Flashback...
Ini adalah hari pertama Matthew di sekolah barunya, ia baru saja duduk dibangku sekolah menengah pertama. Pemuda berambut cokelat tersebut benar-benar tidak mengenali seorangpun di sekolah ini.
Matthew hanya memperhatikan anak laki-laki lain sedang bermain bola di lapangan. Ia hanya memperhatikan mereka dari dalam kelas. Matthew kurang baik dalam bersosialisasi di sekolah menengah pertama. Ia tidak mempunyai teman.
"Kamu Matthew, kan?"
Suara anak laki-laki itu terdengar dari arah belakangnya.
"I-iya.." jawabnya terbata-bata dengan sebutir keringat di dahinya.
"Kamu lucu ya," murid tersebut sedikit tertawa. Matanya juga ikut tersenyum.
Matthew meneguk ludahnya, ia tak tahu mau mengucapkan apa. Apakah dia sedang diejek? Atau apa? Namun sepertinya murid dihadapannya ini adalah orang baik.
"Aku nggak lagi ngejekin kamu kok. Gerak-gerik kamu agak lucu, jadinya aku ketawa, jangan marah ya, Matthew?" dia menggaruk tengkuknya, sambil tersenyum kearah Matthew yang masih diam ditempat.
"Matthew?"
Matthew tersadar dari lamunannya.
"E-eh, iya? Maaf ya, aku ngebosenin.." Matthew menunduk, menatap sepasang sepatu yang ia kenakan.
"Namaku Hanbin."
"Nanti kita pulang bareng ya, Thew?" tanyanya sembari menepuk pundak Matthew.
Matthew mengangguk cepat, ia senang mendapat teman pertamanya.
Bel pulang telah berbunyi, Hanbin berdiri di depan gerbang sekolah menengah pertama tersebut, ia menunggu Matthew yang katanya ingin ke kamar mandi. Setelah menunggu beberapa menit, laki-laki berambut cokelat tersebut muncul dengan senyum malu-malunya. Hanbin sedikit tidak percaya ada orang yang sangat menggemaskan seperti Matthew.
"Yaudah, ayo jalan," ajak Matthew, ia berjalan dengan Hanbin yang mengikutinya di belakang. Secara tidak sadar, Matthew telah meninggalkan Hanbin berjalan di belakangnya. Laki-laki bermarga Seok tersebut terlalu cepat melangkahkan kakinya yang sedikit pendek itu.
Hanbin mengerutkan keningnya.
"Matthew, tungguin aku dong, kita kan teman, seharusnya kamu di sebelah aku jalannya," jelas yang lebih tinggi, ia sedikit berlari agar dapat menyeimbangi langkahnya dengan Matthew.
Langkah Matthew melambat, ia menatap laki-laki bermarga Sung tersebut sibuk mempercepat langkahnya agar dapat berjalan tepat di sampingnya, "Kata mamaku, orang yang lebih tinggi itu langkahnya lebih lebar, jalan mereka biasanya cepat. Tapi kok kamu enggak ya?"
"Karena kamu jalannya kecepetan, pendek," ejek Hanbin sedikit menunduk kebawah menatap Matthew yang lebih pendek. Hanbin ingin tertawa keras, Matthew terlihat sangat menggemaskan jika dilihat dari atas seperti ini.
"Kamu jahat banget, Hanbin. Mama aku bilang, kalo aku itu normal. Gak tinggi dan juga gak pendek. Kamu aja yang ketinggian!"
"Mana ada murid laki-laki lain yang bentuknya kaya kamu, Thew. Kamu pendek, tapi cocok sih buat kamu, kamu lucu," jelas Hanbin. Matthew sedikit senang ada yang memuji dirinya lucu, namun ia tidak dapat menerima sebagian perkataan Hanbin yang sebenarnya fakta.
"Hanbin, aku itu nggak pendek! Kamu ini ngeselin banget!" Hanbin meringis ketika Matthew memukul lengannya dengan brutal.
"Sakit, Matthew! Yaudah deh, kamu nggak pendek..."
"Aku mau pulang sendiri aja, aku kesel sama kamu, besok-besok aku enggak bakal mau pulang bareng kamu lagi." Matthew mempercepat langkahnya, meninggalkan Hanbin yang bingung. Laki-laki bermarga Seok tersebut sedikit menghentak-hentakkan kakinya, ia kesal dengan perkataan Hanbin.
Namun Matthew berharap Hanbin menahannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Friend | Mattbin
Fanfiction[DISCONTINUED] I pushed you away, to see if you would stay. Contains harsh words! Out Of Character Matthew! Karakter-karakter di book ini sering cursing/ngomong kasar. Please, leave this book if u uncomfortable. ©jakkkungz
