#11. Berantakan.

97 13 1
                                        

Setiap hari, Matthew selalu terpaku pada gelang Hanbin. Matanya tak pernah lepas dari gelang itu. Ia penasaran. Saat mereka berdua sedang di dalam bus, Matthew memperhatikan gelang itu. Saat berada di dalam kelas, ia tak pernah mengalihkan pandangannya dari gelang itu. Terlampau pemasaran, hingga-hingga otaknya mulai tak terlepas dari gelang tersebut.

Mereka adalah murid pintar, kegiatan mereka berdua setiap minggu hanyalah bangun, sekolah, belajar, makan, belajar, belajar, kencan kecil-kecilan di minimarket, tidur, dan seterusnya begitu. Dan mestinya setiap percakapan mereka selalu berlatarbelakang perpustakaan, sekolah, atau minimarket.

Saat ini mereka sedang belajar untuk Ujian Tengah Semester. Matthew benar-benar ingin bersungguh-sungguh, namun gelang sialan kepunyaan Hanbin selalu mengalihkan perhatiannya. Matthew ingin bertanya kepada Hanbin banyak hal tentang gelang itu, namun mulutnya seolah di bekam saat ingin membuka mulutku.

“Kalo gini ceritanya, gue ngga yakin bisa peringkat pertama lagi!” Matthew frustasi. Kembali memberantaki rambutnya lalu menjatuhkan kepalanya ke meja.

“Gini mulu dah. Tantrum lu?” bingung. Hanbin cukup bingung melihat sahabatnya ini. Ia terlalu mudah menyerah sebelum mencoba. Terlalu cepat mengeluh.

Matthew tersinggung dengan perkataan Hanbin, “Diem. Lu masalahnya.”

“Loh, kok gue?” oke, Hanbin benar-benar bingung.

“Diem.”

[Just Friend]

74. Nilai Matthew di UTS fisika. Matthew frustasi sudah.

Cinta benar-benar menghancurkan dirinya. Namun, pemuda itu belum puas dengan tebak-tebakannya tentang gelang Hanbin. Ia belum selesai dengan hal itu. Sialan.

“GUE KENAPA SIH, BANGSAT?” teriak Matthew kepada angin sore. Dia berada di rooftop. Hanbin ingin pulang lebih awal, sedangkan Matthew tak mau pulang.

Dan disinilah tubuh lelah itu berdiri. Sok tegap, sembari meneriakkan masalahnya, merutuki Hanbin sampai-sampai merutuki dirinya sendiri. Tak tahu apa masalahnya, terlalu banyak. Tak bisa menjawab saat orang bertanya, “Apa masalahmu?”

Terlalu banyak. Dan itu diluar batas kemampuannya.

Dia butuh Hanbin.

Butuh Hanbin yang mungkin sedang menerka-nerka siapa pemilik sebelahnya gelang miliknya itu. Atau mungkin... ia sudah tahu orang itu ada di sekitarnya.

Siapa orang itu ?

Mattbin & Sha loves U.

Just Friend | MattbinCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang