Eps 9.2

1 1 0
                                    

⚠PERINGATAN!!!⚠

Cerita ini hanyalah fiksi(khayalan) sehingga tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian di dunia nyata...

⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛

Semalam karena menghabiskan waktu bersama Noah, Rian menjadi sangat kelelahan.

"Segarnya"kata Rian yang baru saja selesai mandi.

"Ayo makan Rian, kau akan berangkat ke sekolah bukan?"tanya Elena.

"Iya mah"kata Rian sambil menarik kursi lalu duduk di meja makan dan makan bersama keluarganya.

Sehabis makan Rian langsung mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah.

Lalu...

"Oi... Rian kau masih di rumah?"tanya seseorang yang memiliki suara tak asing di telinga Rian.

"Rian Noah datang menjemputmu tuh"kata Elena.

"Iya bentar"kata Rian.

Lalu Rian keluar dari kamarnya.

"Anak muda memang selalu bersemangat"kata Aillen.

"Apaan coba"kata Rian.

"Bukan apa apa"kata Aillen.

Lalu Rian berangkat ke sekolah bersama dengan Noah.

Ya seperti itu lah keseharian Rian dan sesuai dengan Rian janjikan bahwa dia dan Noah sekaligus ke tiga sahabatnya sesekali akan pergi ke dungeon bersama-sama, walaupun begitu pada malam hari Rian tetap harus berlatih agar dia menjadi lebih kuat.

Dua bulan telah berlalu, dan sekolah Rian mengadakan ujian kelulusan.

Karena hal itu Rian memutuskan untuk berlatih, tapi dia tidak berlatih sendirian melainkan berlatih bersama keempat sahabatnya.

Untuk minggu pertama ujian yang akan berlangsung adalah ujian tertulis dan untungnya Noah dan ke tiga sahabatnya membantu Rian untuk belajar.

(Karena kelamaan sekaligus agak membosankan jadi author skip ya:v)

Ujian minggu pertama sudah berlalu dan untuk minggu ke dua ujian yang akan berlangsung adalah ujian bertarung, sedangkan untuk murid yang tidak memiliki bakat alami mereka akan di berikan ujian praktek.

Pada malam hari pertama sebelum ujian di mulai..

"Fiuh... Melelahkan juga"kata Rian, ya dia baru saja selesai menantang dungeon.

"Hei... Kau cobalah memasuki dungon yang lebih sulit, di tambah kau sudah lebih kuat dari sebelumnya"kata Art.

"Yang lebih sulit ya?"tanya Rian"memang benar kalau aku sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya"

"Apa kau ingat tentang dungeon yang pernah di bicarakan ayahmu, kalau tak salah dungeon berupa labirin"kata Art.

"O iya benar, aku ingat sekarang.. hanya saja aku tidak tau letak dungeonnya ada di mana"kata Rian.

"Hmm ya, kalau begitu bagaimana kalau kau mulai sekarang cobalah menantang dungeon dengan tingkat kesulitan bintang lima"kata Art.

"Kayaknya susah"kata Rian.

"Itung-itung cari pengalaman baru bukan?"kata Art.

"Kau benar"kata Rian.

"Kalau begitu hari ini kita akhiri saja, besok kau sudah ujian bertarung kan?"kata Art.

"Ya lebih baik bagitu"kata Rian sambil membereskan perlengkapan berburunya.

Saat dalam perjalanan keluar hutan Rian merasakan sebuah energi, karena Rian merasa tidak ada bahaya jadi dia membiarkannya.

Namun..

"Hei.. Art, apa cuma firasat ku saja kalau kita sudah jalan cukup jauh"kata Rian.

"Kau benar, pertama kali kita datang ke hutan ini.. seingatku jalannya tidak sejauh ini"kata Art.

"Makanya aku merasa cukup aneh"kara Rian.

"Mungkinkah.. Delusi?"kata Art.

Delusi dan ilusi memiliki kesamaan yang hampir sama, ilusi adalah sebuah tempat rekayasa dan sengaja di buat tidak sesuai dengan kenyataan sehingga orang yang terperangkap dalam ilusi akan bingung dan panik seketika.. berbeda dengan delusi adalah tempat yang di ambil dari kenyataan dan di tempatkan secara berulang-ulang dengan tujuan membuat orang merasa dia sudah pernah mengunjungi tempat ini (deja vu/merasa tidak asing) agar orang tersebut menyerah dan terperangkap dalam delusi tersebut.

"Tapi sejak kapan?"tanya Rian.

"Aku tidak tau"kata Art.

"Jangan-jangan"kata Rian sambil mengingat kembali hal yang sebelumnya dia rasakan.

"Apa kau tau sesuatu?"tanya Art.

"Sebelum ini, aku merasakan sebuah energi namun sangat kecil.. aku tidak memberi tahumu karena aku merasa tidak ada bahaya dari energi tersebut"kata Rian.

"Mungkin penyebabnya itu, kau tau sendiri bahwa untuk membuat ruang rekayasa atau lebih tepatnya ilusi atau delusi tidak membutuhkan energi banyak bukan"kata Art.

"Aku tidak tau, aku bukan pengguna ilusi soalnya"kata Rian.

"*Huft* ya sudahlah, yang terpenting.. kau tau tempat energi itu berasal?"tanya Art.

"Akan ku coba ingat kembali"kata Rian.

Lalu Rian mengingat kembali tempat dia merasakan energi tersebut.

"Aku ingat, ayo ikut aku"kata Rian sambil menuju ke tempat tersebut.

⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛⠛

Semoga kalian terhibur dengan novel saya :)

Dark Eyes:Maō ni naru tame no tabiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang