Hari pertama di Home School bagi mereka sangat membosankan, mereka hanya di minta untuk istirahat agar tenang dalam sesi pembelajaran yang akan mendatang.
5 perempuan yang masih dengan menggunakan seragam Home School itu kini tengah berkumpul di kamar mereka, ranjang nya sejajar dengan kasur yang berwarna putih polos. Yeji membaringkan diri di kasur nya seraya menatap langit-langit kamar mereka, "aku heran. Ku kira Home School sekolah besar, nyatanya hanya sekolah kuno," katanya lalu mendengus.
Yuna mengangguk menyetujui ucapan yang terlontar dari teman baru nya, setelah nya ia menatap jendela yang terbuka, tak ada yang menarik disana, hanya ada hutan dengan rerumputan luas. Namun tak lama dari itu, head master hampiri mereka, ia berkata jika seluruh murid gen 4 di panggil oleh master Jackson untuk berkumpul di aula.
. . . { 𐂡 } . . .
Chan menatap teman-teman nya satu persatu yang kini tengah duduk di ranjang nya masing-masingnya, entah apa yang mereka pikirkan. Tapi, Chan ada satu hal yang ingin ia tanyakan. Pertama, ia lirik Changbin yang tengah berbaring menggunakan tangan untuk di jadikan nya bantal kepala, "Changbin," panggil Chan.
Changbin membuka matanya dan menoleh, "apa?" Chan menghela nafas, "kenapa kau memilih Home School?" tanya Chan penuh penasaran. Seungmin yang tengah duduk diranjang tepat berlawanan arah dengan Chan ikut mengamati. Changbin tersenyum, "ayah ku seorang dosen ternama, setiap kali aku mendapat nilai buruk ayah akan memarahi ku, bahkan sering kali di cambuk. Aku putra satu-satu nya, menurut ayah ku akan konyol jika aku tumbuh menjadi anak yang bodoh dan tak bisa menjadi penerus generasi nya di masa depan," katanya lalu menghela nafas sabar jika teringat perlakuan ayah nya kepada dirinya.
Chan mengangguk mengerti, "ayah mu kejam," kata Chan seraya tersenyum miris menatap Changbin, Seungmin di depan mereka mengangkat tangan, "ya, Seungmin?" tanya Chan.
"T . . tapi, bukan kah setiap orang mempunyai bakat nya masing-masing?" tanya nya sedikit gagap, Changbin menggeleng pasrah menanggapi ucapan seungmin, "ya. Harusnya begitu. Kau sendiri, Chan?" tanya Changbin yang kini menoleh kepada Chan, Chan jelas tersentak, "aku?" Changbin mengangguk. Chan sejenak terlihat tengah berpikir, "tak ada alasan. Aku hidup sendiri, dan aku tinggal di sebuah panti. Aku hanya ingin meneruskan sekolah ku agar mendapat beasiswa di universitas tinggi nanti," katanya. Changbin mengangguk saja.
Bertepatan dengan itu seorang master masuk menginterupsi mereka, menyuruh mereka berkumpul pada aula karna master Jackson memanggil nya. Jelas mereka di buat terkejut, ada apa? kenapa sangat tiba-tiba?
Tanpa pikir panjang mereka segera ke aula yang di sebutkan oleh master Jinyoung. 5 murid perempuan sudah disana berkumpul, memandang bingung pada sekumpulan murid laki-laki yang kini menghampiri mereka juga, "ada apa?" tanya Hyunjin pada Ryujin yang justru perempuan itu merespon nya dengan gelengan tidak tahu.
Mereka bingung, tidak ada satu pun master disana. Lantas, untuk apa mereka di giring untuk berkumpul? disana hanya ada sebuah meja dengan kotak hitam, tak lama dari itu sebuah suara yang berasal entah dari mana berbunyi.
"KEPADA SELURUH MURID HOME SCHOOL GEN 4, HARAP CERMATI TUGAS YANG AKAN DI BERIKAN OLEH MASTER HOME SCHOOL!" ujar suara itu dari salah speaker. Suaranya sangat keras dan lantang.
Mereka terbingung, saling menatap satu sama lain, "tugas?" Chaeryeong mengernyit, "bahkan kita belum mulai pembelajaran!" kesal nya. "LIHAT KOTAK HITAM DI MEJA," ujar suara itu kembali. Mereka menatap kotak itu, tak ada yang aneh. Entah rencana apa yang akan di lakukan para master dengan murid-murid nya. Sepertinya ini akan menjadi permainan yang menarik.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOME SCHOOL : SKZ ft. ITZY
Misterio / SuspensoMereka sengaja dikirimkan oleh orang tua mereka ke asrama terbaik di Korea, yaitu Home School. Anehnya, Home School lebih terlihat seperti penjara ketimbang sekolah. Suasana Home School tampak mencekam karena terletak di tengah hutan. Home School m...
