Chapter 9: masih sama

38 14 3
                                        

Happy Reading!

*****

“mungkin emang belum saatnya gue dikasih Bahagia,"

-Agrain Astara Gasendra

******

USAI pulang sekolah Agrain benar-benar pergi ke lapangan Basket untuk memenuhi janjinya kepada Kavelo. Di bawah langit Senja dan hembusan angin kencang, Terdapat 11 orang remaja cowok dengan jersey Futsal khusus. Latihan pertama yang dilakukan adalah, Deadlift, box squat, lunge lateral, plank, dan dumbbell press. adalah jenis latihan untuk melatih kekuatan untuk atlet sepak bola, sebelum, Latihan teknik dimulai.

“oke, saya rasa untuk latihan kebugaran ini cukup. Untuk selanjutnya, Tim akan dibagi menjadi dua kelompok, karena ada sebelas orang, jadi saya bagi, enam per lima orang.” papar coach yang bernama Alvin.

Setelah membagi kelompok, Permainan pun akan segera di mulai.

"Oke mulai!"

Sebelum permainan dimulai, Kavelo menatap manik mata Agrain dengan tatapan tak suka, Seraya tersenyum smirk dan meremehkan. Tapi itu semua sama sekali tidak menggoyahkan dirinya sama sekali.

Prittt!

Pluit sudah di tiup oleh Coach Alvin, pertama permainan akan segera di mulai. Jeda setelahnya, kedua tim yang di pimpin oleh Agrain dan Kavelo sama-sama berambisi untuk memasukkan bola kedalam gawang.

Sekarang bola di kuasai oleh Agrain. Cowok itu dengan santai bermain dengan teknik yang sudah di ajari oleh pelatih.

"AYO AGRA! PAKAI TEKNIK YANG SAYA AJARI MINGGU LALU, UNTUK KELABUI LAWAN!" Intruksi Coach Alvin dengan antusias.

Tentu saja Kavelo merasa di anak tirikan, bukan kah yang menjadi Kapten adalah dirinya? Jelas iya jawabannya. Tapi selama ini, Coach Alvin lebih berpihak kepada Agrain. Tentu itu membuat faktor kebencian nya terhadap Agrain bertambah.

"GHIO," Teriak Agrain kepada salah satu tim nya yang bernama Ghio. Agrain mengoper bola tersebut kepada teman se-tim nya itu.

Namun, Kavelo lebih dulu menyambar bola. Membuat Ghio berdecak.

"SORRY GRA!"
Agrain hanya mengangguk lalu kembali bermain untuk menguasai bola kembali.

"Lo gak akan bisa ngalahin gue, anak kurang kasih sayang," batin Kavelo.

"AYO-AYO SEMUANYA SEMANGAT!" Teriak Alvin dari sisi lapangan, merasa mereka semua kehilangan semangat.

Agrain berlari dengan kaki jangkung nya, hingga di dalam titik posisi berada di depan Kavelo. Secepat kilat, Agrain kembali merebut bola itu membuat senyuman nya terbit.

"Sial!"

Dirasa sudah bebas pergerakan lawan, tanpa basa-basi Agrain melakukan shooting hingga mencetak satu poin.

"Good job!" Puji Alvin merasa bangga. Agrain hanya membalasnya dengan senyuman tipis.

"Gila keren banget lo, Gra. Kapan-kapan ajarin gua juga ya?" Ucap Galang teman se-tim nya. Seraya berjabat tangan.

"Gue masih belajar juga, Gal. Tapi InsyaAllah, kalau gue ada waktu gue ajarin," balas Agrain menepuk pundak Galang.

Kavelo yang melihat drama memuakkan itu segera pergi dari lapangan dengan wajah datar dan dinginnya. Membuat yang lain saling melempar pandang.

Alvin yang mengerti dengan situasi langsung memecahkan keheningan "Sudah jangan di hiraukan. Latihan hari ini saya akhiri sampai sini, Lusa kita latihan lagi,"

AGRAIN: Life After Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang