"Apa Mama lo perduliin lo?" Ucap Larva bertanya dengan emosi tertahan. "-Apa Mama lo anggap lo ada?"
"Sadar! Jangan bego! Lo cuman dijadiin bayang-bayang sama nyokap lo! Sampe kapan lo gini? Dari kecil Gra, Dari kecil! Berapa tahun lo harapin kasih...
Pulang sekolah tentunya hal yang paling melelahkan, rasanya pasti ingin tidur seharian, sama seperti hal nya dengan Agrain. Cowok yang masih mengenakan seragam itu, masih tertidur terlentang di Sofa, seraya memejamkan matanya dan memutar musik.
Namun, semuanya tak berlangsung lama, saat ponselnya berdering terus-menerus. Dengan Wajah malas, Agrain mengambil ponselnya di atas Nakas, mungkin kah itu, orang iseng. Ah sudahlah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah membaca pesan itu, Agrain langsung tersadar, bahkan rasa kantuk nya sampai menghilang begitu saja. Reflek Agrain beringsut bangun dari tempat tidur, kaki jangkung nya berjalan menuju balkon Kamar. Tanpa basa basi lagi, ia menekan ikon hijau yang tertera di nama kontak tersebut.
Tersambung...
"Pa, jelasin sama Aku. Beneran Mama Besok boleh pulang?"
"Benar. Keadaan Mama kamu sudah jauh lebih baik."
Agrain tersenyum senang.
"Papa sibuk, papa matiin dulu ya. Nigth boy,"
Agrain melempar ponselnya ke sembarangan arah lalu berjingkrak, ia tidak sabar menunggu hari esok, Menemui sang Mama yang sangat ia rindukan sosoknya.
*****
Suasana Kantin SMA Bina Utama begitu ramai dari biasanya, terutama dibagian ujung Kantin terdapat Lima orang remaja. Suasana meja begitu Rusuh, ada juga yang tengah makan siang, dan bermain game di ponselnya seperti, Damian dan Gara.
"Makan Gra, jangan senyum-senyum mulu, ngeri gue," titah Larva menyodorkan mangkuk Bakso yang baru saja di pesan nya.
"Lagi dimabuk kasmaran ya? Kemarin gue liat lo sama cewek di taman." timpal Raska menyenggol lengan Agrain, kebetulan mereka duduk bersebelahan.
Agrain membulatkan matanya, sementara Larva? Jelas terpancar aura tengilnya.
"OH MY GOD! DEMI APA ABANG GUE PUNYA PACAR! WOI, AGRA PUNYA PACAR! DIA GAK HOMO!" teriak Larva berdiri di bangku seraya berteriak seperti orang gila tak tahu malu.
Agrain meruntuki Sikap bodoh sepupunya yang di luar Naral. Lihat, sekarang seisi kantin memperhatikan nya dengan tatapan yang sulit dipercaya.
"Gak waras lo anjirr." maki Damian.
"Stress." Lanjut Gara.
"Sinting," ucap Agrain.
"STOP! JANGAN HINA GUA OKE? HARUSNYA LO SEMUA SENANG, AGRA UDAH NGGA JOMLO!" Balas Larva masih dengan teriakan mautnya.