ᑲᥲᑲ 14

1.7K 72 4
                                        

jangan lupa vote.

selamat membaca~







biru tersenyum polos ketika pria itu menoleh dengan kesal.

"hehe, sowwy ka jae"

"it's okay sayang" jawab jaegar

so, pria yang menangis sendirian di taman adalah jaegar.

"kaka kenapa di sinii?"

"anak kecil gaboleh kepo"

"biyuu udaa gede!"

biru menggerutu karena sebal, biru duduk di depan jaegar dan memajukan wajahnya untuk melihat mata jaegar.

"ihh mata ka jae merah, kaka menangis dari kapan?"

belum sempat jaegar menjawab tiba-tiba tubuh biru melayang karena di gendong seseorang, biru menoleh dan ternyata itu harsa.

"eung? kakaaa kenapa angkat angkat biyuuuu"

harsa mengabaikan pertanyaan biru dan berpamitan pada jaegar. "gue duluan gar"

harsa membawa biru ke parkiran karena ini memang sudah waktunya pulang sekolah, biru melihat vodka dan sepupu biru lainnya sudah menunggu.

"dari mana biru sa?" tanya vodka

"di taman belakang sama jaegar" jawab harsa

"beduaan doang?" sela karel cepat

"iya"

iris mata abu-abu karel menatap biru tajam, biru menyengir polos.

"hehe, tadii biyuu liat ka jae nangis makanya biyuu samperinn" jelas biru

mereka pun pulang dengan biru dan harsa yang menaiki mobil sedangkan yang lainnya naik moge masing-masing.

skip, kini biru tengah bersantai di kamar dan merasa kebosanan, biru turun ke ruang tamu.

biru memasukkan permen dan mengambil korek lalu bermain-main seperti hendak menyalakan rokok.

Tiba-tiba..

"xabiru!" bentak kalingga

biru terkejut, dan hendak menyembunyikan korek itu, Kalingga mendekat dan menepuk pipi biru cukup kuat.

plak!

"eumm huhu!"

Kalingga menarik rokok itu keluar dan terkejut karena itu hanya permen bukan rokok sungguhan.

"hiks kaka pukull biyuuuu!" biru menangis kuat

Kalingga memeluk biru dan berbisik meminta maaf.

"sorry honey, pipinya sakit banget? sorry... biru maafin kaka sayang, pukul kaka juga"

10 menit berlalu, kini biru berada di pangkuan kalingga sedang mengompres pipi biru dengan es batu.

"dingin... tidaa mau lagii" ucap biru pelan dan menjauhkan pipinya dari kompresan itu.

"bentar lagi sayang, biar ga bengkak pipinya"

"eumhh tidaa mauu"

biru menyembunyikan wajahnya di dada bidang kalingga, kalingga menghela nafas dan menaruh kompres di meja, kalingga mengelus rambut biru dan masih berbisik meminta maaf.

"masih sakit sayang? i'm so sorry.."

kalingga yang tidak menerima respon apapun berfikir jika biru marah, kalingga melepaskan pelukan biru dan ternyata biru tertidur, kalingga terkekeh pelan antara khawatir dan geli.

"huh.. sleep well semesta kaka"

kalingga pun membawa biru ke kamarnya dan tidur bersama-sama biru.

2 jam berlalu, dan kini sudah pukul  4 sore.

biru menggeliat dalam pelukan kalingga dan mulai terbangun, biru mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya.

"sudah bangun sayang? nyenyak tidurnya pretty?"

"huum iyya.." jawab biru dengan suara serak

biru pergi mandi sedangkan kalingga memainkan ponselnya di kasur, tak lama biru keluar dengan rambut basah dan sudah memakai pakaian.

𝐛𝐢𝐫𝐮 𝐨𝐮𝐭𝐟𝐢𝐭'𝐬

kalingga bangkit dan mendekati biru, kalingga melingkarkan tangan kekar nya di pinggang ramping biru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

kalingga bangkit dan mendekati biru, kalingga melingkarkan tangan kekar nya di pinggang ramping biru.

"kaka, bantuin biyuu keringin rambutt"

"anything for u honey"

kalingga membuka handuk yang melilit di rambut biru dan mengeringkan rambut biru menggunakan hairdryer.

❀❀❀❀

setelah mengeringkan rambut biru, mereka turun ke bawah untuk menemui yang lain, biru melompat ke pangkuan merapi.

"sayang, kaka mau bikin cookies, biru mau ikut?" tanya harsa

"mauuuu, biyuu mau bantuinnn"

biru bangkit dari pangkuan merapi dan mengikuti harsa ke dapur dengan gembira.

"nanana~"

saat sedang mengocok telor biru di minta harsa untuk membuka tepung, biru dengan semangat membuka tepung itu namun malah robek dan tepung berhamburan di mana-mana, wajah biru pun terkena tepung di seluruh wajah biru.

"sayang udah belum- ehh! biru ya ampun ahahahaha" harsa menoleh dan menertawakan kondisi biru.

"kaka ihhh" rengek biru sebal

merapi yang baru tiba menertawakan kondisi mengenaskan biru, dengan masih terkekeh geli akhirnya merapi membantu biru membersihkan wajahnya.

"hmphh! tidaa mau lagi buka tepung"

biru cemberut dan duduk di meja makan, menunggu maid membersihkan kekacauan akibat ulah biru.

"sayang, sini bantuin kaka ngadon"

"iyaaa"

biru mendekati harsa dan membantu harsa, beberapa saat kemudian semua cake sudah matang dan kini biru tengah menghiasinya.

harsa kebingungan melihat strawberry yang sudah diiris-iris dengan cantik tidak ada di piring, rahas melihat cake itu belum satupun di beri strawberry, harsa menoleh dan melihat pipi biru menggembung dengan sudut bibir terdapat bekas sisa strawberry.

"ya Tuhan..." harsa terkekeh gemas

biru menatap harsa polos dan menyengir.

"hehe sowwyy kakaa"

"it's okay sayang"

biru dan harsa pun membawa cake cake itu ke ruang tamu, mereka memakan bersama-sama.





haiii terimakasih sudah membaca cerita saya.

i'm so sorry karena nunda buat up lama sekali hehe, sebenarnya saya mau up 2 bab hari ini, tapi bab 15 masih kurang panjang jadii mungkin bab 15 saya up nanti malam/besok.

sebenarnya part ini yang ke hapus kemarin bukan begini alurnya, karena saya udah lupa dan males nginget lagi jadi saya ganti alurnya.

tetap tinggu kelanjutan kisah xabiru, papayy!

Xabiru. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang