan nya tadi.

"Ohh soal itu, sikap Sheira emang gitu gausah terlalu dipikirin yaa" Ucap Vanya menenangkan Elang.

"Aku ga terlalu mikirin sih cuma kepikiran aja, oiya gimana kalo kita besok malem kita dinner berempat? Sekalian kita bikin Daniel sama Sheira deket gimana menurut kamu yang?" Ucap Elang yang seketika muncul ide untuk mengajak dinner berempat bersama Daniel dan Sheira.

"Hmm bolehh, tar biar aku ngomong sama Sheira" Jawab Vanya.

Elang pun mengangguk mengiyakan jawaban Vanya yang akan memberitahu Sheira soal idenya ini.

Vanya POV end..

Setelah obrolan dirinya dengan sang mama tadi, Sheira pun kembali ke kamarnya untuk segera tidur, namun ketika ia ingin mematikan lampu kamarnya ia mendapat telpon dari temannya yang tidak lain adalah Vanya.

"Halo kenapa Van?" Tanya Sheira kepada Vanya.

"Raa besok ikut gue dinner yaa" Ucap Vanya mengajak Sheira agar dirinya ikut dinner bersama.

"Hah? Dinner?!" Jawab Sheira kebingungan.

"Iya dinner, mau yaaa" Jawab Vanya sedikit memohon lewat telepon sana.

"Tumben banget lo ngajak dinner?" Tanya Sheira yang makin bingung dengan temannya ini.

"Ya gapapa, udah lama juga gue ga dinner sama lo" Jawab Vanya dari sebrang telpon sana.

"Ya kan lo ada Elang Van, lo ajak aja cowo lo dinner masa sama gue" Ucap Sheira.

"Ihh gue tuh udah sering sama dia raa, sesekali gue mau sama lo, lagian besok dia ikut dinner juga kok" Jawab Vanya menjelaskan.

"Tuh kan, jadi maksud lo gue harus jadi nyamuk gitu di antara lo berdua gitu?! Gila ya lo!! Ga ah males banget gue ikut dinner sama orang pacaran kayak gue gapunya cowo aja" Ucap Sheira menolak ajakan Vanya untuk dinner.

"Ya kan emang lo gapunya cowo!!, lagian juga besok Elang ada acara dulu jadi gue pasti sendirian nunggu di restorannya, kan kalo misalnya ada lo gue jadi ga sendirian" Jawab Vanya meyakinkan Sheira untuk ikut bersama nya.

Sheira's storyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang