kerusuhan dipagi hari

3K 279 8
                                    

Mata emerald itu terbuka, menampilkan mata hijau indah senada milik sang ibu.

"Pagi dear, cup...apakah tidurmu nyenyak?" James memberikan morning kiss untuk Harry tepat di keningnya, entah kenapa dia benar benar sangat menyayangi putranya sebelum kesempatan itu menghilang.

"Morning dad, hoam aku mau mandi dan bersiap-siap, jam berapa sekarang dad?" tanya Harry duduk di tepi ranjang, dia benar benar sangat senang saat ibunya Lily ternyata adalah seorang time travel dan itu membuatnya sangat senang saat bertemu dengan ibunya yang sudah lama mati saat melindunginya.

"Sekarang jam 6, kau mau istirahat Harry? Dad tidak ingin kau kelelahan saat sampai disini" ucap James mengelus kepala Harry.

"Tidak dad, aku selalu terbiasa dengan bangun pagi, entah kenapa aku bangun terlambat sekarang, mungkin aku tidur dengan dad dan merasa aman" ucap Harry dan membuat James tersenyum.

"Sebelumnya, bisakah dad menanyakan sesuatu? Siapa ibumu Harry?" Tanya James, dia duduk di samping Harry dan mulai menunggu jawaban nya.

"Sorry dad, aku tidak bisa mengatakan nya, jadi aku akan tetap tutup mulut dan mungkin aku tidak akan pernah mengatakannya jika kau benar-benar sudah mengetahuinya sendiri" ucap Harry dan hanya ditatap kecewa oleh James.

"Hah baiklah, aku tidak akan memaksamu, ayo buka piyama mu dan aku ingin mempunyai kesempatan untuk memandikan putraku yang sudah besar ini" ucap James, dia mendekat ke arah Harry dan Harry yang mulai waspada.

"Dad, menurutku itu bukanlah hal yang bagus, aku bisa melakukan nya sendiri, aku sudah besar dad" ucap Harry yang Mana membuat James tersenyum.

"Ayolah, ayahmu sendiri masak malu, kemari kau" ucap James dan kini dia mulai mengangkat tangan untuk menggapai lengan Harry, saat seperti itu James benar benar seperti pedo yang ingin mengarungi seorang anak kecil imoet untuk dibawa pulang.

"Dad nooo!!!" Harry berlari, menuju ruang rekreasi dan mulai meminta bantuan kepada ibunya, barang kali ibunya mau membantu nya.

"Harry kembali, kau harus mandi!" Teriak kejar James dan menjadi tontonan para anak anak gryffindor lainnya yang sedikit terhibur dengan kedua Potter.

"Mom tolong Harry!!!" Harry berlari mengitari meja dan kursi, berlari menghindari James yang berusaha untuk menangkapnya. Oh ayolah, mereka sudah pernah dewasa dan kini kedua anak dan bapak itu bermain layaknya anak kecil saja.

"Harry ayolah, kemari aku tidak menggigit" ucap James, membuat tubuh Harry sedikit merinding. Tidak lama setelah itu adalah Lily datang bersama Alice dan yang lainnya, dia menggelengkan kepalanya dan menatap kedua anak dan ayah itu.

"Sepertinya sudah cukup untuk bermain mainnnya, kalian harus mandi dan bersiap-siap untuk menuju ke greet hall" ucap Lily berkacak pinggang, dia menuju kedua anak dan ayah itu dan menjewer nya ke kamar mandi, semua orang yang ada disana terkikik dan tertawa melihatnya.

Benar benar pasangan anak dan ayah, suka membuat keributan.

.

.

.

"Ini semua salah dad, Lily jadi memarahiku kan" Rajuk Harry mengerucutkan bibirnya.

James mencubit pipi Harry dan berseru gemas "kau putraku yang paling menggemaskan, lebih baik kau ku kurung di rumah saja dari pada harus di biarkan bersama teman laki-laki mu karena ayahmu yang tampan ini akan menjagamu dari pedo dan para bajingan di luar sana" ucap James, dia benar benar ingin menggendong dan mencium Harry jika saja dia tidak ada di dalam ruangan Greet hall bersama teman temannya.

"Hmpp aku tidak perlu itu, bahkan semua anak laki-laki hanya tertarik dengan cerita ku yang sebagai the-boy-who-live saja, mereka tidak akan tertarik padaku" ucap Harry dan james yang kini mulai mengambilkan makanan untuk Harry ke dalam piringnya.

father and mother (Drarry)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang