~~○●○●○~~
.
.
.
Pasca kejadian beberapa hari lalu, Renjun menjalani kehidupannya seperti biasa seolah enggak pernah terjadi apapun di rumahnya atau tentang mereka. Renjun masih berharap semua itu mimpi tapi kenyataannya membuatnya sadar. Dia bahkan coba cubit Haechan sebagai percobaan, buktinya cowok itu menjerit membuktikan semua ini bukan sebuah mimpi, kepala Renjun seketika berdenyut mikirinnya.
Lagipula saat Renjun ada para kucing jarang berubah wujud jadi manusia. Renjun juga lebih sering main di luar. Itu semua ketara bagi Chenle, Renjun ini anak rumahan, lebih suka menghabiskan waktu di rumah, kalau main paling cuma ke rumah Felix itu pun nggak pernah lama. Sekarang sepulang sekolah pasti hilang terus pulang pas hari udah gelap, kelihatan banget kalau lagi menghindar. Nggak apa-apa, Renjun pasti butuh waktu buat menerima semuanya.
Saat ini Renjun lagi di ruang tamu mau mengobati lukanya yang sebenarnya mulai membaik. Tapi kembali basah dan keluar darah lagi karena Renjun hobi kelupasin lukanya yang udah kering.
Mark yang lewat ruang tamu seketika berhenti waktu liat Renjun. Mark ada niat mau bantu Renjun obati tangannya tapi anak itu jarang di rumah, jadi Mark belum ada kesempatan.
"Butuh bantuan?"
Badan Renjun tersentak kaget lalu membawa pandangannya ke pintu dimana ada Mark yang lagi melangkah mendekat. Dia termenung sejenak soalnya belum terbiasa mendapati orang lain di rumahnya kecuali Jaehyun, efek kelamaan tinggal sendiri.
"Nggak perlu."
"Di tolongin nggak bikin lu mati kan?" Perkataan Mark bikin Renjun menyerngit bingung.
'Nggak nyambung banget'
"Tangannya lecet gitu, sini gue bantu. "
Renjun melirik Mark sinis, "Gara-gara elu kalo lupa."
"Ya makanya gue tolong sebagai pertanggungjawaban atas perbuatan gue." Tanpa persetujuan dari si mungil, Mark duduk di samping Renjun dan mengambil alis kotak p3k dari pangkuan Renjun.
Renjun nurut soalnya Felix yang selalu obati lukanya. Mereka berdua cuma diam, Renjun melirik Mark, serius banget mukanya. Ada beberapa bekas luka di muka dan tangannya membuktikan dia beneran kucing jalanan. Mungkin luka itu dia dapat waktu gelud sama kucing.
Renjun jadi ingat penolakan Mark buat tinggal di rumahnya. "Kok lo nggak mau tinggal di sini, lu kucing orang?"
"Gue kucing jalanan."
"Terus kenapa nggak mau tinggal di rumah."
"Nggak mau aja."
"Pasti ada alasannya setau gue kucing suka tempat nyaman dan bersih, mereka suka di manja, hobi tidur, suka tempat hangat dan semua itu nggak di dapetin di jalanan." Ekspresi cowok mungil itu tiba-tiba menyendu. "Nggak bisa makan enak kalo di jalanan."
Satu alis Mark terangkat, matanya melirik Renjun sekilas. Kok tau? Mark curiga di kehidupan sebelumnya Renjun itu kucing.
"Pasti ada alasannya, kan?" Rupanya si mungil itu ngotot banget, ya..
"Ada.."
"Apa?"
Ternyata si mungil ini punya jiwa kepo padahal Mark males mau cerita.
"Ada pokoknya, kepo banget, sepupunya Dora?"
Renjun mencebik, dia bukan kayak gitu tapi menyangkut kucing dia pengen tau. "Iya nih lagi kepo, cerita dong nanti gue kasih whiskas rasa ayam." Tawar Renjun bikin Mark mendecih pelan, kayak nggak ada tawaran yang lain aja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meow
RastgeleKucing yang Renjun pelihara bisa berubah jadi manusia? RENJUN HAREM BXB Semi-baku Pict from Pin📌
