Chapter 16

5.3K 436 247
                                        

Jadi begini...

VOTE

Sekian terima Asahi 🤖

Disarankan membaca sambil mendengarkan lagu miia - dinasty

✨Selamat membaca✨

Anaya dibawa ke sebuah toilet yang sudah tak terpakai. Toilet itu sungguh gelap tanpa adanya pencahayaan sedikitpun. Mereka menggunakan senter handphone untuk menerangi mereka. Di dalam sana mereka melakban mulut Anaya dan mendudukkannya di lantai yang kotor dengan tangan terikat.

Yena menampar Anaya hingga kepalanya terhentam ke lantai karena tangannya yang terikat hingga tak bisa menahan tubuhnya yang jatuh.

"Itu balasan karna Lo udah nampar gue!" Ujarnya.

Anaya terus berontak, berusaha berteriak meskipun tak bisa. Anaya benar-benar ketakutan. Perasaan ini membuatnya kembali deja vu. Anaya ingin cepat-cepat pergi dari sini. Ia benar-benar takut.

Meskipun Anaya sangat tampak ketakutan, Yena sama sekali tak berbelas kasih kepadanya, ia terus menarik rambut Anaya dan sesekali menamparnya lagi. Setelah itu mereka menyiram Anaya dengan air jus yang mereka beli sebelum bertemu Anaya.

Anaya terkulai lemah karena sudah tak memiliki tenaga. Kesadarannya pun mulai melemah dengan tubuh yang gemetaran.

Melihat Anaya – yang mereka kira Shanaya – sudah tak berdaya dan tak memberontak lagi, mereka pun membuka ikatan di tangan Anaya lalu  pergi meninggalkan Anaya seorang diri disana. Mereka membanting pintu lalu pergi dengan tawa puas dan bangga.

Setelah kepergian Yena dan teman-temannya, Anaya mencoba untuk bangun meskipun tubuhnya terasa remuk dan masih bergetaran. Kepalanya mulai mengingat memori kelam yang tak harusnya ia ingat.

"Hiks... Mama... Hiks... Ana takut..." Lirihnya.

Cklek

Anaya yang ingin membuka lakban di mulutnya jadi mematung saat mendengar suara pintu yang kembali dibuka. Hal itu membuat rasa takut Anaya semakin menjadi. Apakah orang-orang tadi masih ingin menyiksanya?

🐶🐶🐶

"ANAA!!" Teriak Shanaya melihat keadaan kembarannya yang dipenuhi dengan banyak darah serta luka.

Jihoon langsung mengangkat Anaya dan membawanya keluar dari toilet itu. Saat keluar, semua saudaranya sudah ada disana dan ikut terkejut melihat keadaan Anaya.

"Anaya kenapa?" Ujar Hyunsuk.

"Kak, siapin mobil cepat!" Suruh Jihoon dan terus menggendongnya sampai ke mobil Hyunsuk.

Shanaya yang tadi masih shock tertinggal di belakang, sementara para kakaknya sudah berjalan menyusul Anaya.

Untungnya Asahi menyadari Shanaya yang masih terdiam, ia langsung menarik tangan Shanaya untuk ikut menyusul yang lainnya.

Mereka semua langsung masuk ke masing-masing mobil dan menuju ke rumah sakit.

Sesampainya di sana, Anaya langsung ditangani dengan cepat oleh perawat.

Mereka semua menunggu di luar dengan keadaan yang kacau. Mereka tak dapat berpikir dengan jernih melihat keadaan Anaya yang terluka begitu parah.

Sunshine In My Heart | Treasure Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang