{FOLLOW KALAU SUKA, MENTEMEN}
"Karel, kamu sudah makan?
"Peduli banget gue udah makan apa enggak,"
"Eh ... Dengar ya ... Lo disini bukan berarti lo bebas mau tau tentang gue"
"Kamu harus makan,"
"Kata mama, maag kamu tidak boleh kambuh lagi"
"Mau lo...
Btw, gue mo bilang maaf dulu ke kalian. Mungkin endingnya gak sesuai harapan kalian😁 jangan kecewa iya. Intinya inilah yang mampu ditempuh Karel dan Binar.
Ttp sayang mereka, support terus. Kasi vote dan komen iya🫶🏻
Kurang dari 2000 kata, gak sepanjang biasanya wkwkwk. Sengaja🤣
🥺🥺🥺
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Aku mencintaimu ... hari ini, esok, dan seterusnya. _Binar untuk Karel_
🥀🥀🥀
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ke 3
Villa Samudra, 01.39 am.
Tokk ...
Tokkk ...
Tokkk ...
Binar membuka mata, terdiam terlentang barang sejenak. Baru saja ia merebahkan badan, menutup matanya.
Tangan nya pun bergerak mencari ponsel di atas nakas yang masih menyalakan lampu tidurnya.
Ahhh ... ia lupa mematikannya.
Sepulang dari makam tadi, ia dan Karel mampir ke pantai, pulangnya hampir sebelas malam, kira-kira seingatnya seperti itu.
Binar kembali terlentang, menyalakan ponselnya, matanya memicing, menyipit sebab sinar ponsel yang menyilaukan mata.
Tampilan wallpaper Binar pun Nampak, ia dan Karel yang sedang berada di pantai.
Binar tersenyum dengan mata sipitnya, mata sayu tak mengelak jika ia sangat mengantuk, saat akan tidur kembali suara itu ...
Tokkkk ...
Pelan, suara ketukan itu sangat pelan, Binar melebarkan mata, langsung menatap jam pada sudut ponselnya, ia jadi tidak mengantuk lagi.