48

153 18 0
                                        

Annyeong Cingudeul!!!

Aji sama Noval dah up nihhh, mendekati ENDING!!!

AGAKNYA, GIMANA YA ENDINGNYA????

#50Haribersamamu
#50daychallenge
#Moonseedpublisher
#day48
#chapter48
Clue Day 48
Clue Day 48

#Vivere_Pericolosamente

KBBI mengadopsi kata-kata dan ungkapan asing, salah satunya _Vivere Pericolosamente_ yaitu ungkapan dari bahasa Italia yang menggambarkan hidup seseorang dalam bahaya/gawat. Kalau di bahasa Indonesia artinya sama dengan peribahasa "telur di ujung tanduk"

Happy Reading!!!!

***

Nisfya kini tengah menemani Noval yang masih tertidur. Ia sudah sampai dari kemarin sebenarnya tapi melihat pertengkaran yang terjadi, membuatnya urung untuk menghampiri. Dengan lembut, Nisfya mengelus kepala Noval dan sesekali bersenandung. Lintang dan Devan pergi membeli sarapan untuk mereka bertiga. Sedangkan sarapan untuk Noval telah di antar oleh seorang suster beberapa menit yang lalu.

Gadis cantik yang terlihat tomboy itu sesekali memperhatikan wajah adik kesayangannya yang tampak gelisah. Keringat mengucur dari dari dan lehernya. Noval juga membuat gerakan-gerakan seperti sedang mengalami mimpi buruk. Oleh karena itu, Nisfya langsung membangunkan Noval. Ia takut adiknya akan semakin tersiksa jika dibiarkan tidur.

"Val!! Noval! Bangun!! Noval!" Sembari menggoyangkan bahu adiknya dan usaha Nisfya berhasil. Kini Noval telah membuka matanya walaupun mengeluarkan air mata.

"Kok nangis? Kenapa, hm? Ayo cerita ke Kakak... Mimpi buruk ya? Utututu, udah-udah gapapa... Mimpi buruknya udah Kakak usir. Sekarang, Noval bangun terus sarapan ya? Biar Kakak suapin." Pria muda yang baru terbangun dari tidurnya itu hanya bisa mengangguk. Toh dirinya juga masih terbayang dengan mimpinya tadi.

Gelap.

Sendirian.

Ah, tidak sendirian. Dirinya terus di kejar oleh makhluk menyeramkan yang sering menghantui anak-anak. Dirinya juga tak tahu apa arti mimpi itu. Tidak apa jika dirinya sendirian. Noval sudah mulai bersahabat dengan 'kesendiriannya'. Tidak apa-apa jika itu gelap. Noval akan selalu mengingat tentang terangnya cahaya.

"Holaaa!!! Lintang yang cantik is back!!! Omo! Noval yang paling ganteng ini udah bangun!! Syukur deh!!! Nih nih nih... Gue ga sengaja liat ada cemilan rasa stroberi! Lu suka stroberi kan??? Nih, buat lu." Lintang menyerahkan sekantung plastik berukuran sedang pada Noval.

Noval menerima bungkusan itu. Membukanya dan mendapati banyak sekali cemilan dan minuman rasa stroberi yang baru dan belum ia coba. Dengan tulus, Noval tersenyum manis sembari mengucapkan terima kasih.

***

Ah, ngomong-ngomong, Aji kini tengah berada di sebuah restoran yang di jadikan tempat pertemuannya dengan kedua orangtuanya. Sudah sepuluh menit sejak kedatangannya kemari dan belum ada tanda-tanda orangtuanya akan datang tepat sesuai waktu yang di janjikan.

"Maaf, kamu lambat ya? Bandung ke Jakarta lumayan jauh dan macet." Aji menatap datar kedua orangtuanya. Mereka berdua, dia orang yang selalu mengatakan menyayanginya saat ia masih kecil, dan meninggalkannya sendirian dengan segelimang harta hingga sebesar ini.

Aji dan Semestanya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang