Eps 9 ( Awal dari segelanya)

1 1 0
                                    

⚠PERINGATAN!!!⚠

Cerita ini hanyalah fiksi(khayalan) sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian di dunia nyata...

⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛

Karena luka yang cukup parah mereka berdua di suruh merawat luka mereka di ruang perawatan,dan mereka di perbolehkan melewati jam pelajaran untuk memulihkan diri.

"Apakah dia baik baik saja?"tanya Rian"haha kenapa juga aku khawatir,dia kan kuat"

Lalu... Karena Rian tidak nyaman karena penasaran dengan kondisi Noah dia pun memutuskan pergi ke ruangannya Noah,di tambah karena Rian iblis dia mempunyai efek regenerasi atau bisa di bilang pemulihan super cepat.

Sesampainya di ruangan perawatannya Noah,Rian melihat dia sedang berbaring dengan mata tertutup.

"Sepertinya dia baik baik saja"kata Rian dalam pikirannya sambil menatap Noah.

Tak lama kemudian ada orang lain yang masuk ke ruangan itu.

"Owh kau Rian?luka mu sudah membaik?"tanya seseorang.

Lalu Rian menatap ke sumber suara dan pria tua berpenampilan seperti perawat.

"Ah... Pak Antoni"kata Rian.

"Santai.. dia baik baik saja,apakah kau khawatir dengannya?"tanya pak Antoni bisa di bilang dia orang yang bertugas merawat murid yang sakit di akademi ini.

"Itu... Bisa di bilang begitu"kata Rian.

"Haha santai sebentar lagi dia akan siuman juga"kata pak Antoni lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.

Beberapa saat...

"Ukh... R-rian!?"tanya Noah setelah bangun dari tidurnya.

"Owh kau sudah bangun"kata Rian.

Lalu keduanya terdiam...

"Aku tau apa yang sedang kau tunggu"kata Rian.

"Haha"Noah hanya tertawa kecil dia tidak tau mau berkata apa.

"Pulihkan dulu keadaan mu... Kalau sudah ku tunggu di atap"kata Rian sambil menatap Noah.

"Aku baik baik saja"kata Noah.

"Owh benarkah?"tanya Rian sambil menyentuh bagian tubuh Noah yang terluka.

"Sakit tau"seketika Noah merintih kesakitan.

"Katanya baik baik saja"kata Rian.

Noah hanya terdiam...

"Santai tidak perlu terburu-buru... Kau akan senang jawaban yang ku berikan"kata Rian dan pada kalimat akhir nada bicaranya sedikit di pelankan.

"Apa yang kau bicarakan?"tanya Noah.

"Tidak... Pokoknya aku tunggu di atap, dan jangan memaksakan diri"kata Rian sambil berdiri dari kursinya.

Lalu Rian pergi meninggalkan ruangan tersebut...

Beberapa jam kemudian bel pulang sekolah berbunyi.

"Udah pulang ya"kata Rian sambil menatap murid murid yang berhamburan keluar dari gerbang sekolah dari atap"kayaknya aku juga harus pulang"

Lalu Rian membalikan tubuhnya dan dia terkejut melihat Noah berdiri di hadapannya.

"Kau... Tidak memaksakan diri mu kan?"tanya Rian.

"Aku sudah membaik seratus persen"kata Noah dengan nada bersemangat"jadi apa jawabanmu?"

Rian mendekati Noah dan berkata...

"Coba tebak"kata Rian.

"Kau menolaknya?"tanya Noah.

"Kau... Salah"kata Rian.

Noah terkejut...

"Jangan-jangan kau... Menerimanya?"tanya Noah.

"Benar... Uhm aku mau j-jadi p-pacar mu"kata Rian agak malu mengatakannya.

Noah terkejut namun sekaligus senang.

"Akhirnya aku tidak jomblo lagi... Terimakasih Rian"kata Noah sambil memeluk tubuh Rian.

"E-eh... Lepaskan"kata Rian.

"Aku tidak mau melepaskannya... Aku sangat senang"kata Noah masih dalam keadaan memeluk Rian.

Lalu Rian terdiam sesaat lalu...

"Tapi kau yakin?aku masih banyak kekurangannya loh"kata Rian.

"Tak masalah"jawab Noah sambil menatap Rian"aku juga masih banyak kekurangannya haha"

"Baiklah kalau begitu"kata Rian.

"Bagaimana kalau kita merayakan hari jadian kita"kata Noah.

"Aneh aneh aja"kata Rian.

"Ayolah... Sekaligus k-kencan kan?"tanya Noah.

"E-eh... Itu..."Rian tidak tau mau berkata apa lagi"seterah kau saja"

"Santai... Aku mengajak mu jadi aku yang akan membayarnya"kata Noah.

Lalu mereka memutuskan untuk merayakan hari jadian mereka dengan bersenang-senang bersama.

⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛

Maaf apabila terdapag kesalahan ejaan dan terimakasih atas dukungan kalian :)

Dark Eyes:Maō ni naru tame no tabiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang