Raden kian Santang saat ini sedang berada di Wismanya untuk menjalankan ke wajibannya sebagai seorang muslim setelah itu dirinya
Termenung di dalam Wismanya.Kian Santang" ya Allah , sungguh aku merindukan saat bersama keluarga ku ingin rasanya aku merasakan kembali kebersamaan itu lagi" ucap Raden kian Santang, namun dirinya tau itu sangat lah sulit karena para golongan hitam yang selalu
Menggangu nya.TOK
TOK
TOK
Kian Santang" siapa disana.
(Kami emban Raden , maaf menganggu istirahat Raden
Raden sudah di tunggu keluarga istana di taman belakang istana) ucap
Emban."Terimakasih emban sudah memberi
Tahuku, aku akan menyusul nanti" ucap kian Santang .Kian Santang langsung merapikan
Alat sholat nya dan langsung menyusul keluarga nya di taman belakang istana.Skip
Kian Santang" assalamualaikum,
Sampurasun ayahanda,ibunda Raka
Yunda Rayi" ucap salam Raden kian
Santang.All- keluarga kian Santang.
Waalaikumsalam/rampes/Raka/Rayi/ putraku.
Dewana" Raka sini " ujar Raden dewana yang menarik tangan Raka nya untuk duduk di samping nya.
Dan di samping kiri kian Santang adalah adik nya Surosowan.
Prabu Siliwangi" putra ku , ayahanda
Tau kau pasti bingung kenapa kita berkumpul disini bukan, ayahanda mendengar dari Raka mu jika kau ingin menghabiskan waktu bersama ,
Kami putraku dan disinilah ayahanda mengumpulkan kalian disini" ucap prabu Siliwangi.Raden kian Santang terharu sungguh ,
Dirinya sangat ingin menghabiskan waktu bersama keluarga nya.Kian Santang" terimakasih Raka Abikara, ayahanda" ujar kian Santang yang terharu dirinya berharap golongan hitam tidak menganggunya.
Abikara"sama sama Rayi, dan kau jangan khawatir golongan hitam tidak akan menganggu kita semua" ucap Abikara.
Dan seharian ini Raden kian Santang,
Benar benar menghabiskan waktu
Bersama keluarga nya , nyimas Rara Santang merasa bahagia akhirnya senyum milik Rayi bungsu nya yang
Sempat hilang kembali lagi.Rara Santang" Raka walang, apa Raka
Tau apa yang paling berharga dalam hidup ku Raka" ucap nyimas Rara Santang yang membuat Raden walang
Bertanya dalam benak nya.Menangkap raut penasaran dari
Wajah sang Raka Membuat nyimas Rara menjawab rasa penasaran sang
Raka."Yang berharga dalam hidupku adalah senyum manis dan indah,
Milik Rayi kesayangan kita Raka
Coba Raka pikirkan setelah dirinya
Menjadi putra mahkota,apa lagi
Dengan serangan terus menerus dari pihak golongan hitam, itu membuat
Rayi kian Santang tidak pernah lagi,
Tersenyum Raka" ucap Rara Santang dengan sedih.Nyimas Ratna Wulan" kau benar Rayi
Rara Santang, sejak Rayi kian di nobatkan menjadi putra mahkota,
Dan di tambah lagi serangan dari pihak musuh membuat Rayi kian,
Tidak pernah tersenyum , kalaupun
Diri nya tersenyum namun itu adalah senyum kepalsuan Raka /Rayi" jawab
Ratna Wulan yang melihat Rayi nya kian Santang yang sedang tertawa bersama ketiga Rayi nya dan kembaran nya.Gagak ngampar" kalian benar nyimas
Sudah lama sekali aku tidak melihat senyum indah itu , kalian tenang saja kami para Raka nya tidak akan membiarkan senyum itu hilang lagi" ucap gagak ngampar pada kedua adik perempuan nya serta dirinya sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
Putra Mahkota Padjajaran.
Fanfictionkisah perjalanan hidup seorang putra mahkota Padjajaran yang sangat di cintai rakyatnya serta di jaga dengan ketat oleh semua keluarga apa lagi para saudara/i nya yang sangat overprotektif pada dirinya ,bukan hanya itu saja dirinya memiliki darah su...