9

1.9K 302 17
                                    











maaf kalo ada typo!!
jangan lupa vote.


vote 200 lebih gue double up


























selamat membaca!







































pukul 19.00

kini ara dan kakak kakaknya berada di meja makan termasuk chika juga pastinya. mereka sedang makan malam. chika belum pulang sedari tadi, lebih tepatnya shani menyuruh chika untuk menginap karena besok hari sabtu dan sekolah libur.

shani juga sudah mengijinkan chika pada mamanya yaitu veranda, jadi chika punya waktu lebih lama lagi dengan sang kekasih.










di meja makan

mereka baru mau memulai memakan makanan mereka,ara yang manjapun meminta disuapi oleh chika.

"lo gausah manja kek,makan aja disuapin"ucap ashel kepada ara

"shel,lo kenapa si sama ara,dijailin mulu"ucap anin heran.

"ya lagian bocil manja amat"ucap ashel.

"lo ga lupa sifat kembaran lo kan? sifat kalian beda 180° kalo lo lupa"ucap anin.

"gue kenapa"batin ashel.

"lo punya masalah sama gue?"ucap ara yang akhirnya membuka suara. sekarang ara sedang dalam mode serius ya ges ya.

"ga tuh, biasa aja"ucap ashel.

"lo beda cel,lo kaya bukan kembaran gue yang biasanya"ucap ara sambil menatap ashel dengan serius.

"udah udah,ini mau makan kenapa jadi pada ribut gini"lerai gracia.

"cici diem dulu,ara pengen tau dia ini kenapa"ucap ara sambil menunjuk ashel.

"gausah nunjuk nunjuk bangsat"ucap ashel sambil berdiri dari duduknya. ara sedikit membulatkan matanya atas ucapan ashel. ini pertama kalinya ashel mengatakan itu kepada ara.

"ashel,bicaranya"tegur shani. ashel sama sekali tidak memperdulikan shani. dia kembali menatap ara dengan tatapan tajamnya.

"lo harusnya mikir anjing,kita cuma beda 2 menit tapi bisa diliat siapa diantara kita yang paling disayang sama kakak kakak kita,lo sadar ga si? apa lo cuma pura pura bego ha? atau jangan jangan lo tuh cuma pura pura punya sifat kaya bocil biar dapetin perhatian orang orang? lo mikirin perasaan gue selama ini ga? gue disayang tapi ga sebesar kasih sayang ke lo"ucap ashel mengeluarkan semua unek uneknya.

ara menatap ashel tidak percaya,ara memang merasa kakak kakaknya terlalu mensepesialkan dirinya dibanding ashel tapi dia tidak menyangka saudara kembarnya akan menuduh dia berpura pura seperti ini.

perlu kalian tau, selama ini ara selalu meminta kepada kakak kakaknya untuk bisa bersikap sama kepada ara maupun ashel tanpa ashel tau sedikitpun.

"JAGA BICARA LO ASHELIA"bentak anin yang ikut berdiri.

"nin udah"tegur gracia yang duduk di samping anin sambil memegang tangan anin.

"gue ga gitu cel"ucap ara lirih. ara tidak akan bisa marah kepada kembarannya itu, ashel tetap kakaknya.

"lo harusnya beruntung cel punya kembaran kaya ara,lo gatau dia selama ini selalu bilang ke kita buat perlakuin kalian dengan sama,dia selalu mohon sama kita. kalo lo mau nyalahin orang,yang lebih pantes di salahin itu kita,kakak lo sendiri. kita udah berusaha buat kasih perhatian sama cel walaupun kadang emang kita lebih merhatiin ara, tapi kita udah berusaha. ara dapetin perhatian lebih dari ci shani tapi biasanya lo dapetin itu dari ka jinan. pernah ga ka jinan nolak yang lo mau? pernah ga ka jinan ga nanyain kabar lo? lo juga harusnya sadar bercandaan ka jinan selama ini itu juga bentuk kasih sayang ke lo,kita kadang kesel sama lo bukan yang kesel terus marah ke lo shel,tapi lo salah nangkep"ucap anin panjang lebar. anin sudah cukup muak dengan ini. alhasil anin mengungkapkan semuanya.

dirgantara's familyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang