01

13 5 1
                                    

__hello__



----selamat menikmati----

"Mama bakal jodohin kamu sama anak temen mama"

Kata seorang wanita setengah paruh baya yg tidak lain tidak bukan adalah meira-mama dari Akmellia Rafassya, sambil menatap serius akmel yg sedang duduk di hadapan nya dengan sang suami-akbar yg duduk di samping nya.

"Tapi mah kenapa?akmel nggak mau mah"tanya sekaligus tolak akmel

"Mel ini demi kebaikan kamu!!jadi papa mohon nurut ya sayang"tekan Akbar dengan tatapan yg tajam

"Tapi pah,akmel nggak mau!!lagian akmel masih SMA pah!"tolak Akmel

"Kalian kan bisa bertunangan dulu"balas Meira dan di angguki oleh akbar

Akmellia tidak percaya bahwa orang tua nya tidak pernah mau memperdulikan tentang perasaan nya sekarang atau pun dulu tanpa sadar air mata mulai mengalir tanpa izin dengan bebas

"Tapi akmel nggak mau pah,mah!!"

"Akmel jangan keras kepala!!papa tidak mau mendengar penolakan lagi dari kamu!!papa udah nyoba sabar tingkah nggak nurut dan keras kepala kamu!!"ucap akbar dengan penuh penekanan, Akmellia beranjak dari duduk nya

"Pah akmel-"

"Apa pun penolakan kamu setelah lulus SMA nanti kamu akan bertunangan dengan putra termuda keluarga Aldebaran nanti,papa tidak terima apa pun alasannya!!"terang Akbar tidak ingin mendengar kan apa yg akmel ingin Utara kan

"Aku benci papa!!papa sama Mama nggak pernah mau ngertiin perasaan aku!"teriak Akmellia dengan expresi kecewa sambil berlari ke kamar nya yg ada di lantai 2, membuat ayah nya marah

"Akmel!!!papa belum selesai berbicara!!"teriak Akbar sambil menyusul Akmellia yg pergi masuk kedalam kamar sambil mengunci pintu kamar nya

Tok!!
Tok!!
Tok!!

"Akmellia Rafassya buka pintu nya kamu sudah tidak sopan dan membangkang ya sama orang tua hah!!akmel buka "Bentak Akbar sambil menggedor-gedor pintu kamar Akmellia dengan keras,Meira mencoba untuk menenangkan Akbar

"Sayang ayo pergi biar kan akmel sendiri,ayo sayang"dengan segala bujukkan dari Meira akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan Akmellia yg menangis di lantai sambil bersandar pada pintu kamar nya

Kenapa sih kalian nggak pernah mau ngertiin perasaan aku sekali aja??aku juga butuh perhatian kalian??apa hanya kalian yg berhak sakit hati??apa aku tidak bisa?? kenapa?? Aku nggak nuntut kalian buat selalu ngertiin aku atau perhatiiin aku tapi apa kalian nggak bisa sekali aja buat mahamin aku tanpa kalian sadar ucapan kalian selalu membuat ku sakit hati !!Aku cuma butuh sedikit aja pengertian kalian..

Pikiran Akmellia terkecamuk tidak karuan,dia menjambak rambut nya sendiri dengan air mata yg mengalir tanpa henti

Dengan perlahan Akmellia berdiri lalu berjalan dengan lemas ke arah meja rias lalu menghancurkan semua benda kaca yg ada di meja itu sambil menangis

"Kenapa sih kalian selalu kaya gini??...apa kalian bener bener enggak ngerti sama sekali tentang perasaan aku selama ini??..."Akmellia terduduk di lantai lalu mengambil serpihan kaca pecah dari cermin kecil di meja rias nya

Perlahan tapi pasti Akmellia melukai tangan nya sendiri,darah segar sudah mulai mengalir tapi Akmellia tidak peduli dan terus melanjutkan aksi nya itu saat sudah di rasa sudah selesai dan cukup lega

Akmellia berjalan ke arah ranjang nya,lalu menidurkan diri nya di ranjang tanpa mau mengobati luka yg ada di tangan nya itu yg masih mengalir darah

"Ini nggak seberapa dengan rasa sakit yg ada di sini"lirih Akmellia sambil menepuk dada nya yg terasa sesak dengan mata yg setia menatap langit langit kamar nya

"Kalian selalu aja memaksa kan kehendak kalian,hidup ku ini seperti bukan milikku walau ini adalah milik ku"gumam Akmellia dengan lirih yg perlahan tapi pasti mulai tertidur dengan keadaan yg kacau dan air mata nya masih terus mengalir

"Tapi aku harap papa sama Mama sadar suatu saat nanti kalo yg kalian lakuin ini salah..."gumam lirih Akmellia sebelum sepenuhnya tertidur dengan tenang

^°£££°^



^°£££°^

~Jurnal singkat
dari Akmellia Rafassya

-hai aku GK tau loh apa yg aku lakukan ini benar atau salah tapi..
Memang hanya dengan cara ini aku bisa tenang.

Pah,mah aku harap kalian sadar ya kalo selama ini kalian salah..kalian menjodohkan ku dengan seseorang yg tidak aku kenal siapa diri nya??

Aku tau pasti ini demi kesuksesan perusahaan tapi kenapa aku seperti merasa bahwa aku seperti barang yg di jual beli kan??

Apa kalian tidak berfikir tentang perasaan ku sekarang bagaimana??

Harapan ku hanya satu aku harap kalian sadar sebelum yg kausa membawa ku pergi jauh dari kalian..

•Sekian terima kasih
Sudah mau mendengarkan keluh kesah ku jurnal tersayang ku•

•••••••••••••••


Fly Free Like A ButterflyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang