Happy reading^ semoga suka💙
13. DEATH
"Mian, proposal yang lo suruh buat kemarin udah gue beresin nih,"
Neva Aurelia-yang merupakan sekertaris OSIS. -memberikan map yang berisi proposal tersebut ke tangan Damian.
"Oke, thanks." Balas Damian tersenyum tipis.
"Oh ya, Mian. Gue mau ngundang lo ke acara aniversary sepupu gue, gue harap lo dateng ya." Kata Neva penuh harap.
"Cuman gue yang di undang? Temen gue?"
Neva menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Eum... Gimana ya, bukannya gue gak mau ngundang tapi acara ini privat. Tapi berhubung kita temen satu organisasi juga jadi gapapa, mau ya lo dateng?"
"Gue-"
Belum sempat Damian melanjutkan perkataan nya, tiba-tiba saja seseorang menubruk punggungnya membuat Damian tersungkur dan ketumpahan kopi cup milik siswi lain. Neva yang melihat itu langsung mendorong sang pelaku.
"Maksud lo apaan hah?! Lo sengaja kan?! Mau caper?" Sentak Neva dengan emosi tersulut.
"Gue gak sengaja sumpah! Maafin gue, gue gak sengaja injek tapi sepatu,"
"Nggak usah ngelak! Lo pikir gue gak tau gimana kelakuan cewek-cewek di sekolah ini yang suka caper sama 'ketua OSIS?" Cetus Neva melipat kedua tangannya di bawah dada. Dan Terukir senyum merendahkan, membuat cewek yang tak sengaja menabrak Damian tadi ikut terbawa emosi.
"Apa? Caper sama ketua OSIS? Coba lo liat tali sepatu gue lepas! Lo pikir gue sengaja?"
Neva bergeming.
Damian bangun dari posisi jatuh nya.
Kemudian berjalan menghampi keduanya. "Nev, udah! Mungkin dia gak sengaja, gue juga gak kenapa-napa."
"Baju lo basah, Mian! Pokoknya cewek ini harus di hukum! Ayok ikut gue!"
Neva menarik paksa pergelangan tangan Seyna-walaupun Damian terus berteriak untuk melarang Neva melakukan itu.
"Neva!"
Tak ada pilihan lagi, Damian berlari menyusul keduanya. Di luar dugaan Neva membawa Seyna ke arah gudang, siswa-siswi yang tak sengaja melihat itu tak mau ikut campur. Mereka tahu betul bagaimana sifat Neva jika saja ada orang yang berani berurusan dengan Damian-mereka dengar-dengar sih kalau Neva suka dengan Damian. Bahkan Neva pernah menembak Damian pada saat kelas 10. Tapi hasilnya di tolak.
Jika dengan itu Neva menyerah, tentu tidak. Walaupun tidak terang-terangan mengejar, Neva tetap berusaha agar Cinta nya tidak bertepuk sebelah tangan.
Di sisi lain Falesha tengah berjalan dengan wajah kesal. Dia masih sebal prihal di kantin ketika bertemu nya dengan cowok tadi. Cowok yang membuat darah tensi nya naik.
"Semoga gue gak ketemu lagi sama cowok tadi, liat muka nya aja pingin tak hih, terus gue lempar ke laut Selatan biar dijadiin dayang-dayang sekalian." Gumam Falesha sembari menggedikan bahu.
"Lepasin gue! Lo mau bawa gue kemana sih!"
"Banyak omong ya lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
AGRAIN: Life After
Novela Juvenil"Apa Mama lo perduliin lo?" Ucap Larva bertanya dengan emosi tertahan. "-Apa Mama lo anggap lo ada?" "Sadar! Jangan bego! Lo cuman dijadiin bayang-bayang sama nyokap lo! Sampe kapan lo gini? Dari kecil Gra, Dari kecil! Berapa tahun lo harapin kasih...
