Meow - 07

3K 338 41
                                        

~○●○●○~

Nana, kucing putih dekil bernama asli Jaemin itu dalam wujud manusia lagi duduk lesehan sambil cemilin whiskas pakai susu, berasa seperti sereal. Matanya sibuk memandang yang lainnya lagi main uno tal jauh dari keberadaan Jaemin. Mereka di dapur ngomong-ngomong.

"Gue ramal dia bakal bawa kucing lagi." Celetuk Jaemin tiba-tiba.

"Diem lu dekil." Saut Chenle.

Jaemin manyun, dia ganteng kok, dekil karena tidak mandi aja.

"Serius deh, ramalan gue biasanya nggak meleset." Kata Jaemin lagi.

"Mentang mentang mirip dilan jangan sok meramal deh." Celetuk Haechan.

"HUAAAAA MAMAAAAA!"

Mereka sontak saling pandang tiba-tiba terdengar suara Renjun.

"Njirrr.. Renjun dah pulang."

"Cepet banget sih nggak seru huuuu..." keluh Jeno.

"Berubah bego!"

Poof!

Dalam sekejap mata ruangan yang tadinya berisi manusia berubah menjadi makhluk fluffy. Semua kucing itu berbondong-bondong pergi ke ruang tengah untuk mencari tahu keributan apa lagi di buat sang tuan rumah.

Sesampainya di sana mereka di buat tercengang sama kondisi Renjun, cowok mungil itu lagi ngomel setengah menangis sama kucing hitam yang lagi sibuk berlarian buat cari jalan keluar. Yang bikin salah fokus itu lengan Renjun penuh dengan luka cakaran bahkan sampai mengeluarkan darah yang udah mengering. Chenle cuma bisa geleng kepala, babunya ini ada aja kelakuannya, tadi kecebur di selokan, sekarang begini ini terus besok apa lagi? Tertabrak truk?

"Hiihhh dasar kucing belangsak! Gue bikin sate kucing baru tau rasa!"

"Huhuuu Mama~"

Renjun sesegukan, sumpah demi apapun kedua tangannya sakit banget dan perih. Dia emang sering di cakar Chenle karena mengganggu kucing itu tapi tidak sebanyak ini juga. Salah Renjun sih, itu anak yang cari gara-gara duluan.

Saat di perjalanan si kucing terus memberontak tidak mau ikut tentunya dan Renjun kekeuh mempertahankan si kucing, jadilah adegan gelud di antara mereka. Kucing itu terpaksa mencakar Renjun buat melepaskan diri lalu Renjun yang bebal masih meluk si kucing rela tangannya yang di bablas abis-abisan. Jadinya, ya, begitu deh, cowok itu baru merasakan sakitnya pas sampai rumah.

Renjun menatap kemusuhan kucing hitam yang lari ke arah dapur terus beralih menatap kucingnya yang berbaris memandang dia.

"Hueeeee Piliks~"

Renjun menangis sambil jalan keluar rumah mau ke rumah Felix, dia minta bantuan buat obatin tangannya sama sahabat itu karena Jaehyun udah pulang ke apartemennya.

"Kita harus kasih pelajaran sama kucing nggak di undang itu!"

Semua kucing noleh ke Chenle.

"Setuju!" Seru Haechan.

"Harus! Pokoknya dia nggak boleh lolos karena udah nyakitin adinda gue!"

Mereka menghela nafas jengah denger perkataan Jaemin.

"Tengah malam nanti pas Renjun udah tidur kita jalanin rencana." Ujar Jeno.

Keempat kucing itu saling pandang sambil mengangguk kecuali Jisung yang lagi asik mainin ekor Haechan yang bergoyang.

🐈

MeowTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang