第八部分 [Bagian 8]

65 13 4
                                    

Catatan :

Bagian ini menggunakan sudut pandang orang ketiga serba tahu. Yakni sudut pandang penulis.

- - -

南京/Nanjing, 1948/ Tahun 1948
Kediaman keluarga
10 : 30 AM

Yun Qi begitu gugup hari ini. Rasanya ia tak mampu berbicara. Apalagi di hadapannya saat ini sudah ada keluarganya beserta keluarga adiknya. Bahkan dapat ia rasakan tenggorokannya sangat kering.

"Silahkan dimakan dulu kuenya," ucap ibu Zhi En tiba-tiba dengan tujuan mencairkan suasana.

"Iya, terima kasih."

"Ehm jadi... ada perlu apa ya kalian kesini?"

"Putraku ingin menyampaikan sesuatu. Makanya kami kemari."

"Oh begitu, maaf ayah Zhi En bekerja di pasar jadi dia tidak bisa berada di sini. Kenpa kalian datang begitu mendadak? Kami jadi tidak siap. "

"Aku pikir sudah bukan waktunya lagi untuk memperlambat semuanya. Putrimu dan calon cucu kita nasibnya akan semakin mengkhawatirkan."

Seketika semua yang ada di sana terdiam. Yun Qi bahkan mengigiti bibir bagian bawahnya.

"Hari ini, putraku akan dengan sangat berani mengatasi semua masalah ini. Dia akan berbicara setelah ini."

Mendengar kalimat itu, Yun Qi langsung meneguk ludahnya kasar. Lalu dengan perlahan ia arahkan pandangannya ke seluruh orang yang ada di ruangan itu. Seketika ia semakin merasa gugup. Hingga akhirnya tatapannya bersitatap dengan sorot mata Zhi En. Sorot mata lembut yang berusaha memberinya kekuatan untuk berbicara. Seolah seperti terkena sihir, perasaan gugup yang ia rasakan sedari tadi jadi hilang untuk seketika.

"Iya, hari ini aku akan mengatasi semua masalah yang sudah terjadi di antara keluarga kami. Yang sebenarnya akulah penyebab dari semua ini... ."

Sungguh Yun Qi merasa sedikit lega sekarang. Ia bisa berucap selancar itu sebelum akhirnya nafasnya terasa hampir habis karena ia terlalu banyak bicara. Jadi ia potong ucapannya sejenak.

"... . Hari ini, juga akan aku sampaikan suatu hal yang perlu kalian ketahui tentang mengapa aku sampai pergi. Meninggalkan semuanya yang ada di sini... ."

Lagi-lagi Yun Qi kembali memotong ucapannya. Ia berusaha mengatur perasaan serta detak jantungnya yang makin membuatnya merasa sesak.

"... Ini sedikit kompleks. Aku harap kalian mau mendengarkan semua hal yang aku ucapkan tanpa memotongnya di pertengahan jalan ceritaku. Ehhm... sebenarnya ini semua terjadi karena... karena... "

Belum sempat ia lanjutkan kata-katanya lagi, tiba-tiba air mata menetes dari pelupuk mata kirinya. Ia tak sanggup menahan diri. Sejujurnya ia malu menangis di hadapan kedua orangtuanya serta mantan calon mertuanya dan mantan calon istrinya. Namun rasa sesak di dadanya tak mampu lagi ia tahan. Terlebih ini memang hal paling menyakitkan untuknya. Cerita pilu yang sebenarnya ingin ia lupakan tapi ia tak mampu.

"Kalau tidak sanggup tidak usah diteruskan tidak apa-apa, " ucap ibu Zhi En kemudian.

"Tidak bibi, aku tidak apa, bagaimana pun juga aku harus mengatakannya. Yah, itu semua karena aku dan Zhi En mengetahui fakta bahwa kami sebenarnya... sebenarnya adik kakak. Kami terpisah sejak tragedi Nanjing itu. Aku tak habis pikir ternyata semuanya jadi serumit ini. Perihal anak yang ada di dalam kandungan adikku, jujur aku tidak yakin itu adalah anak dariku. Maafkan aku."

Perkataan Yun Qi yang ini sukses membuat siapa saja yang ada di ruangan itu mengalami perubahan ekspresi pada wajahnya. Bahkan Zhi En sampai menangis.

"Yun Qi! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?"

樱花 [Bunga Sakura - YOONIU FF] / ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang