"Jadi bagaimana dokter Clara"tanya akmel di hadapan seorang dokter muda, dokter yg bernama Clara itu menghela nafas berat.
"Kamu tau kan Mel ini udah hampir 1 setengah tahun loh kamu nggak berobat lagi,saya mohon kamu mau nya lanjut terapi dan berobat lagi"ucap Clara menatap iba Akmel, Akmel tersenyum tipis
"Mel kau masih muda kisah mu masih panjang,saya mohon ini demi kebaikan mu,kamu tau kan leukemia bagaimana jika di biar bisa mengganas Mel"jelas Clara diri nya merasa iba dan sedih karena anak remaja seperti Akmel harus menghadapi kanker leukimia
"kamu tega ninggalin mama dan papa kamu akmel,dan temen temen kamu,setidak nya jika bukan untuk diri kamu sendiri, bertahan lah untuk orang orang yg sangat menyayangi mu"kata Clara sambil menggenggam tangan akmel, akmel diam dan tersenyum tipis
"Enggak papa dokter Clara,aku nggak mau menghabiskan waktu ku yg berharga ini cuma buat di rumah sakit,akmel mau menghabiskan waktu waktu akmel bersama teman teman dan keluarga akmel untuk terakhir kalinya sebelum akmel pergi nanti,"jelas akmel,
entah kenapa dada nya terasa sangat sesak,kepala nya sangat berat dan sakit, Akmel merasakan ada sesuatu yg mengalir dari hidung nya,tangan akmel terulur menyentuh hidung nya ternyata...
Clara tersentak kaget di lantas menghampiri Akmel, membawa tisu,wajah Clara terlihat sangat khawatir"sebaik nya kamu menginap di rumah sakit,agar bisa dirawat lebih intens"ucap Clara,akmel menggeleng pelan
"Enggak usah aku pulang aja nanti mama dan papa khawatir lagi"kata Akmel berusaha berdiri sekuat tenaga, Clara tidak tega melihat akmel yg sangat memprihatikan.
Clara menggapai tangan akmel, akmel menatap binggung Clara"biar saya antar pulang"ujar Clara, akmel menggeleng tidak setuju
"Tapi-"belum selesai berbicara Clara memotong nya
"Tidak ada tapi tapi,dan penolakan,kalo kamu menolak nya berati menginap di rumah sakit"tegas Clara menatap tajam akmel,akmel bergidik ngeri
Ternyata Bu dokter kalo marah serem juga
Batin akmel saat Clara menatapnya seperti bilang tidak ingin di bantah"Iya iya"ucap Akmel dengan sangat pasrah, Clara Tersenyum tipis,dan akhirnya mereka pergi dari rumah sakit menuju rumah akmel
"Bu dokter nanti di perempatan berhenti di situ ya,biar nggak ada yg curiga oke nggak terima penolakan"ucap Akmel meniru gaya cool Clara tadi saat memaksa nya, Clara hanya bisa mengangguk pasrah
^°£££°^
•
•
•
^°£££°^Akmel duduk di ranjang nya,melamun memikirkan kejadian beberapa hari lalu,dari dia yg pulang malam karna periksa rutin,saat perjalanan pulang bertemu laki laki asing yg terluka,lalu saat sampai rumah berakhir dengan amukan sang ayah
Lalu dia yg pingsan saat di taman hiburan, ketahuan soal penyakit yg tengah di idam nya saat ini,Setelah itu beberapa Minggu lagi adalah hari pertunangan nya yg di percepat.
Akmel mengerang kesakitan,kepala nya sangat sakit seperti di tusuk tusuk, penglihatan nya sangat kabur dan memburam
Tangan akmel perlahan berusaha meraih malas di samping nya,dan mengambil obat yg ia sembunyikan selama ini dari kedua orang tua nya dan mbok Fafa.
Tangan akmel yg bergerak terjulur mengambil obat nya,lalu meminum nya dengan perlahan, ujung mata nya berair tapi dengan cepat akmel menghapus nya
"Sakit...banget"gumam akmel berbaring di ranjang,mata coklat nya menatap langit langit kamar nya dengan sendu,senyum miris terukir di bibir akmel
"Udah nggak lama lagi ya..."gumam akmel, suasana sunyi malam dan sepi nya malam,sudah sangat biasa untuk Akmel
Diri nya sudah terbiasa dengan semua ini,hanya kesepian malam yg selalu menemaninya,akmel meringkuk di atas ranjang nya
Mata nya memanas mengingat semua kenangan manis nya saat berusia 3 tahun, dulu keluarga nya sangat bahagia, sebelum suatu hal terjadi pada keluarga nya
Semua nya berubah, hubungan orang tua mulai merenggang semanjak itu,ke bahagia keluarga nya mulai hilang dan sirna.
"Nek akmel kangen,akmel mau ikut Nenek,sakit Nek Akmel udah nggak tahan,kata nenek keluarga kita bakal bahagia seperti dulu lagi,tapi kapan nek kapan hari itu Dateng..."ucap Akmel meringkuk dan memeluk diri nya sendiri sambil menangis terisak pelan
"Kapan hari itu Dateng Nek...dulu akmel selalu berharap hari itu cepat datang Sekarang pun tetap sama Nek, Nenek bilang nanti kita sekeluarga bisa pergi piknik,kemping,berlibur dan jalan jalan bareng lagi..."Isak Akmel dada nya bergemuruh sesak,mata nya mulai berat
"Akmel mau kaya dulu lagi,hidup sederhana kaya dulu tapi kita bahagia,akmel butuh kalian"gumam akmel pandangan nya mulai menghitam,dan kesadaran nya mulai menipis, perlahan tapi pasti akmel mulai tertidur
^°£££°^
•
•
•
^°£££°^

KAMU SEDANG MEMBACA
Fly Free Like A Butterfly
Non-Fiction"Apa yg lu mimpiin selama ini Lia" ~andrean "Terbang bebas seperti kupu kupu" ~akmellia "Kenapa??" ~Andrean "Gw mau bebas seperti kupu kupu, terbang bebas menjalani hidup nya itu yg memang adalah milik nya bukan milik orang lain,bebas memilih dan me...