"justin, misi"ucap park chanyeol yang kini sedang menjadi loey park
jeongwoo yang tadi nya sedang berbaring di sofa langsung bangkit dan menghampiri sang ayah
"ajak junghwan juga"
jeongwoo mengangguk dan menarik pelan pergelangan tangan junghwan untuk mengikuti nya
junghwan tanpa protes mengikuti langkah dua sosok bertubuh besar itu
mereka bertiga masuk lift dan chanyeol memencet tombol lift menuju bawah tanah
lift terbuka dan terlihat lorong di penuhi penjaga yang berjejer menuju ruangan di ujung lorong itu
saat mereka bertiga lewat, penjaga yang mereka lewati seolah otomatis membungkuk dan sejujurnya membuat junghwan sedikit canggung karena dia tidak pernah di perlakukan seperti itu sebelum nya. tapi dia harus terbiasa kan?
chanyeol memencet tombol di pintu ruangan di ujung lorong itu dan suara terdengar
"dengan siapa ini?"
junghwan tau suara itu. itu suara aeri, al pribadi mansion ini
"loey park"
"selamat datang tuan loey"
dan pintu itu otomatis terbuka setelah nya
chanyeol masuk di ikuti jeongwoo dan junghwan. ruangan itu ternyata berbeda dengan ruangan yang sebelum nya di masuki oleh baekhyun dan junghwan
sebenarnya ada berapa lantai di bawah tanah ini? kenapa setiap lorong nya hanya punya satu ruangan?
ruangan itu di isi oleh meja besar dengan banyak kursi di sekeliling nya
chanyeol duduk di kursi yang paling besar di sana
"itu kursi khusus untuk papa, selain papa dan mommy tidak ada yang boleh menduduki nya. anak nya sekalipun" bisik jeongwoo tiba-tiba sambil menarik junghwan untuk duduk di sebelah nya. tepat di hadapan chanyeol di batasi meja besar itu
"john park, kau mungkin akan bingung kenapa aku mengajak mu ikut serta kemari"
kening junghwan mengeryit, dia tau nama lain nya adalah john. tapi park? astaga dia bahkan belum menikah dengan park jeongwoo itu
tapi walau begitu dia tetap mengangguk mengiyakan ucapan chanyeol
"benar, father"
tentu, dia tau di saat seperti ini tidak ada papa anak atau menantu. chanyeol tetap lah boss besar mereka saat ini. jauh di atas jeongwoo sekalipun
dia tahu dimana saat nya berperan sebagai papa dan menantu nya atau saat menjadi father loey dan john
"ini adalah misi pertama mu. tidak ada jaminan antara kau akan selamat atau tidak. justin lah yang memilih mu dan kai yang di pilih. semua itu resiko kalian"
junghwan sebenarnya berpikir, apakah ini keberuntungan atau justru kesialan karena park jeongwoo itu menolong nya saat itu?
tapi si father benar, walaupun justin yang memilih nya tapi ini juga kemauannya kan?
"benar, father"
"justin, ingat. jaga ratu mu sebagaimana kau memasangkan nya mahkota dan john jaga mahkota mu tetap terpasang"
"baik father"
"baik father"
><><><woohwan><><><
"misi kalian adalah mengambil berkas titik ini yang berwarna biru dengan tulisan sastra rumit di sampul nya"ujar chanyeol sambil menunjuk satu titik di papan tulis karya tangan nya
"cara kalian mengambil nya..."
jeongwoo dan junghwan ikut menelan ludah nya saat chanyeol menjeda ucapan nya
"pikir kan sendiri"
sial. entah kenapa kedua nya merasa tertipu oleh loey park pemimpin mereka itu
"baik father"
"misi kalian akan di bantu dari markas. pencet sinyal bantuan dan aku akan mengirim pasukan seperti biasa. paham?"
"paham, father"
"paham, father"
"berkas itu ada di markas black v. di daerah barat seoul. waktu kalian satu minggu. bisa?"
jeongwoo dan junghwan bertatapan dan mengangguk bersamaan
"pasti"
><><><woohwan><><><
"hyung"
"iya ju?"
jeongwoo menyahut sambil menunduk sedikit untuk menatap junghwan di pelukan nya
"anak buah papa sangat banyak kan?"
"tidak"
"eh? anak buah papa sedikit?"
"maksud nya bukan hanya banyak, tapi sangat banyak. aku bahkan tidak yakin ada berapa ribu"
"lantas kenapa papa menugaskan kita melakukan misi seperti ini? bukan maksud ku protes atau bagaimana, tapi apa papa tidak percaya pada anak buah nya?"
"sebenarnya.. hanya satu alasan yang aku pikirkan sekarang ju"
"apa?"
"pengetesan"
KAMU SEDANG MEMBACA
senior >< woohwan
Alteleapapun itu, hanya jeongwoo yang boleh menyentuh ratu nya sekarang
