02. Drama Pagi Hari

2.1K 137 11
                                        

💚💚💚

"ADEKKKK, BANGUNNN!!" Pekikan dari seseorang yang paling menyebalkan itu, menjadi suara pertama yang Zergio dengar pagi ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"ADEKKKK, BANGUNNN!!" Pekikan dari seseorang yang paling menyebalkan itu, menjadi suara pertama yang Zergio dengar pagi ini.

"Abang ini apa, sih?! Berisik sekali!!" sungut si kecil menatap sinis kakak termuda nya.

"Bangun gak, kamu?! Ini hari pertama sekolah, masa mau telat?!" Leo menatap garang adiknya yang justru mengeratkan pelukannya pada guling.

"Adek, bangun!!"

"Kamu ini udah naik kelas enam!! Harus belajar banyak banyak, loh."

Melihat respon sang adik yang acuh tak acuh, Leo pun merenggut kesal. "Jio?! Kamu ini bandel banget, sih?? Ini Abang capek tau, bangunin kamu!!"

Zergio yang merasa tak tahan dengan segala omelan Leo, lantas terduduk dari tidurnya. "Ya kalo Abang capek, gak usah dibangunin!!"

"KALO GAK DIBANGUNIN, KAMU GAK MAU BANGUN!!"

"Ya biarin!!"

"Nanti telat, terus kamu gak sekolah!!" Leo berkacak pinggang, menatap tajam tatapan sinis dari manik sipit si bungsu. "Kalo gak sekolah, emangnya mau jadi bodoh?!"

"Abang do'a nya kok gitu??"

"Ya emang bener?? Kamu itu udah bodoh, makin bodoh nanti!!" cecar Leo yang terlampau kesal, sampai tak menyadari mimik sang adik yang sudah siap meluncurkan air terjun.

"Abang jahat!!"

Setelah mengatakan itu, Zergio segera berlari menuju luar kamar. Lengkap dengan air mata yang mulai bercucuran. Sudah bersiap mengambil ancang ancang untuk mengadu pada seluruh penjuru rumah, bahwa ia telah terzolimi oleh seorang Leondra Bahuwirya.

Tepat saat dirinya berlari melewati kamar kedua orang tua nya, Zergio mendapati papi Damar yang juga baru keluar kamar. Langkah anak itu seketika berhenti, seperti ada magnet yang menahan kaki kecilnya.

Melihat sang anak yang tengah menatapnya lekat, papi Damar pun berjalan menghampiri. "Adek? Kenapa?" tanya nya mengusap rambut si bungsu.

"HUWAAA, PAPII HUWAAA!!" Dan betapa terkejutnya papi Damar, saat sang putra tiba tiba menangis keras di hadapannya.

"Hey? Ada apa, hm? Jagoan Papi kenapa?"

Mendengar suara sang ayah yang justru terlihat panik, Zergio semakin melancarkan aksi nya. "HUHUU PAPIII, ABANG JAHATT, PAPI!!"

"Abang? Abang yang mana, Nak?" tanya papi Damar terlihat bingung. Tangan kekarnya mengangkat si kecil, membawanya dalam gendongan hangatnya. "Cupcup, jagoan masa nangis, hm?"

"Ka--hiks, kata abang, Ji-jio bodoh, HUWAAAAA!!"

Papi Damar reflek memejamkan mata saat suara lengkingan Zergio memasuki gendang telinga. "Sstt, cupcup. Mana abangnya? Biar Papi marahin."

Rigel AjishakaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang