09

1K 32 2
                                        

Detingan sudu dan pinggan beradu menghiasi ruangan, wajah suram miliknya tampil mengerikan bagi becky. Membuatkan gadis itu ragu ingin mengatakan sesuatu ke arahnya, freen yang sedar akan gerak geri yang becky berikan akhirnya membuka suara.

"Apa yang ingin kau tanyakan" tanya freen dengan tatapan tajam milikinya.

'err ngeri..tatapannya' bisik hati kecil becky melihat tatapan freen berikan kepada dirinya.

"Ha..ha.haha tidak hanya saja matamu terlihat hitam ha ha hahah" ucapnya kekok

"Apa yang lucu?"

"Emm tidak, lupakan. Btw kamu kenapa, ya? Tidak seperti biasanya" tanya becky ingin tahu

"Yahh, semalam aku bermimpi ngeri dan amat ngeri, dan hal yang paling ngeri adalah wajah mu" ujarnya lalu bangkit dari duduknya.

"Jika bukan karna kamu tidak ada rumah, tidak ada hati aku mau duduk seatap dengan mu. Menjijikkan" ujar freen lagi setelah berapa langkah meninggalkan meja makan.

'Jijik? Kenapa freen? Kenapa kau mengutipku hari itu jika kau terasa jijik dengan diriku? Bukankah lebih baik kau tinggalkan aku saja dihari itu dan biarkan cikgu itu akan mengutipku. Ku yakin selama lamanya kau tidak akan melihat ku lagi'

'Kenapa freen kenapa!!'  isak tangis mulai mengambil alih ruangan itu, enth sampai bila dia akan bertahan dengan semua kelakuan freen keatas dirinya, gadis itu benar benar tidak memiliki perasaan seperti manusia memiliki jiwa tapi tidak memiliki perasaan, ada hati namun tidak hidup, ada raga namun tidak berkerja. Siapa yang melukai mu tuan hingga tidak ada yang menarik bagimu.

Sementara itu freen yang mendengar isak tangis becky hanya buat bodoh dan kembali berinteraksi bersama dirinya sendiri. Berbicara seolah ada orng lain dengan dirinya, termenung jauh memandang langit. Enth dia sendiri tidak yakin siapa yang mengubah dirinya menjadi seperti ini, mungkin keluarga atau memang dia dilahirkan tanpa perasaan. Sedari kecil dia sudah terbiasa mengatakan kata tidak berprikemanusiaan kepada keluarga nya meskipun dihari itu dia tahu gimana rasanya sedih, kecewa, marah dan gimana rasanya menangis. Namun sekarang dia sedar yang dia dapat rasakan hanya sekadar perasaan marah, dendam dan kebencian.

"Ck..bodoh, siapa ingin peduli dengan penilaian manusia tentang diriku, bodoh" ujarnya sedikit keras membentak dirinya sendiri.

"Freen" panggil becky dari depan pintu.

"Hahh...aku tahu kau jijik dengan diriku aku tahu kau benci akan diriku tapi bolehkah kamu bercerita kepada ku, ya mungkin ini aneh tapi aku tahu kamu menyimpan seribu luka yang tidak pernah kau ceritakan kepada orang lain selain dirimu sendiri di versi yang berbeza bukan, freen maaf jika aku mengatakan ini itu akan membunuh nanti jadi tolong ceritakannya kepada ku" ucap becky panjang lebar.

"Hahah kamu sedang melawak? Lihat wajah ku adakah terlihat tertarik dengan kematian? Meskipun ku tahu akhir dari cerita kehidupan itu adalah perpisahan yang mengerunkan iaitu kematian, aku akan tetap dengan pendirian ku menncari luka, penderitaan dan kesakitan di dunia ini untuk semakin kuat, yang kuat akan menciptakan sejarah yang lemah akan kalah, yang berkuasa akan menang yang kuat akan menindas. Jadi aku tidak perlukan tempat cerita seperti dirimu" jawapnya dengan sinis dan tajam.

Becky mulai menundukkan kepalanya dan mengeluarkan isak tangis halus dari bibirnya....

"Freen....kau tidak menyukai ku?" ujarnya sayu penuh dengan putus asa, becky menatap freen kecewa.

