Matthew menatap wajahnya di cermin. Tolong, jangan keluar, tolong, jangan keluar. Sedihnya, cairan bening itu lolos keluar dari matanya mengalir ke pipi, lalu menuju dagu dan akhirnya jatuh ke lantai dingin kamar mandi sekolah. Ia buru-buru mengusap kasar air matanya. Takut akan ada siswa lain yang masuk dan melihatnya menangis hanya karena hal bodoh.
"Kok nggak berhenti sih?!" Matthew mengusap kasar wajahnya yang sudah merah itu, sambil menarik ingusnya yang ternyata lolos keluar.
"Yang pelan ngusapnya.." seseorang tersenyum bodoh-menurut Matthew-di belakangnya.
Sedangkan Matthew tertunduk dan kedua tangannya menumpu di wastafel. Ia benar-benar malu sekarang. Pemuda itu tak bergerak sedikitpun, tetap di posisi tertunduknya.
"Ck, malu banget, asu," gumam Matthew, namun ia lupa bahwa kamar mandi adalah ruangan yang bergema. Pemuda Sung itu tertawa keras mendengar itu.
"Lagian gitu doang nangis, gimana kalo gue tinggalin beneran, behh! Kayanya bakalan tenggelam dunia ini karena tangisan lu," Matthew mencerna perkataan Hanbin, ia menatap pemuda dihadapannya dengan raut abstrak.
"Gimana kalo beneran kejadian?"
[Just Friend]
Hanbin dan Matthew duduk berdua di bangku taman yang tak jauh dari rumah mereka. Hari yang melelahkan sehabis ulangan harian pelajaran matematika, harus dihadiahi berjalan-jalan berdua sepulang sekolah.
Mereka berdua diam menikmati angin kala itu. Matthew dengan bodohnya menatap ke arah matahari yang sangat cerah hari itu. "Aduh! Silau bet."
Hanbin mengalihkan pandangan ke arah Matthew yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dan menggeleng.
"Thew, lu suka lagu apa?"
"Gak waras, random banget lu hari ini, Bin." Matthew menatap Hanbin sekilas kembali mendongak menatap cerahnya langit dan menutupi wajahnya.
"Gue takut lu tiba-tiba ngajak gelud orang dijalan."
"Malah lu yang nggak waras," Hanbin meminum minuman soda yang ia beli sebelum ke tempat ini, lalu membuangnya sembarang. Matthew yang mendengar bunyi kaleng minuman Hanbin yang dibuang asal langsung membuka matanya.
"Oooh, buang-buang sampah sembarang? Mau gue patahin ini tangannya hah?!" omel Matthew lalu meraih tangan Hanbin seolah-olah benar-benar ingin mematahkannya.
"Buang ke tempatnya nggak?! Atau itu kaleng soda gue masukin ke lambung lu?!"
"E-eh!! Iya-iya, bentar," Hanbin meraih kaleng bekas itu lalu membuangnya ke dalam tempat sampah, "Udah kan?"
Hanbin mengangkat kedua tangannya, Matthew tak sengaja melirik gelang yang baru-baru ini dikenakan Hanbin. Modelnya aneh.
"Bin.”
Matthew kembali menutup wajahnya seperti tadi,
"Apa?" jawab Hanbin setengah niat setengah males.
"Itu gelang lu... Dari siapa?" Hanbin terkejut dengan pertanyaan Matthew. Bukan, bukan karena tentang gelang itu, tetapi, biasanya Matthew akan menjawab, 'Nggak jadi,' namun hari ini Matthew menjawab dengan hal lain.
"Gue lupa. Waktu kecil, gue pernah dikasih beginian sama anak kecil juga, cowo, nggak tau umur berapa, yang penting dia masih bocil dah. Gue masih umur 5 tahun kayanya, dia bilang namanya, tapi mana mungkin ingat lagi gue," jelas Hanbin panjang kali lebar kali tinggi.
Matthew hanya ber-oh ria. Tak banyak ambil pusing, tidak tahu nanti malam bagaimana.
Namun.
Malam ini, ada sesuatu yang belakangan ini berputar di kepala Matthew. Pikiran Matthew terpusat pada gelang merah dengan pernak-pernik aneh punya Hanbin. Sebenarnya, tak ada yang aneh dari gelang Hanbin. Namun, Matthew tidak suka dengan konsep couple pada gelang tersebut. Ada sepotong hati yang hanya bisa disatukan dengan pemilik sebelahnya. Sebab itu Matthew tak suka gelang Hanbin.
Matthew menutup wajahnya dengan bantal, "Bocah ngapain harus kapel-kapelan coba? Mana manik-maniknya jelek banget, dih."
Sejenak terdiam, lalu Matthew menyingkirkan bantal tersebut dari wajahnya dan meletakkannya di bawah kepalanya. Pemuda Seok tersebut membuka ponselnya. Pesan, kosong. Instagram, kosong. Twitter, kosong. Tak ada yang memberikannya pesan.
Matthew melempar asal ponselnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend | Mattbin
Fanfiction[DISCONTINUED] I pushed you away, to see if you would stay. Contains harsh words! Out Of Character Matthew! Karakter-karakter di book ini sering cursing/ngomong kasar. Please, leave this book if u uncomfortable. ©jakkkungz
