Jeongin berdiri tersentak. Ia terkejut bahkan bola mata nya nyaris keluar dari tempat nya, pemandangan yang baru saja ia dapati benar-benar membuat amarah nya meluap. Bahkan, pisau makan yang harusnya ia gunakan untuk memotong steak itu kini tepat berada di depan mata Chaeryeong.
"PEREMPUAN BRENGSEK! KAU MEMAKAN CHANEL KU!"
Sungguh! Chaeryeong tak pernah sekali pun merasa jika dirinya akan merasakan suatu hal yang membuat kerongkongan nya mengering, bahkan untuk menelan ludah nya sendiri pun terasa sulit. Bagaimana tidak? nyawa nya bisa saja melayang untuk beberapa detik kemudian akibat ulah laki-laki gila yang kini tengah menyodorkan sebuah pisau tepat di depan wajah nya.
Chan sama terkejutnya. Melihat sebuah aksi pembunuhan yang akan terjadi di depan mata nya membuat ia tergerak untuk menahan tangan Jeongin yang benar-benar seperti batu kini, karna terasa lebih berat bahkan tangan itu tetap bersikeras untuk menyodorkan pisau nya pada Chaeryeong yang kini hanya bisa mengerjab tak berkutik.
"Jeongin... Kau jangan gila!" gertak nya namun tak di pedulikan oleh Jeongin.
Walaupun Jeongin menganggap Kelinci nya sesuatu makhluk yang menggelikan. Tetap saja, tak bisa ia pungkiri jika makhluk yang ia sebut menggelikan dan menjijikan itu juga makhluk yang menggemaskan. Satu yang tak bisa lepas dari diri Jeongin. Suatu hal yang menggemaskan. Jeongin sangat tidak tahan dengan hal berbau menggemas kan, ia pikir rasanya akan lebih ceria dan bahagia jika banyak hal menggemaskan di hidup nya.
Karna itu ia sangat murka kala mendapati sebuah name tag kelinci nya berada di piring Chaeryeong.
Yuna melihatnya. Matanya berkaca-kaca menandakan sebuah aliran air akan segera meluncur ke permukaan wajah manis nya. Yuna sangat menyayangi Chanel, walau hanya beberapa hari namun Yuna benar-benar telah jatuh dengan kelinci lucu nya. Namun apa boleh buat, ia hanya bisa diam dan menahan isak tangis nya kala dari ujung mata nya melihat Lia yang menatap sinis padanya. Entah apa yang ada di pikiran perempuan itu, Yuna rasa ia tak melakukan kesalahan.
"SIAL! KAU BAHKAN MEMAKAN JACK, JEONGIN!"
Seluruh atensi mereka kini beralih pada Felix yang kini terduduk dengan satu name tag kecil di tangan kiri nya yang baru saja ia dapat kan dari piring milik Jeongin.
Jeongin menoleh dan menatap nya. Melihat name tag yang berada di tangan Felix dengan terkejut lalu melepaskan genggaman pisau nya begitu saja membuat suara bising antara pisau dan piring bertubrukan menggema. Sedikit memundurkan diri dengan mulut terbuka, tangan nya ia gunakan untuk memegang kepala karna merasa suatu fakta lain benar-benar membuat nya terperangah tak percaya. Sial, dia memakan makhluk menggemaskan itu?
Menatap bergantian antara Felix dengan satu piring berisi steak di depan nya yang bahkan sudah habis setengah, itu sangat membuat Jeongin semakin gila karna telah menyantap anak-anak mereka. Pada detik berikutnya ia terduduk seraya menjauh kan pisau nya begitu saja dengan kasar.
Chaeryeong tersentak kala piring itu bertubrukan dengan piring milik nya, menimbulkan sebuah suara kasar yang mengejutkan hati hingga ia berseru memanggil master nya. "Master!" Tatapan Jeongin tak lagi nyalang dan menatap tajam pada Chaeryeong, alih-alih hal itu kembali kini Jeongin menatap steak anak-anak mereka yang telah habis beberapa potongan membuat nya hampir ingin menangis. Sangat di sayang kan makhluk se-menggemaskan itu di lenyap kan hanya untuk ia santap.
"BRENGSEK! AKU MEMAKAN NYA!" Seru Jisung membuat pikiran Jeongin buyar dan kini menatap nya.
Jisung melempar kan sebuah name tag itu tepat di depan Yeji karna perempuan itu duduk berhadapan dengan Lia dan tak jauh darinya. Benar, Jisung memakan nya. Astaga! mulut dan perut nya serasa penuh dosa sekarang, bahkan laki-laki itu kini mulai berlagak seakan-akan ia hendak memuntah kan seluruh isi dari perut nya yang sayang nya tidak bisa karna makanan itu benar-benar membuat nya terhipnotis akan rasanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOME SCHOOL : SKZ ft. ITZY
Tajemnica / ThrillerMereka sengaja dikirimkan oleh orang tua mereka ke asrama terbaik di Korea, yaitu Home School. Anehnya, Home School lebih terlihat seperti penjara ketimbang sekolah. Suasana Home School tampak mencekam karena terletak di tengah hutan. Home School m...