"Becky....aku...maaf, aku bukan bermaksud ingin melukai mu..aku" freen memandang lantai merasai rasa bersalahnya terlalu besar terhadap becky.

'Kenapa aku harus merasa bersalah kepada dirinya shibal' umpat freen dalam hati

Freen kembali memandang anak mata milik becky.

Deg....

'Kenapa hatiku serasa sesakit ini, shibal. Apa gadis ini lakukan, tidak, tidak, tidak mungkin aku mengasihi nya....owh iya ini mirip dengan di mimpi ku, apa maksudnya ini? Mimpi sialan!!'

Tangan freen mulai menarik tubuh becky ke dalam pelukannya menenangkan gadis itu dari tangisnya. Perlahan lahan freen mengusap lembut pucuk kepala becky sambil mengucap kata maaf berulang kali dari mulutnya.

"Maaf sudah membasahi bajumu" ujar becky sambil menolak perlahan tubuh freen menjauh dari dirinya.

"Hum" sana pergi dari bilik ku, tidur esok aku akan membawa mu ke suatu tempat. Pakai pakaian yang bagus dan cantik ada sesuatu yang ingin ku tunjuk.

"Baiklah" ujar becky dan berlalu ke bilik tidurnya sendiri, menenangkan diri dari pikiran kacau dan mencoba tidak memikirkan apa yang freen maksudkan. Makala freen kembali ke alam imaginasi nya memandang bulan sabit yang indah dihiasi bintang bintang sebagai penambah hiasan di langit malam.

"Akhirnya aku dapat membalas dendam ku nantinya, terima kasih becky sudah menwujudkan pikiran licik ku ini" senyum kecil dia tampilkan sebelum naik ke atas katilnya untuk tidur.

______________🍀🍀_____________

"Sudah?" tanya freen tanpa memandang becky malah sibuk dengan telefonnya sendiri.

"ya sudah" jawap becky sedikit kecewa karna freen tidak ingin melihatnya sama sekali.

"Okey, ba..ik...lah" ujarnya pelan setelah melihat becky dalam dress soft pink, rambut diikat separuh dan rambut depannya di biar indah tergererai tak diikat.

"Humm, okey ayuklah" ujar freen lagi lalu menarik pergelangan tangan becky ke arah luar apartment nya, bahkan di lift tangan freen tidak pernah melepaskan pergelangan tangan becky sama sekali.

Becky yang baru teringat tangannya masih saja di dalam gengam freen memandang ke arah tangannya dan tangan freen berpaut dan kemudian melihat ke tuan punya badan.

"Ermm freen? Sampai bila tangan mu mengenggam pergelangan tangan ku?" tanya becky lembut takut freen merasa sensetif dengan pertanyaan nya.

"Aaaa~ maaf" sepantas kilat dan sedikit kasar freen melepaskan tangan becky dan mulai mengambil hand sinitizer dari bag kecil lalu menuangnya ke tangan kanannya dimana tangan itu dia pakai untuk menarik pergelangan tangan becky.

Berapa minit berkenderaan dengan kereta milik freen yang dikuasai kesunyian akhirnya tiba di destinasi yang mereka tuju.

Restoran?

Pertanyaan itu mulai muncul dipikirkan nya saat kakinya menginjak restoran mewah bahkan saat dia masih tinggal dengan ibubapanya dia tidak pernah berani menginjak kakinya ke restoran ini. Kenapa? Karna tempat ini hanya untuk business people dan orang yang masih menggunakan uang ibubapanya mustahil untuk menginjak kakinya kesini. Harganya tersangatlah mahal dan harus ada kad business people sebagai pengesahan masuk ke restoran itu.

"Duduk lah" ujar freen melihat becky teragak agak untuk duduk diruangan itu, manakan tidak semua orng yang ada dimeja itu semuanya business people yang kaya raya dan success semua.

"Ba baiklah" ujarnya terbata bata.

"Ini becky...dia adalah....."

Done for today, maaf kalo ceritanya kurang menarik. Laju laju bah aku bikin nih cerita dan satu aku lagi blur, okey terima kasih. Bye bye. Owh ya cerita ini kebanyakan nya red flag🚩 kalo tidak suka red flat boleh berhenti. Makasih🙏

A litte bit psycho, girlfriendTempat di mana cerita hidup. Terokai sekarang